Advice ini bagus bgt.
Kadang kita terlalu fokus sama persaingan, padahal ada cara lebih simpel buat sukses: jadi orang yang gampang didukung.
Gimana caranya?
- Selalu berbuat baik meski kadang ga dapet balasan langsung.
- Jadi orang yang bisa diandalkan, ga cuma buat diri sendiri tapi juga orang lain.
- Jangan pelit kasih apresiasi ke pencapaian temen, meskipun cuma hal kecil.
- Kerja keras tanpa banyak ngeluh itu kunci, orang bakal liat dan respek usaha kita.
- Bawa energi positif ke mana pun kamu pergi, bikin orang betah deket sama kamu.
Percaya deh, kalo kita bikin hidup orang lain lebih baik, pintu kesempatan bakal kebuka tiba2.
Setuju ga?
Sebetulnya yg bombastis dari riset ini bukan cuma perempuan hanya akan menstruasi 4x setahun, tapi juga bisa hamil di usia matang karena stok telurnya msh banyak. Jam biologis ga lagi jadi alat untuk menakut2i perempuan agar buru2 menikah dgn siapapun semata agar msh bisa hamil.
🚨: Chinese biologist Hongmei Wang seeks to extend women's fertile life by making menstruation occur every 3 months.
Which would theoretically preserve more eggs and extend the fertile period.
Jepang nih apa sih, keren banget 😭
Ini timnas mau main di World Cup dengan kondisi abis win streak di 5 laga terakhir. Termasuk ngalahin Brasil & Inggris.
Udah mah pemain jago-jago, jersey keren, skrg punya theme song kayak gini.
Timnas paling kalcer
Gue kemarin baca novel Crazy Rich Asians. Ada ucapan dari Eleanor Young yang nyantol di kepala:
Bahwa momentum itu lebih menentukan jadi/tidaknya sebuah hubungan ke pernikahan. Dari sekadar besaran rasa cinta itu sendiri.
Misal, pas sekolah / kuliah suka banget banget sama seseorang. Tp lu ga siap mental, pikiran, ekonomi, dsb. Pokoknya ga ready aja. Segimanapun berdua saling suka, kalau momentumnya ga pas, ya bisa aja bubar. Misal, pacaran tp jadi posesif atau suka berantem krn blm siap utk difficult conversation.
Tp kalo udh nemu momentumnya, misal udah stabil kerjaannya, udah lebih dewasa, dsb, maka lu bs aja nikah sama seseorang yang cinta-nya "just ok", ga harus menggebu2 kayak pas first love jaman muda dulu.
Menurut penasihat keuangan salah satu nasihat keuangan terbaik yg justru jarang dibahas adalh memilih pasangan hidup yg tepat. Walau ga umum, tapi menurut mereka hal itu adalah salah 1 keputusan finansial plg besar dlm hidup.
Karena kita tdk cuma berbagi hidup dgn pasangan, tapi jg berbagi keputusan, kebiasaan & prioritas berikut konsekuensi finansialnya.
Pasangan bisa jadi pendukung terbesar atau malah penghambat. Jika pasangan selaras ttg nilai hidup, bijak mengelola uang & saling mendukung, maka bisa melangkah lbh jauh & lebih cepat.
Sumber: Kiplinger personal finance (Apr 26), "the best money advice of all time."
Menjadi konsisten itu BUKAN BERARTI
setiap harinya harus selalu menjadi yang terbaik, selalu cemerlang, atau selalu perfect
Tetap hidup dan hadir setiap hari saja sudah merupakan bentuk konsistensi yang patut diberikan apresiasi
GAK SELALU wujudnya gelas yang penuh,
bisa aja wujudnya banyak gelas setengah terisi, bahkan hampir kosong
Gak lengkap dong pembahasannya kalo gak ada jurnalnya kan
Penelitian dengan judul “Self-discipline outdoes IQ in predicting academic performance in adolescents” ini melibatkan 140 siswa kelas 8 atau kelas 2 SMP untuk dinilai kedisiplinannya kemudian dilihat performa akademisnya
Hasilnya semakin disiplin atau konsistensi seseorang, maka semakin bagus juga kemampuan akademisnya
“Never bet against a person who just keeps showing up”
🚨🏆 Pep Guardiola: "19 titles in 10 years at Manchester City, in the modern era, in England, in Europe…
…I think it's a hats off to the whole organisation”.
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷