Maldini yang membangun pondasi, mengangkat tim dan menjadikannya juara. Cardinale datang dan langsung menghancurkan seluruh pondasi yang telah di bangun. Emang se assuu itu Cardinale.
🗣️ Paolo Maldini gave a short but clear response to Gerry Cardinale, who recently ruled out a return of the Rossoneri legend by calling it a “one-man show.”
🗣️ Maldini: “Does he consider mine a one-man show? It speaks for itself.”
🚨💣A SABOTAGE?
Old Clan’s Letter (Curva Sud):
“After witnessing Sunday’s disgrace, followed by the dismissal of Furlani -who is paying the price for three years of disastrous decisions across the board -as well as Moncada (a decent scout, but a disastrous human figure), alongside Allegri and Tare (whatever their mistakes, still people of strong moral character), we are fully aware that the ownership remains completely untouched.
AC Milan has become an empty shell, stripped of values and dignity.
As of May 27, there are no true Milan figures left in top management positions: no CEO, no sporting director, no head coach.
This mass purge answers only to the irrational and egocentric whims of the man who has poisoned our world for the past three years: Zlatan Ibrahimović.
It all started with the dismissal of Abate, Primavera coach, guilty only of refusing to play Ibrahimović’s son.
Then came the imposition of his close friend Kirovski -a nobody arriving from the United States -at the head of Milan Futuro, leading to relegation from Serie C and elimination in the Serie D playoffs (!).
Last season, he pushed heavily for Fonseca, followed by Conceição, with the disastrous results we all know.
But this season was the masterpiece.
Unable to tolerate anyone overshadowing his dark and toxic presence, he deliberately sabotaged the team in order to prevent it from achieving success.
The calls made to players expected to be cut at the end of the season, the lack of celebration after Saelemaekers’ goal on Sunday, followed by Cardinale’s statement -“If we had won, we would have thrown away a year” — are undeniable proof that everything was premeditated.
Do we truly realize this? The very man who is ensuring our team fails, while all of us lose sleep over this club, is now being handed total power…
We cannot allow this to continue. This individual is dragging us toward complete ruin -toward Serie B.
Our opposition to this devil must be relentless and continuous.
There can be no peace until he leaves Casa Milan.
IBRA OUT OF OUR MILAN! GET THESE SCUMBAGS OUT OF OUR MILAN!!”
@rossonerifreak Ya masih banyak Milanisti yang sangat cinta kepada Cardinale/Furlani. Mereka pada ngumpul di salah satu fp Milan di FB. Yaa yang biasa juga main di fp tersebut pasti tahu nama fpnya. Maldini sangat tidak di hormati di fp tersebut. Hanya Cardinale cs yang dipuja2.
PAOLO bin CESARE MALDINI dianggap sebagai kapten terhebat sepanjang masa. selama 12 tahun ia memimpin Milan yang dipenuhi oleh para pemain kelas dunia berego besar dan ia mampu menyatukan mereka menjadi tim juara.
saat ditunjuk sebagai direktur olahraga oleh Elliott, Maldini memanggil Boban, Massara dan Leonardo untuk 'membimbingnya' karena ia sadar diri sebagai pemula. ia juga menyerahkan kendali teknis tim sepenuhnya kepada Pioli. hasilnya, proyek berjalan bagus dan berujung Scudetto.
dengan fakta ini Cardinale bisa-bisanya menyindir Maldini sebagai one-man show, sementara itu ajaibnya dia sendiri mempercayakan Milan saat ini di tangan Ibrahimovic, seorang mercenary egomaniak yang menyebut dirinya sendiri 'god', yang musim lalu dengan sengaja menyabotase Milan agar gagal mencapai target hanya karena ia berseteru dengan Allegri.
Paolo Maldini seorang yang elegan dan terhormat. sekalipun ia diperlakukan buruk oleh Cardinale/Furlani ia meninggalkan Milan dengan senyap, tanpa banyak bicara yang menimbulkan polemik. ia menikmati waktu bersama keluarga dan menjalani kegiatan dan hobinya dengan tenang. ia bahkan mampu menahan diri untuk gak menyerang atau meyindir Cardinale/Furlani saat Milan terpuruk di posisi ke-8 setahun lalu dan gagal secara tragis musim ini. malah Cardinale duluan yang menyindirnya.
benci sekali rasanya melihat klub kesayangan dikuasai oleh orang-orang 'asing' inkompeten dan gak terhormat seperti mereka. anehnya mereka juga ada pendukungnya di kalangan milanisti, yang bahkan ikut menyerang Maldini, legenda terbesar mereka sendiri. betapa gobloknya. jujur, dan gw yakin gw gak sendiri, di satu sisi, ingin melihat Milan membaik dan kembali berjaya, tapi di sisi lain juga ingin sekali melihat orang-orang yang gak punya rasa hormat terhadap sejarah Milan ini gagal total sehingga mereka segera meninggalkan Milan. 💔🖤
Sulit. kalau ownernya tidak konsisten. Dari awal dia sudah katakan kalau selalu menang tidak menarik. Jadi harapan untuk scudetto kayaknya mustahil. karena orientasinya yaa uang bukan menang.
Gerry Cardinale kepada @Corriere:
"Gagal merengkuh Scudetto merupakan sebuah kekecewaan, dan jika kami sampai gagal menembus zona empat besar, itu akan menjadi sebuah kegagalan mutlak. Kemenangan selalu menjadi prioritas utama bagi saya. Kata-kata semata tak lagi punya banyak arti. Kini, sudah saatnya untuk mengirimkan pesan yang tegas kepada klub."
Bicara prioritas kemenangan tapi jualin pemain-pemain terbaik tiap musim. Yang bener aja Ger 🥱
Gaya elit, ekonomi sulit Sesungguhnya ‼️🫣📸
Lain kali kalau mau pamer liat jalur saldo dulu ya, jangan cuma modal klok gaya doang tapi dompet kosong.
Mending nikmatin libur sambil belajar rumus fisika biar tahu tekanan gaya berbanding lurus sama isi dompet. Jangan takut debat kalau emang ada isinya, kalau ini sih mending pulang!
Kronologi Kejadian:
Seorang pria yang sedang berada di sebuah bar/kafe tiba-tiba merasa di atas angin dan ingin menunjukkan "kekayaannya".
Dengan penuh percaya diri, ia mengeluarkan kartu yang disebut-sebut sebagai 'Black Card' dan mengumumkan di depan semua pengunjung bahwa ia akan membayar semua tagihan meja (table) yang ada di sana.
Total tagihan dari seluruh meja tersebut mencapai angka lebih dari Rp30 juta.
Saat proses pembayaran dilakukan, ternyata kartu tersebut gagal/ditolak. Kemungkinan besar karena saldo tidak mencukupi atau limit kartu yang tidak sesuai dengan gaya bicaranya.
Pengunjung lain yang awalnya bersorak langsung berbalik menertawakannya secara massal. Ia bahkan sempat ditarik kerah bajunya oleh teman atau pengunjung lain karena sudah membuat kegaduhan namun tidak bisa membuktikan ucapannya.