Banda Neira dalam dokumentasi foto jadul karya photographer C. Deitrich tahun 1875-1880 yang tersimpan di museum Rijksmuseum
Ada juga koleksi di Wikimedia Commob
Banda Neira indah sejak dahulu
Sejarah Medali Pertama Angkat Besi
Cabang olahraga angkat besi ini juga salah satu penyumbang medali signifikan di Asian Games.
Total sudah 3 medali emas yang disumbangkan cabor angkat besi lewat ajang Asian Games (3 kali berturut-turut)
1. Eko Yuli (Asian Games 2018 Jakarta)
2. Rahmat Erwin Abdullah (Asian Games 2022 Hangzhou)
3. Rahmat Erwin Abdullah (Asian Games 2026 Aichi-Nagoya).
Tahukan anda kapan angkat besi menyumbang medali pertama kali di Asian Games?
Iya tahun 1954 di Asian Games Manila, medali pertama (perunggu) disumbangkan Angkat Besi lewat atlet Thio Ging Hwie di kelas 67.5 kg
Thio Ging Hwie di foto yang dilingkari
Foto ini ketika defile atlet Indonesia di Olimpiade Helsinki 1952
Innalillahi wa innailahi rojiun
Semoga Allah menerima amal beliau dan mengampuni dosanya..Aamin
Guruh adalah putra bungsu dari Sukarno dengan Fatmawati
Di foto tahun 1954 (masih berumur 1 tahun), Guruh digendong oleh Ibunya Fatmawati.
Guntur : paling kiri
Megawati : duduk sebelah Sukarno
Rachmawati : belakang Megawati
Sukmawati : diapit Sukarno dan Fatmawati
Guruh : digendong Fatmawati
Sumber : Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia
Bulutangkis sudah banyak memberikan prestasi bagi Indonesia.
Bulu tangkis di Indonesia diperkenalkan bukan orang-orang Inggris dan Belanda tetapi justru orang-orang Amerika.
Tahun 1908 orang-orang Amerika meresmikan hotel baru mereka dengan nama American Hotel di Batavia dengan fasilitas olahraga bulutangkis di hotelnya.
Maret 1932 di Medan diselenggarakan Badminton Kampioenschappen 1932. Sumber tersebut merujuk antara lain pada De Sumatra Post dan menyebutnya sebagai salah satu turnamen badminton paling awal yang terdokumentasi di Hindia Belanda.
Pada September–Oktober 1934, diselenggarakan Badminton Om West-Java Kampioenschap di halaman Hua Chiao Institute, dengan juara tunggal putra Then Giok Soei dan pasangan Yap Eng Ho–Then Giok Soei sebagai juara ganda.
Baru percaya kalau selnya seperti ilustrasi sel zaman Jepang
Kondisi sel Lapas Sukamiskin tahun 1943 waktu dipakai Jepang menahan warga Belanda
Interieur van gevangeniscel 133 met brits, tafel en kruk.
Artinya: “Interior sel penjara nomor 133 dengan tempat tidur, meja dan bangku.
Ini masih manusiawi untuk tahanan
Beberapa dokumentasi tertua tentang satwa Bekantan (Long Nose Monkey)
1. Tahun 1787
Baron van Wurmb menulis uraian tentang bekantan termasuk nama lokal Kakau/Kabau.
Van Wurmb mencatat bahwa:
a. bekantan hidup dalam kelompok besar;
b. penduduk lokal menyebutnya “Bantangan”
c. Satwa ini sering berada di pohon-pohon besar di tepi sungai dan berkumpul saat pagi dan menjelang matahari terbenam mereka
d. Bekantan dapat melompat dari satu pohon ke pohon lain dengan jarak sekitar 15–20 kaki dan makanannya berupa daun dan akar.
2. Tahun 1846
Ilustrasi Bekantan dari halaman jurnal/catatan Henry Walsh Mahon, seorang ahli bedah kapal HMS Samarang. Catatan tersebut memuat gambar:
“A sketch of a young Symnopithecus Nasalis [Semnopithecus Nasalis] of Borneo.”
Dalam Islam ada riwayat seorang wanita pendosa yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Allah mengampuni dosanya karena perbuatannya menyayangi hewan sebagai sesama makhluk hidup..
Sungguh berat pertanggungjawaban seorang pemimpin ketika Allah menanyakan kenapa satwa2 tersebut mati terbakar.
Semoga Allah mengampuni dosa2 kita semua..Aamin
September 23, 1949 — The Day America Learned the Soviets Had the Bomb
For four years, the United States had been the only country in the world with an atomic bomb.
Then, in late August 1949, that changed.
On August 29, the Soviet Union secretly detonated its first atomic bomb at the Semipalatinsk test site in what is now Kazakhstan. The bomb, known as RDS-1, was later given the American nickname “Joe-1.”
The explosion may have taken place thousands of miles away, but it left traces that could not be hidden. U.S. monitoring stations detected radioactive material in the atmosphere and began analyzing the evidence.
On September 23, 1949, President Harry S. Truman announced that the United States had obtained evidence of an atomic explosion in the Soviet Union.
The news marked the end of America's nuclear monopoly—just four years after the atomic bomb had first been used in war.
A new chapter of the Cold War had begun.
The Soviet Union now possessed the bomb, and the nuclear arms race between the two superpowers was underway.
📜 Source: Harry S. Truman Presidential Library, The Arizona Daily Star, 24 September 1949.
Bagaimana kondisi Gajah di era kolonial?
Pada masa kolonial, gajah digunakan oleh pasukan Belanda di Aceh untuk membawa senjata dan perlengkapan ke daerah yang sulit dijangkau kendaraan.
Kasihan gajahnya kalau lihat fotonya (membawa beban berat)
Gajah dulu juga dimanfaatkan untuk membuka lahan dan pembangunan infrastruktur perkebunan.
Terkait perlindungan Gajah, Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengeluarkan Wildlife Protection Ordinance (Staatsblad No. 234 Tahun 1924). Gajah termasuk satwa yang mendapat perlindungan di wilayah luar Jawa.
Pemilihan Kepala Desa secara elektronik ini diatur dalam Peraturan Pemerintah 16/2026 di pasal 39 ayat 4
Pasal 39 ayat (4) → tahapan pemungutan suara meliputi:
huruf a: pemungutan secara langsung maupun secara elektronik dan penghitungan suara
Sayangnya di desa saya (di Kab. Bekasi) hanya 1 TPS yang digital (dari total 32 TPS). Lagi-lagi masalahnya di prasarana dan pelatihan /simulasi ke masyarakat.
Padahal enak kalau digital..
Seandainya Pilpres dan Pileg 2029 nanti pakai sistem digital akan sangat membantu kerja KPPS
Menurut data BPS berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) terkait penggunaan internet masyarakat Indonesia.
Hasil utamanya:
72,78% penduduk Indonesia mengakses internet pada 2024.
Ini sekitar 200 juta jiwa lho dari 287 juta penduduk Indonesia.
200 juta ini orang kan?
awokaowk kepala BGN ngomong kalau yg mengkritik pemerintah itu bukan orang tapi bot
udah dikatain goblok sama presidennya, dituduh bot pula sama orang yg programnya habisin anggaran paling gede di negara ini
"60% lebih di medsos sekarang isinya bukan orang" kata sudaryono
di mata pemerintah kita ini kalau ga goblok, ya statistik
When a Pilot Dropped Candy from the Sky for the Children of Berlin
In 1948, West Berlin was cut off by a Soviet blockade. With roads and waterways closed, millions of Berliners depended on the Berlin Airlift for food, coal, and other essential supplies.
Amid the massive airlift operation, U.S. pilot Gail Halvorsen noticed a group of children standing near Tempelhof Airport, watched the Allied planes come and go.
He stopped to talk to them. What struck him was that they weren't asking for food or other supplies. They simply wanted to watch the airplanes.
That gave Halvorsen an idea.
He began collecting candy, tied it to handkerchiefs to make tiny parachutes, and dropped the packages from his aircraft for the children below.
Before making each drop, he would gently “wiggle” the aircraft's wings so the children would know that the candy was coming.
The idea soon grew into what became known as Operation Little Vittles. Candy and handkerchiefs were collected across the United States, and other pilots joined Halvorsen in dropping the little packages over Berlin.
Halvorsen became known around the world as the “Candy Bomber” and “Uncle Wiggly Wings.”
The Berlin Airlift continued until September 1949 and became one of the defining humanitarian operations of the early Cold War.
The thousands of tons of food, coal, and other supplies delivered by air were, of course, far more important in practical terms.
But for the children whom waiting below, those tiny parachutes carrying a few pieces of candy meant something more: someone had not forgotten them.
Bagaimana kondisi badak di zaman Hindia Belanda?
Sejarah perlindungan hewan Badak ternyata sudah dimulai sejak zaman Hindia Belanda
1. Tahun 1909 — Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) sudah mendapat status perlindungan melalui Staatsblad No. 497 Tahun 1909. Namun, perlindungan saat itu belum efektif menghentikan perburuan.
2. 1924 — diterbitkan Jachtordonnantie (Staatsblad No. 234/1924) yang memasukkan badak Jawa dalam daftar satwa yang dilindungi.
3. 1931 — perlindungan diperkuat melalui Dierensbeschermingsordonnantie (Staatsblad No. 134/1931). Badak Jawa dan badak Sumatra termasuk satwa yang dilarang diburu.
Sejak zaman Hindia Belanda, banyak terjadi perburuan. Ini contoh lukisan perburuan Badak yang dilukis tahun 1861.
Auch ein Anstand“
Objek: Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
Sumber: W.F.A. Zimmermann, Der Vulcanismus oder das Todesthal auf Java. Ein Roman unter dem Schleier der Natur
Tahun: 1861, Berlin
Suasana pemilihan Kepala Desa di era Hindia Belanda
"Pemilihan kepala desa di Indonesia. Di atas tikar duduk kedua calon, sedangkan di meja duduk controleur (pejabat pengawas pemerintah kolonial) dan kepala distrik (wedono).”
Foto Tropenmuseum TMnr 10001371
Di Surabaya ternyata juga diadakan rapat akbar sejenis ini di bulan September (walaupun tanggalnya diperdebatkan)
Tempatnya di Lapangan Tambaksari Surabaya
Ada kutipan surat kabar Soeara Asia terkait rapat akbar tersebut
"Besok, hari Selasa tg 11/9 moelai poekoel 6 sore di Tambaksari akan diadakan rapat besar oemoem. Sebeloem rapat besar dan masing-masing Siku ke lapangan Tambaksari dan tibanja pawai di lapangan terseboet, diharap sebeloem poekoel 6 sore. Koendjoengilah! Boelatkan kemaoean rakjat dalam rapat itoe!,”
Rakyat dari berbagai kelompok—pemuda, buruh, pelajar, perempuan, tukang becak, dan masyarakat umum—datang ke Lapangan Tambaksari. Soemarsono mengenang massa yang datang sangat besar, bahkan menyebut mencapai ratusan ribu.
Di dalam rapat , Salah satu bagian penting adalah pengibaran Sang Merah Putih, yang diiringi lagu Indonesia Raya.
Rapat dibuka oleh Abdoel Wahab, Ketua BKR Karesidenan Surabaya, dan beberapa tokoh berpidato seperti Residen Sudirman, Soemarsono dll
Setelah rapat selesai sekitar pukul 18.00, massa membubarkan diri dan melakukan arak-arakan/pawai keliling kota.
Isi Pidato Bung Karno di Rapat Raksasa Lapangan IKADA Jakarta , 19 September 1945
Sebenarnya pemerintah Republik Indonesia telah memberi perintah untuk membatalkan rapat ini, tapi karena saudara-saudara memaksa; maka saya datang ke sini lengkap dengan menteri-menteri Pemerintah Republik Indonesia.
Saya berbicara sekarang sebagai saudaramu Bung Karno, saya minta saudara-saudara tenang dan mengerti akan pimpinan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Percayalah kepada Pemerintah Republik Indonesia, kalau saudara memang percaya kepada Pemerintah Indonesia yang akan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu, walaupun kami akan robek karenanya, maka berikanlah kepercayaan itu kepada kami dengan tunduk kepada perintah-perintah kami dan disipliner.
Sesudah perintah kami ini, marilah kita sekarang pulang semua dengan tenang dan tenteram.”
Sekitar sebulan setelah Proklamasi, ribuan rakyat dari berbagai daerah berkumpul di Lapangan IKADA (Ikatan Atletik Djakarta). Awalnya direncanakan 17 September, tetapi ditunda karena adanya ancaman dari tentara Jepang.
Presiden Soekarno, didampingi Mohammad Hatta dan sejumlah menteri, akhirnya datang menemui massa. Soekarno memberikan pidato singkat yang pada intinya meminta rakyat percaya kepada pemerintah Republik dan menjaga ketertiban.