Tren X Indonesia pagi ini:
1. #PLN50RBCUMA40RB
2. #Jam12GosokVoucher1Juta
3. #해피버스돼잉
4. Jumat
5. Gibran
Politik masih ramai: prestasiprabowo, ringankan beban warga, 2 Tahun Kinerja, Habibie.
Ingat momen ketika PM Israel berpidato di UN dan peserta sidang walk out?
Momen diatas diwujudkan menjadi sebuah video yang sangat indah dan menyentuh hati.
Video ini telah meraih lebih dari satu miliar penayangan di media sosial,
(produksi Televisi Press Iran)
♥️♥️🇵🇸
Pager di tangan Netanyahu di podium PBB adalah pengakuan yang tidak disengaja.
Dia mengangkat alat itu, tersenyum, lalu bertanya: “Masih ingat beepers ini?” Lanjutannya lebih telanjang: “Hezbollah tentu masih ingat.” Itu bukan pidato pertahanan diri. Itu pamer operasi yang meledakkan ribuan pager di Lebanon pada September 2024. Operasi yang menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak, dan melukai ribuan lainnya. Banyak korban bukan di markas militer, melainkan di toko, rumah, jalan, dan ruang sipil.
Di forum yang katanya menjaga perdamaian, seorang kepala pemerintahan memamerkan senjata yang disamarkan sebagai barang sehari-hari. Itu intinya. Perang yang tidak lagi butuh membedakan medan tempur dan kehidupan biasa. Pager, walkie-talkie, perangkat komunikasi sipil dijadikan bom. Lalu dua tahun kemudian alat yang sama diangkat di PBB sebagai trofi.
Setelah itu alurnya klasik. Dari pamer kekerasan ke pembenaran pendudukan Tepi Barat. Dari pendudukan ke keluhan sebagai korban. Dari korban ke tuduhan bahwa dunia munafik. Semuanya dalam satu napas. Orang yang baru saja membanggakan serangan di negara lain tiba-tiba meminta belas kasihan karena merasa dikepung.
SoftWarNews benar soal audiensnya. Pidato ini tidak disusun untuk meyakinkan delegasi yang sudah walk out. Aula sudah setengah kosong. Yang dituju adalah pemilih Israel menjelang 27 Oktober. Pesannya sederhana: lihat, saya yang berani; saya yang memukul dulu; saya yang tidak mundur meski dunia pergi. Pager itu properti kampanye, bukan argumen diplomatik.
Ada kontradiksi yang terus diulang. Di satu sisi Israel digambarkan sebagai bangsa kecil yang hampir dihapus. Di sisi lain daftar “kemenangan” dibacakan satu per satu: Hamas, Hizbullah, Iran, Yaman, Tepi Barat. Korban sipil dilebur menjadi angka sampingan. Anak yang tewas karena pager meledak tidak masuk kalimat. Yang masuk hanya “pemimpin mereka mati, semangat mereka patah.”
PBB dalam momen itu kehilangan fungsinya sebagai ruang akuntabilitas. Orang yang masih menjadi subjek surat perintah ICC berdiri di mimbar, mengangkat bukti operasi yang menelan korban sipil, lalu menyebut delegasi yang pergi sebagai pengecut moral. Definisi moral dibalik sampai tidak tersisa.
Yang berbahaya bukan hanya isi pidatonya. Yang berbahaya adalah normalisasi gaya itu. Kekerasan yang disamarkan sebagai kecerdasan intelijen. Pendudukan yang dibungkus sebagai keamanan. Isolasi yang dijual sebagai ketegaran. Jika itu yang mendapat tepuk tangan di dalam negeri, maka pidato kemarin sudah mencapai tujuannya. Bukan untuk dunia. Untuk pemilu.
Beberapa poin pidato Presiden Iran di Sidang Umum PBB
> “Mereka yang merupakan teroris dan melatih para teroris justru mengatakan kepada kami bahwa kamilah yang teroris.”
> “Selama dua ratus tahun, Iran tidak pernah menyerang negara mana pun. Selama dua ratus tahun, kami selalu membela diri.”
> “Mereka membom dan membunuh anak-anak ini dengan senjata yang dipasok oleh Amerika dan Israel. Mereka tidak bersalah atas apa pun. Mereka tidak melakukan kejahatan apa pun.”
> “Di Gaza, mereka telah membunuh lebih dari 80.000 orang yang tidak bersalah.”
> “Kemudian mereka mengatakan bahwa pihak lain adalah teroris, bahwa pihak lainlah yang menyebabkan ketidakstabilan. Apakah kami yang menyebabkan ketidakstabilan?”
> “Siapa pun yang ingin mereka hancurkan, mereka akan melabelinya sebagai teroris.”
> “Palestina tetap menjadi luka pada tubuh nurani masyarakat internasional, dan Gaza tetap menjadi simbol kegagalan mekanisme internasional dalam mencegah penderitaan warga sipil.”
> “Israel membunuh ribuan orang di Gaza setiap pekan. Namun Iran justru dibom ketika sedang duduk di meja perundingan.”
> “Sementara itu, Israel menerima miliaran dolar senjata secara cuma-cuma sebagai hadiah, dan diberi keleluasaan untuk membom ibu kota mana pun yang mereka kehendaki.”
> “Bom-bom nuklir berada di Israel, tetapi para inspektur justru berada di Iran. Israel membunuh, tetapi Iran yang dikenai sanksi. Ini adalah tragedi yang, jika diceritakan kepada siapa pun, bisa membuat mereka tertawa karena begitu absurd.
> “Kita tidak boleh membangun dunia di mana kekuatan militer menggantikan legitimasi, sanksi menggantikan diplomasi, teror menggantikan politik, dan perang menggantikan dialog.”
> “Kami telah menemukan jawabannya. Kami membutuhkan kekuatan. Karena di dunia ini, bangsa yang tidak mampu mempertahankan dirinya akan dihancurkan.”
> “Sampaikan kepadanya: bangsa Iran, ketika menghadapi kekuatan dan tekanan, tidak akan menundukkan kepala dan akan membuat para agresor menyesali tindakan mereka.”
Muslims who support the Saudi royal family are idiots.
They watch Gaza, Lebanon, and Iran be destroyed while they sit in golden palaces with billions of dollars.
They don't DARE touch Israel, but they gladly bomb Yemeni muslims daily.
As a Christian, this baffles me.
🔴Rusia mató a 300.000 personas en Japón con bombas atómicas. No, fueron los Estados Unidos.
🇩🇪 Rusia mató a entre 5 y 6 millones de judíos.
No, fue Alemania.
🇨🇩 ��🇪 Rusia mató a 6 millones de personas en el Congo.
No, fue Bélgica.
🇬🇧 Rusia mató a cientos de miles de personas hambrientas en la India y esclavizó a naciones de Asia y África.
No, fue Inglaterra.
🇬🇧🇪🇸🇵🇹 Rusia deportó a millones de africanos encadenados para esclavizarlos en América.
No, eso lo hicieron los británicos, españoles y portugueses.
🇩🇿 Rusia mató a miles de personas en Argelia.
No, fue Francia.
🇻🇳🇰🇭🇺🇸 Rusia mató a 3 millones de personas en Vietnam y a 2 millones en Camboya.
No, fueron los Estados Unidos.
🇰🇷🇰🇵🇺🇸 Rusia mató a seis millones de coreanos —tanto del Sur como del Norte— y a un millón de chinos durante la Guerra de Corea.
No, fueron los Estados Unidos.
🇮🇷 Rusia mató a un millón de personas en Irak, incluso mediante el uso de bombas de uranio empobrecido que todavía provocan que nazcan bebés con deformidades veinte años después.
No, fueron los angloamericanos.
��🇫🇺🇸 Rusia mató a más de 240.000 personas en Afganistán.
No, fueron los EE. UU.
🇱🇾Fue Rusia quien bombardeó Yugoslavia y Libia.
No, fueron los EE. UU. y la OTAN.
🇲🇽🇵�� Rusia cometió genocidio contra los pueblos indígenas y se anexionó la mitad de México, Puerto Rico, Hawái y otros territorios.
No, fueron los Estados Unidos.
Rusia mató a 100.000 palestinos en la Franja de Gaza tan solo durante el actual conflicto de Oriente Medio.
No, fue Israel.
La propaganda de los medios de comunicación difunde exactamente lo contrario.
Luas Gaza 365km2, seluas setengah Jakarta(timur+selatan). Penduduk 2jt, 2 tahun 9 bulan dijatuhin bom dan rudal oleh Israel. 73rb tewas, 10rbu anak cacat diamputasi data dari WHO.
Cuman iblis & pembelanya yg tega melakukan itu.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pelanggarnya dapat diancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda hingga Rp100 juta.