Nasib anak taruh di ponpes.
Dicabuli kyai, yg ini dibully sampai di bakar hidup2.
Mana suara @MUI_Pusat kalo masalah seperti ini?
Jgn cuma bersuara soal babi.
Dari kronologinya ini jelas pembunuhan berencana.
Jgn dilindungi dgn alasan dibwh umur.
@ListyoSigitP@DivHumas_Polri
Modus operandi korupsi BGN ala wakil kepala BGN Sony sonjaya, purn jendral Polri ini sungguh unik.
Dia menjual titik dapur SPPG yg koordinatnya dia letakkan di laut, kemudian dijual dengan harga 200-500 juta/titik.
Setelah terjual baru titik koordinat yg sesungguhnya di tampilkan
Maklumlah mantan mmmmh....
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Tolong dong ini jg dimasukkan dlm daftar pemeriksaan @KejaksaanRI 😏
Anggota DPR nya perlu dipanggil jg keknya...
Bayangkan, anak anggota DPR memiliki 41 dapur MBG..
Jika satu porsi keuntungan Rp2 ribu, maka Yasika Aulia bisa saja meraih keuntungan hingga R246 juta per hari dari 41 dapur yg ia kelola.
Karena itu, per bulannya Yasika akan mendapatkan keuntungan hingga Rp6,3 M dr 41 dapur yg beroperasi.
Ini blm termasuk insentif 6jt/ hari loh.
Mendirikan 41 dapur, modalnya bisa sekitar 80M (klo per dapur 2M)..
Hebat sekali anggota DPR sekaya itu 🥱
Tiyo Ardianto komentari atas diangkatnya Nanik S Deyang jadi Kepala BGN gantikan Dadan :"Dadan ditangkap karena malingnya kurang canggih, barangkali buk nanik malingnya akan lebih canggih nanti"
Setuju si ma mas tiyo, cuma ganti pemain doang inimah, yang bener ya bubarin aja itu MBG, toh MBG dan Kopdes itukan cuma kampanye terselubungnya wowo doang ? 🤐
Program Makan Bergizi Gratis yang katanya untuk anak-anak Indonesia, faktanya di lapangan (Cianjur, detikJabar 5/6/2026) :
a. Titik dapur diperjualbelikan gelap Rp 150–300 juta per lokasi
b. Oknum catut nama pejabat BGN buat meyakinkan korban
c. 1 korban rugi Rp 1 MILIAR lebih , dapur mangkrak 40%, uang raib
d. Belasan orang tertipu dalam jaringan yang sama
e. Dapur fiktif, izin belum lengkap, lokasi berdekatan saling rebut penerima manfaat
Dan ini bukan kebetulan ,3 Juni 2026,
Kejagung sudah tetapkan tersangka korupsi di level atas BGN sendiri.
Mafia di bawah. Korupsi di atas.
Pengawasan di mana?
Anak-anak Indonesia dijanjikan gizi.
Yang benar-benar "gratis" hanya janjinya.
Dalam seminar BGN yg digelar mewah di Sentul kemarin, prabroro mengundang seorang motivator asal California bernama Tony Robbins yg bayarannya sungguh istimewa 15 milyar sekali tampil seminar. Wow !!
Bener bener nih proyek Bancakan dikala ekonomi sedang nyekik leher
Pejabat kita emang hobi banget bikin blunder. Gara-gara kolot, inovasi 3 pemuda Bandung yang nyiptain software batik pake rumus matematika malah ditertawakan dan dituduh merusak tradisi. Eh pas dibawa ke luar negeri, malah dapet penghargaan tertinggi UNESCO dan ditawar miliaran ama negara tetangga.
Kejadiannya tahun 2007, pas tiga pemuda namanya Lukman, Yun, ama Nancy bikin software "jBatik". Sistemnya gokil, bisa bikin ribuan motif batik baru secara instan pake rumus komputasi matematika fraktal. Tapi pas dipresentasiin ke instansi lokal, malah diusir karena dianggap mencemari budaya leluhur pake komputer.
Sakit hati tapi ogah nyerah, mereka nekat bawa teknologi ini ke ajang internasional. Hasilnya? Tahun 2008 mereka sukses membungkam kritikus lokal pas dapet award resmi dari UNESCO. Negara tetangga yang ngeliat potensi gedenya bahkan langsung gercep nawarin duit miliaran beserta fasilitas mewah buat beli hak patennya.
Plot twist-nya, biarpun udah dipersulit di negeri sendiri, mereka tetep nolak tawaran menggiurkan itu demi ngejaga batik tetep jadi milik Indonesia. Keren banget sih mentalnya, bener-bener definisi dicuekin pas berjuang tapi pas sukses langsung diajak foto bareng ama pejabat wkwk. Sungkem paling dalem.
Guys, ada satu pertanyaan yang sudah lama menggantung di kepala banyak orang Indonesia tapi jarang dijawab dengan serius.
Kenapa Luhut Binsar Panjaitan tidak bisa dipecat oleh presiden manapun?
Bukan karena dia kebal hukum.
Bukan karena dia punya backing militer.
Jawabannya jauh lebih kompleks dan jauh lebih mengejutkan dari yang kebanyakan orang bayangkan.
Mulai dari fakta yang paling menggelikan sekaligus paling mencengangkan:
Di puncak jabatannya Luhut memegang secara bersamaan: Menko Maritim, merangkap Plt Menteri ESDM, merangkap Menteri Kelautan ad interim, merangkap Koordinator PPKM saat COVID, merangkap Ketua Komite Kereta Cepat, merangkap Koordinator Polusi Jakarta.
Itu yang tercatat di Perpres.
Luhut sendiri mengaku punya 27 tugas tambahan.
Usianya waktu itu: 75 tahun.
Dan 19 Oktober 2024 dia mengumumkan
pensiun di Instagram. Video viral.
Semua menonton.
Dua hari kemudian dua jabatan baru sudah menunggunya di era Prabowo.
Dan tidak ada satu orang pun yang kaget.
Dan ini tentang bisnis yang selalu ada di balik setiap kebijakan yang paling perlu dipahami:
Di balik semua jabatan pemerintahan itu hampir selalu ada jaringan bisnis yang mengikuti.
Tambang batu bara di Kalimantan.
Kebun sawit 8.000-an hektar.
Pembangkit listrik di Sulawesi.
Motor listrik di jalanan Jakarta.
Semua di bawah PT Toba Sejahtera didirikan 2004 Luhut memegang 99% sahamnya.
Diakui sendiri di persidangan.
LHKPN 2024 mencatat kekayaannya Rp1,51 triliun naik dari Rp655 miliar pada 2018.
Dan kasus yang paling menggambarkan polanya: Oktober 2021 saat COVID.
Luhut sebagai Koordinator PPKM mewajibkan tes PCR untuk semua penumpang pesawat.
Satu bulan kemudian Tempo mengungkap:
PT Toba Sejahtera memiliki saham di PT Genomik Solidaritas Indonesia lab PCR terbesar saat itu.
Dua entitas Toba memegang 16,3% saham gabungan.
Estimasi bisnis PCR saat itu: Rp3 triliun.
Deputinya sendiri mengakui:
"Saya kurang hati-hati mengingatkan Pak Luhut terkait saham GSI sehingga muncul potensi conflict of interest."
Kasus dilaporkan ke KPK.
Tidak berlanjut.
Dan dua minggu setelah terungkap kewajiban PCR dicabut.
Dan ini tiga mekanisme yang membuat Luhut tidak bisa digantikan yang paling penting untuk dipahami:
Mekanisme pertama: Mr. Fix It.
Dalam teori organizational behavior ada konsep yang disebut Strategic Contingency Theory bahwa dalam setiap organisasi ada zona ketidakpastian.
Masalah lintas departemen.
Berisiko tinggi.
Semua orang menghindarinya karena takut namanya tercatut kalau gagal.
Siapapun yang mampu masuk ke zona itu dan menyelesaikannya dialah yang punya power sesungguhnya.
Luhut selalu masuk ke zona itu.
PPKM. Kereta Cepat.
Polusi Jakarta.
Freeport.
Setiap krisis nasional yang kementerian teknis tidak bisa selesaikan satu nama selalu muncul:
Luhut Binsar Panjaitan.
Dan setelah dia masuk masalahnya selesai atau at least berhasil dikelola.
Analoginya: bayangkan kamu punya pabrik dengan satu mesin besar dan hanya satu mekanik yang bisa memperbaikinya.
Mekanik itu sering datang terlambat.
Sering tidak balas WA.
Tapi kamu tidak bisa memecatnya karena harga kehilangan dia jauh lebih mahal dari harga mentolerir semua kelakuannya.
Itulah Indonesia dengan Luhut. Luhut adalah key man risk-nya Indonesia.
Mekanisme kedua: Structural Holes.
Sosiolog Ronald Burt dari University of Chicago menemukan bahwa orang paling berpengaruh dalam sebuah jaringan bukan yang punya koneksi terbanyak tapi yang mampu menghubungkan dua dunia yang tidak terhubung.
Luhut menghubungkan: TNI dan sipil.
Indonesia dan China.
Oligarki Soeharto dan reformis Jokowi.
Militer dan teknokrat. Politik dan bisnis.
Tidak ada satu orang pun di Indonesia yang duduk di semua persimpangan itu sekaligus.
Dan itu bukan kebetulan.
Itu dibangun selama 40 tahun lebih.
Mekanisme ketiga: Trust Before Power.
David Meister dari Harvard punya rumus trust: kredibilitas ditambah reliabilitas ditambah intimacy dibagi self orientation.
Dan yang paling langka dari semua komponen itu adalah intimacy yang tidak bisa dibangun lewat shortcut.
Hubungan Luhut dan Jokowi tidak dimulai dari politik. Dimulai dari bisnis bersama di 2008 PT Rakabu Sejahtera Luhut 49%, Jokowi 51%.
Lima tahun sebelum Jokowi jadi presiden.
Hubungan Luhut dan Prabowo tidak dimulai dari 2024. Dimulai dari Kopassus 1982 43 tahun yang lalu Luhut mendirikan dan memimpin Detasemen 81, Prabowo adalah wakilnya.
Ada video yang beredar:
setelah dilantik jadi presiden
Prabowo hormat kepada Luhut.
Bukan sebaliknya.
Trust yang dibangun sebelum ada kekuasaan yang perlu dibagi adalah trust yang paling tahan lama.
Tidak bisa dibeli.
Tidak bisa ditiru dalam semalam.
Dan setiap presiden yang ingin menggantikan Luhut harus menjawab satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab:
siapa orang yang bisa kamu percaya seperti kamu mempercayai seseorang yang sudah kamu kenal selama 40 tahun?
Tidak ada jawaban.
Dan karena itu Luhut tetap ada.
Dan ini satu pola yang paling menarik dari semua video dan wawancara Luhut:
Luhut tidak pernah sekalipun mengkritik presiden di depan publik.
Tidak pernah berbeda pendapat secara terbuka.
Tidak pernah menunjukkan bahwa dia lebih pintar dari bosnya.
Selalu: "Yang dilakukan Presiden sudah benar.
Saya hanya mengikuti arahan Presiden.
Yang hebat itu Pak Jokowi.
Yang hebat itu Pak Prabowo."
Ini bukan kebetulan. Ini adalah aplikasi sempurna dari hukum pertama kekuasaan yang ditulis Robert Greene dalam 48 Laws of Power:
Never outshine the master.
Jangan pernah bersinar lebih terang dari tuanmu.
Pemimpin yang merasa bawahannya mengancam dia tidak akan mempertahankan bawahan itu.
Pemimpin yang merasa bawahannya membuat dia terlihat lebih baik akan mempertahankan bawahan itu selamanya.
Luhut paham ini lebih baik dari siapapun.
Luhut tidak bisa dipecat bukan karena dia kebal.
Tapi karena dia membangun sesuatu yang jauh lebih kuat dari jabatan:
ketidakbisaan untuk digantikan.
Dia adalah satu-satunya orang yang bisa masuk ke zona krisis yang semua orang hindari dan menyelesaikannya.
Satu-satunya yang menghubungkan dunia-dunia yang tidak terhubung.
Satu-satunya yang punya trust yang dibangun puluhan tahun sebelum kekuasaan itu ada.
Dan selama tidak ada orang lain yang mampu mereproduksi kombinasi dari tiga hal itu secara bersamaan setiap presiden baru akan menemukan alasan yang sama untuk tetap membutuhkan Luhut.
Videonya pamit pensiun.
Dua hari kemudian jabatan baru sudah menunggu.
Dan tidak ada satu orang pun yang kaget.
Karena kita semua sudah tahu: di bawah langit ini memang semua ada waktunya tapi waktu itu tampaknya belum datang untuk Luhut Binsar Panjaitan.
Di minta warganya benerin jalan rusak, dia ngeles.
Giliran masalah pajak, dia paling kencang ngejar warganya.
Kewajibannya dia abaikan, lalu kewajiban warganya dia kejar terus.
Beginilah gubernur titipan Jokowi.
Makan itu telunjuk Jokowi.
guyss baru aja nih
seskab teddy klarifikasi terkait
kunjungan ke lur negeri yang terjadi kemaren, dia bilang biaya keluar negeri ditanggung pribadi prabowo sendiri
lalu jumlah rombongan dia juga bilang
sudah di pangkas dari 50 %
dari periode jokowi seblumnya
dulu 120 orang sekarang cuma 52 orang
lalu kenapa prabowo sering keluar
katanya sih ada jadwal tahunan
dan ada jadwal mendesak sesuai kondisi
dan tujuan nya buat lobby lobby bantuan
jika suatu saat butuh bantuan
bisa minta ke negara yang di kunjungi
lahh tadi pidato prabowo
bilang tidak ada bangsa lain yang peduli dengan rakyat indonesia ??
Guys, ada kesaksian dari mantan Ketua DPRD Morowali yang menurut gue paling mengerikan dan paling mengungkapkan yang pernah gue dengar tentang apa yang sebenarnya terjadi di tanah Indonesia yang kaya nikel.
Namanya Irwan Arya.
Ketua DPRD Kabupaten Morowali 2014-2019.
Putra daerah asli.
Dan dia hadir di Jakarta bukan untuk minta jabatan. Tapi untuk berteriak bahwa tanah kelahirannya sudah bukan milik rakyatnya lagi.
Dan ini yang dia katakan:
"Kedaulatan wilayah kami dari ujung Morowali sampai ujung Morowali sudah dikuasai oleh orang-orang asing. Kami tinggal nama di sana."
Dan ini faktanya satu per satu:
Morowali adalah rumah bagi kawasan industri terbesar untuk nikel di Asia bahkan mungkin di dunia. PT IMIP.
Tiga smelter dalam satu kawasan.
Pabrik baja stainless.
Pabrik baterai lithium untuk mobil listrik.
Pelabuhan yang bisa menampung puluhan kapal besar sekaligus.
Nilainya:
triliunan rupiah per bulan.
Satu perusahaan saja PT Vale dalam dua sampai tiga bulan menghasilkan 2 juta ton nikel.
Hitung sendiri berapa puluh triliun omsetnya.
Dan PAD yang diterima Kabupaten Morowali dari semua ini: sekitar Rp200 miliar per tahun.
Perusahaan dapat puluhan triliun.
Rakyat pemilik tanah dapat dua ratus miliar.
"Ibarat dikasih permen sebiji.
Anak kecil dikasih permen."
Dan ini yang paling mengejutkan dan paling mengkhawatirkan:
Sebagai Ketua DPRD lembaga pengawas yang dipilih oleh rakyat Irwan Arya tidak bisa masuk ke kawasan industri IMIP.
Lima tahun menjabat.
Hanya sekali masuk ketika ada peresmian smelter oleh Presiden Jokowi.
Itu pun hanya untuk duduk di acara seremonial lalu keluar.
Selain itu:
ditolak.
Dipersulit.
Diminta komunikasi ke kantor pusat di Jakarta dulu. Lalu tidak ada jawaban yang pasti.
"Kami tidak pernah mendapatkan data.
Berapa TKA yang masuk.
Berapa produksi per bulan.
Berapa yang dihasilkan smelter untuk negara.
Tidak pernah ada."
Anggota DPR yang dipilih rakyat untuk mengawasi tidak bisa mengawasi.
Di tanah Indonesia sendiri.
Dan ini soal TKA yang paling mengejutkan:
Di kawasan IMIP ada bandara khusus yang dibangun oleh perusahaan sendiri Bandara IMIP.
Setiap hari pesawat Airbus dan Boeing mendarat dua sampai tiga kali.
Siapa yang mengawasi?
Tidak ada imigrasi.
Tidak ada bea cukai.
Tidak ada satupun representasi institusi negara di sana.
Penerbangan langsung dari China mendarat di Bandara IMIP tanpa ada pihak berwenang yang memeriksa siapa yang turun.
Sekarang rutenya berubah:
dari China turun ke Manado, ganti pesawat domestik, lalu ke IMIP.
Lebih rapi.
Tapi tetap tanpa pengawasan bermakna di tujuan akhirnya.
Dan ketika ada yang mencoba menginvestigasi TKA mereka dilarikan ke hutan.
"Setiap ada kunjungan investigasi tentang TKA mereka dilarikan ke hutan."
Dan ini yang paling tidak bisa diterima:
Di dalam kawasan IMIP nama-nama jalan sudah menggunakan tulisan China.
Ada apartemen khusus untuk TKA.
Hotel bintang lima di dalam kawasan.
Fasilitas lengkap seperti kota kecil kata Irwan seperti Singapura kalau dilihat dari atas.
Dan di salah satu perusahaan kawasan industri PT Wangsiang ditemukan surat administrasi dengan stempel palu arit.
"Ini fakta.
Saya berani pertanggungjawabkan."
Sementara di luar kawasan jalan berlubang.
Listrik masih sering padam.
Pendidikan gratis yang dijanjikan belum berjalan.
Rakyat lokal susah dapat kerja karena kalah bersaing dengan TKA yang bahkan untuk pekerjaan kasar sekalipun.
Dan ini yang paling ironis dari seluruh cerita:
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah memperingatkan:
Morowali adalah "negara dalam negara."
Sudah ada pernyataan resmi.
Sudah dibahas di level kementerian.
Tapi sampai hari ini Irwan mengonfirmasi DPRD Morowali masih tidak bisa masuk ke kawasan.
Bandara masih tanpa pengawasan imigrasi.
TKA masih terus berdatangan.
Dan tidak ada perubahan yang signifikan.
"Tidak ada perubahan yang signifikan dari rezim Jokowi ke rezim Prabowo.
Kalau bilang ada perubahan belum ada yang bisa kami rasakan."
Dan ini yang paling menyedihkan:
Irwan dipenjara.
Bukan karena korupsi.
Bukan karena kejahatan.
Tapi karena meneruskan voice note tentang warga China yang meninggal akibat COVID di kawasan industri untuk dilaporkan ke Tim COVID Kabupaten.
Dia ditangkap di masjid.
Dituduh menyebar hoaks.
Sementara pejabat yang konferensi pers menyangkal informasi itu tidak ditangkap.
Tidak diproses.
Tidak ada konsekuensi apapun.
"Hukum kita lebih tajam ke bawah, tumpul ke atas."
Dan ini konteks yang harus disambungkan dengan semua yang sudah kita bahas:
Indonesia punya nikel terbesar di dunia. Morowali adalah jantungnya. Nikel dari sana adalah bahan baku baterai mobil listrik yang menjadi rebutan dunia.
Tapi rakyat yang tanahnya mengandung kekayaan itu tidak bisa masuk ke kawasan industri yang berdiri di atas tanah mereka.
Tidak mendapat data tentang berapa yang diambil. Tidak mendapat kesejahteraan yang sebanding.
Dan yang berteriak meminta keadilan dipenjara.
Yang mempertahankan tanah adat dikriminalisasi.
Yang mencoba mengawasi sebagai wakil rakyat dilarang masuk.
Ini bukan hilirisasi untuk rakyat.
Ini hilirisasi untuk modal asing dengan rakyat lokal sebagai penonton di tanahnya sendiri.
Dan pesan Irwan untuk Prabowo yang paling mengena:
"Pak Prabowo, jangan hanya mendengarkan bisikan orang-orang yang selalu bilang beres, baik, dan aman di lapangan. Padahal itu semua bohong. Kami masyarakat bawah yang merasakan langsung."
Kalimat itu adalah kalimat yang sama yang seharusnya didengar oleh setiap presiden Indonesia. Tapi selalu tertahan di pintu istana karena yang masuk ke istana hanya mereka yang bisnisnya bergantung pada presiden tidak mendengar kebenaran itu.
Indonesia punya nikel terbesar di dunia.
Kekayaan yang seharusnya bisa membiayai rakyatnya dengan makmur selama puluhan tahun.
Tapi di Morowali yang paling dekat dengan sumber kekayaan itu rakyatnya masih mati lampu.
Jalannya berlubang.
Anaknya susah dapat kerja.
Tanahnya dirampas.
Yang bersuara dipenjara.
Sementara di dalam kawasan hotel bintang lima menyala.
Pesawat dari China mendarat tiga kali sehari.
Dan tidak ada satupun institusi negara yang mengawasi apa yang masuk dan apa yang keluar.
Mahfud MD bilang: "Negara ini bisa bubar melalui disorientasi, distrust, disobedience, dan disintegrasi."
Morowali sudah di tahap awal dari semua itu.
Dan tidak ada yang memperhatikan karena yang memperhatikan sudah dibungkam.
SI KUNING PENGGANTI MELON
Tiba² dah masuk aja tabungnya . . kang ngimpor juga ternyata!😂
Alasan pemerintah mudah ditebak: Impor tabung CNG 3 kg dari China ini hanya tahap awal karena industri dan teknologi manufaktur domestik belum siap memproduksi massal tabung bertekanan tinggi (200 - 250 bar). Impor merupakan strategi pragmatis u/ menciptakan pasar sebelum dilakukan produksi lokal.
Sejak era Orde Baru, kita menghadapi masalah KETERGANTUNGAN IMPOR dan keterbatasan TEKNOLOGI HULU. Meskipun Jokowi, yg dilanjutkan Prabowo melakukan pembatasan impor, namun realisasinya hingga hari ini kita tetap gak berhasil melepaskan diri dari serbuan produk jadi luar negeri.
Sumber Daya Alam (SDA) yg melimpah & pasar dalam negeri yg besar gak mampu diubah mjd alat tawar politik (bargaining power) u/ memaksa produsen asing memindahkan pabrik dan teknologi ke dalam negeri.
Pada 20 Mei 1998, ada demo raksasa yang batal dilakukan, yaitu demo "People Power" di Monas.
Demo dibatalkan karena ancaman "Tiananmen", yaitu ABRI turun membantai mati ribuan atau boleh jadi puluhan ribu pendemo di jalanan, seperti China 1989.
Ancaman itu diterima Amien Rais lewat telepon pada malam hari 19 Mei 1998, tepat menjelang dilakukannya People Power raksasa.
Saat itu, massa demo raksasa yang sudah menduduki gedung DPR dan dipimpin Amien Rais berencana pindah berjalan massal lewat SCBD ke Monas. People Power.
Tanggalnya cantik, yaitu peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jadi tonggak awal perjuangan kemerdekaan nasional awal abad 20-an.
Istana presiden hanya berjarak sejengkal dari lapangan Monas. Kalau Monas sampai diduduki massa raksasa, boleh jadi Istana dan isinya juga akan dimasuki dan diduduki pendemo.
Reformasi akan bisa "dituntaskan" oleh pendemo yang berjejalan masuk ke ruang kerja presiden Soeharto, mengundang kamerawan media, dan berfoto di situ dengan viral sambil bawa spanduk.
Apabila itu sampai berhasil dilakukan, wibawa kekuasaan pemerintahan Orde Baru akan benar-benar roboh.
Tentara, panzer, tank, dan kawat berduri yang saat itu ada di Jakarta pun dimobilisasi untuk mencegah itu terjadi, dengan cara apapun.
Apapun.
Pada akhirnya demo tersebut tidak benar-benar perlu untuk menggulingkan Soeharto, karena semua ruling elite Indonesia sudah tidak percaya bahwa Soeharto yang panik, bingung, sakit, dan pikun akan bisa menyelesaikan krisis ini.
Soeharto sendiri diberitahu oleh pimpinan ABRI bahwa ABRI sudah "tidak bisa lagi menjamin keamanan pribadi Soeharto".
Kalau ada massa pendemo marah yang masuk ke rumah Cendana dan membantai mati seluruh keluarga Soeharto dengan kapak, ups, sori, tapi ABRI di lapangan sudah "kewalahan".
Soeharto langsung mundur.
Mumpung isu KS lagi panas, ada baiknya kita mengingat lagi kejahatan seksual terbesar di sejarah Indonesia.
Kejahatan itu ialah Pemerkosaan Massal Mei 1998.
Pada Mei 1998, AsiaWeek melaporkan suatu mobilisasi preman yang raksasa.
Gerombolan-gerombolan preman, bandit, rampok, dan penyamun dari hutan-hutan Lampung dan Timor Timur didatangkan dalam jumlah besar pakai pesawat kargo dan kereta ke Jakarta.
Secara terencana, gerombolan preman dalam jumlah sangat besar digerakkan di seluruh wilayah Jakarta untuk menciptakan bencana kemanusiaan masif dan meluas.
Hasilnya sangat ekstrem.
Selama tiga hari nonstop, terjadi perburuan manusia di Jakarta.
Gerombolan preman dalam jumlah besar menyerbu kampung yang didiami mayoritas suku Tionghoa, mengepung gang, memasuki rumah orang random, memukuli ibu-ibu random penghuninya dengan sadis sampai mati, menelanjanginya, memerkosanya, membakarnya, membakar rumahnya, mencuri sofa dan kulkas dan TV dan lemari bajunya. Seluruh keluarga si ibu-ibu juga mati dibantai.
Kemudian gerombolan preman itu pindah ke rumah sebelah. Lalu setiap rumah di situ. Lalu ke kampung sebelah.
Ribuan orang mati dibantai.
Di jalanan Jakarta, perempuan diperkosa bergilir oleh massa dan dipukuli dengan sadis sampai mati dan rusak dengan mengerikan.
Gerombolan pencuri, penyamun, pemerkosa, dan pembunuh dalam jumlah sangat besar merongrong dan meneror seluruh wilayah Jakarta selama tiga hari nonstop.
Tidak ada aparat. Tidak ada kabar tentang apakah besok pemerkosaan massalnya sudah selesai atau masih lanjut. Soeharto lagi entah di mana di luar negeri. Orang capek.
The Rape of Jakarta.
Inilah "KS" terbesar di sejarah Indonesia. Ketika Nanking diperkosa penjajah, Jakarta malah diperkosa bangsanya sendiri, secara harfiah.
Siapapun yang bertugas melindungi Jakarta saat itu jelas gagal total.
Ternyata, di Jakarta saat itu ada tiga pasukan aktif yang besar:
1. Kostrad
2. Kodam Jaya
3. Kopassus
Pertahanan Jakarta praktis menjadi tugas mereka yang sama sekali tidak boleh gagal.
Kalau Jakarta sampai jatuh ke tangan musuh, merekalah yang tanggung jawab, karena gagal dalam tugasnya.
Kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa melindungi Jakarta dari musuh?
Oleh karena itu, semua anggota ketiga pasukan ini sudah bersumpah prajurit untuk melindungi rakyat tanpa gagal, bahkan jika harus mati sekalipun.
Selama tanggal 13-15 Mei 1998, ketiga pasukan ini ngapain aja?
Apa yang saat itu mereka lakukan untuk melindungi rakyat?
Selama tiga hari, para tentara ini nggak cuma gabut nontonin ratusan perempuan diperkosa bergilir dan dipukuli sampai rusak dan mati oleh massa, kan?
Tentu, tentara hanya mengikuti perintah.
Apa yang komandan-komandan ketiga pasukan lakukan selama 13-15 Mei? Apakah mereka memerintahkan pasukannya untuk melindungi rakyat?
Siapa sih komandan-komandannya saat itu?
Oh, berarti muncul 3 nama:
1. Pangkostrad saat itu
2. Pangdam Jaya saat itu
3. Pangkopassus saat itu
Tiga manusia inilah yang bertugas melindungi Jakarta selama 13-15 Mei 1998. Merekalah yang pegang pasukan.
Siapakah nama-nama ketiga orang yang spesifik itu? Tentu saja tidak boleh gw sebut.
They-Who-Must-Not-Be-Named.
Ikan busuk dari kepala. Kalau Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus entah mengapa bisa-bisanya kompak gagal bersamaan, tiga orang inilah yang harus minta maaf sebagai pemimpin.
Tiga orang inilah yang harus minta maaf karena kicep gagal mencegah pemerkosaan dan pembantaian di Jakarta oleh gerombolan preman, termasuk oleh gerombolan preman dari hutan Timor Timur.
200 mahasiswa dari UGM & UBL serta 300 siswa dari SMPN 94 & SMPN 4 Jakarta mengikuti program “Istana untuk Anak Sekolah” di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/05/2026).
Sumber: BPMI Setpres & Humas Kemensetneg
#KemensetnegRI#RilisPresiden