"Hm? Tentu, haha. Ayo kubantu," balasnya lagi sembari menyelimuti sang puan dengan sebuah selendang tebal. Ia pun merasa malam semakin dingin. Waktunya akan segera habis. Setelah malam ini, ia tidak akan menjadi avatar Amon lagi.
Sepi...
Ia sempat terdiam mengambil satu tarikan nafas. Dinginnya malam terasa lebih menusuk daripada malam sebelumnya.
"... Ayo kita tutup gerbangnya dulu, Shakir."
Mendengar respon Chione yang tidak menolak pelukan darinya, membuat Shakir terkekeh.
"Awalnya aku sendiri merasa mereka akan sebal denganku. Syukurlah tidak," ujarnya sambil tertawa, "Sudah yuk berberesnya. Aku buatkan minuman ya untukmu."
Tidak biasanya Shakir akan memberikan pelukan penghibur, namun Chione tak menolaknya, pun tak menoleh jua kepada lelaki dibelakangnya.
"Aku yakin akan hal itu. Terima kasih, Shakir. Kamu juga sudah menjadi Guardian yang sangat baik. Anak-anak sangat sayang kepadamu."
Shakir berhenti menyapu sejenak untuk mendengarkan Chione. Ia kemudian menyampingkan sapu yang ia gunakan untuk menghampiri wanita tersebut dan memberinya sebuah pelukan penghiburan.
"Mereka anak-anak yang baik, pasti ada tempat yang baik juga untuk mereka di luar kuil."
Rasa sakit perlahan menguar, Chione menggenggam kain pembersih lebih erat dari sebelumnya.
"... Aku juga akan merindukan kehebohan anak-anak dalam kuil. Kuharap... mereka akan selalu berbahagia diluar kuil."
"Mhm. Kamu juga Guardian yang baik sekali. Hahh... Bakal kangen juga dengar celotehan mereka," sambungnya sambil tertawa kecil, kali ini sedikit terdengar pahit akhirnya.
"Semoga mereka juga sukses deh setelah mereka menemukan tujuan baru."
Melihat rekannya sedang membersihkan kuil dengan keadaan demikian, Shakir sempat terdiam sejenak. Senyum tipis menghias bibirnya, lalu ia mengambil sapu yang lain dan ikut membersihkan bagian kuil bersamanya dalam hening.
"Tidak apa ya. Mereka anak-anak yang sangat baik."
Dia yang biasanya masih bisa tertawa bersama para penghuni, malam ini hanya bisa tersenyum tipis sambil memeluk sayang mereka semua satu per satu.
Ia pun akan sangat merindukan malam seperti ini...
@KK_Bastet Shakir bergegas duduk di sebelah sang puan. Kedua tangannya kemudian menadah untuk menunjukkan keseluruhan tampilan kuil kepada Chione.
"Nih, lihat. Bersih bukan? Kupikir kita sudah berhasil membersihkan dan mengantar jiwa Fir'aun kembali ke Aaru."
Senyum merekah di bibir Shakir ketika ia terlihat berjalan memasuki kuil siang itu. Celingukan, sang Guardian terlihat sedang mencari sosok tertentu; lebih tepatnya, sosok @KK_Bastet.
"Bastet, oooii! Sibuk tidak? Ada yang ingin kubicarakan denganmu."
@KK_Bastet Langkah Shakir semakin lebar sembari ia percepat untuk lekas menghampiri avatar sang dewi.
"Ini tentang tanah kuil," ujarnya memulai, "Aku baru saja dari bagian belakang kuil untuk memeriksa keadaan seperti biasa. Kamu tahu? Tanah kuil ini makin bersih lho!"