"Masyarakat Sipil Bersatu: Kabinet Bayangan, Konferensi Republik, Forum Intelektual Antar Disiplin, Koperasi Indonesia Baru, dan Lainnya Bergabung Upacara Rakyat di Pati"
Siaran Pers
Bersama petani dan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), juga bergabung Kabinet Bayangan, Konferensi Republik, Forum Intelektual Antar-Disiplin (FIAD), Koperasi Indonesia Baru, dan kelompok masyarakat sipil lainnya.
———
Warga dan petani di pegunungan Kendeng, Jawa Tengah hari ini memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia lewat Upacara Rakyat yang digelar di Bukit Selo Montro, Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolio, Pati.
Upacara rakyat yang dipimpin Gunretno, dihadiri warga dan petani sekitar pegunungan Kendeng yang selama 20 tahun lebih mempertahankan lingkungan dari penambangan batuan karst.
Selain warga, juga bergabung perwakilan Kabinet Bayangan, Bhima Yudhistira (Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran), Media Askar (Menteri Perekonomian), Nabiyla Risfa Izzati (Menteri Sosial dan Layanan Dasar), dan Isnawati Hidayah (Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan).
“Kehadiran kami untuk menjadi bagian dari simpul-simpul gerakan rakyat agar saling terhubung”, ujar Media Askar mewakili Kabinet Bayangan.
Sementara dari Konferensi Republik, hadir Yanuar Nugroho serta sejumlah akademisi yang tergabung dalam Forum Intelektual Antar Disiplin (FIAD) juga menjadi peserta upacara, seperti Zainal Arifin Muchtar dan Bivitri Susanti.
Menurut Bivitri Susanti, “Di tengah situasi negara yang sangat menyulitkan warga, seluruh kelompok harus bersatu dalam setiap perjuangan warga”.
Yanuar Nugroho pun menegaskan, “Terlibat dalam upaya warga memaknai kemerdekaan sebagai keberanian untuk membayangkan dan mewujudkan masa depannya sendiri”.
Selain itu, penulis buku Reset Indonesia, Dandhy Laksono hadir mewakili Koperasi Indonesia Baru serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, juga Pengurus Masjid Nurul Asri turut hadir untuk memberikan dukungan.
Upacara ini digelar sebagai simbol penting gerakan rakyat yang mengharapkan perubahan dan perbaikan bagi Indonesia setelah 81 tahun merdeka.
“Upacara ini ada untuk mewujudkan Pancasila tidak sekedar text”, jelas Gunretno.
“Perlu untuk mengilhami bagaimana cara rakyat melihat kemerdekaan, bukan hanya cara negara melihat kemerdekaan”, tambah Zainal Arifin Mochtar.
Hari ini, masyarakat desa kian terhimpit oleh kondisi ekonomi Indonesia yang buruk dan program yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat. KDMP yang dipaksakan merenggut dana desa hingga 70%, anak-anak keracunan karena MBG, ASN yang dihimpit dalam bekerja dan upah yang tidak penuh dibayar, hingga penanganan bencana alam dan kerusakan lingkungan yang tidak dimitigasi dengan baik akibat alokasi anggaran yang kacau dari pengelola negara.
Pati adalah salah satu titik di mana warga bersatu mengupayakan kedaulatan rakyat yang sebenar-benarnya, karena pemerintah sesungguhnya adalah pengelola, penerima mandat rakyat, bukan penguasa yang bisa bertindak tanpa kehendak rakyat.
@Stakof Gw dan segenap guru honorer di suatu daerah dari januari sampe detik ini belum ada tanda2 bakal digaji... Alesan ini itu.. Sedangkan sm program ini begitu royal 😭😭
Negara ini semakin jauh dari rakyatnya. Kita menjadi pendatang di negeri sendiri. Nenek Saudah adalah satu dari ratusan juta lainnya.
"Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda."
— W.S. Rendra —
Mari kita posting tentang aktivis atau wartawan yang tewas atau hilang, setiap hari. Bisa posting yang sama, asalkan kita lakukan setiap hari, dengan memakai tag di bawah.
#aktivishilang#aktivistewas#wartawanhilang#wartawantewas
Ini orang tahun 90an dikejar-kejar ABRI sampai disembunyiin para wartawan pada saat itu. Pada saat itu ni orang adalah simbol perlawanan dan para jurnalis setuju buat nolongin dia dari abri.
Ayah aku wartawan tempo ikut nyembunyiin dia dari satu rumah ke rumah lain.
Aku umur baru brp taun masih inget rumah berkali kali digeledah sama abri.
Kaya the last person we thought bakal bergabung ke si ndut dan sampe sekarang diem aja. Lupa lu pernah sembunyi di loteng rumah keluarga gw?
Amanat reformasi sudah jelas. Jika TNI duduki jabatan sipil, tanggalkan seragam dan pensiun. Bedil dikembalikan beserta ajudannya.
Posisi strategis di jabatan sipil menuntut kompetensi dan inteligensi. Bukan senjata dan jiwa korsa.
Lewat RUU TNI, mereka coba kembalikan supremasi. TNI boleh jabat jabatan sipil dengan tetap aktif dan bersenjata. Gak boleh begitu.
#TolakRUUTNI #TolakDwifungsiABRI
pemerkosa ada. pedofil ada. tukang palak melimpah. kkn ga kira-kira. menculik dan membunuh? ga usah ditanya.
eh, sekarang main-main sama nyawa yatim piatu. lengkap udah, anak kalian kalo nanya neraka isinya apa? bilang aja polisi.
itu udah bukan jawaban ngarang lagi.
Pak Prabowo ini kok bisa santai banget, di saat sekarang beliau dikelilingi beberapa orang yang dulu ngejelek2in, menghina, dan merendahkannya karena perbedaan pandangan politik.
Apakah beliau senaif itu melihat orang2 tersebut sekarang mendadak tunduk padanya, dengan niat tulus?
Dulu di tvOne ada acara liputan kehidupan diaspora Indonesia di luar negeri. Hampir semua hebat, semacam ilmuwan atau peneliti yg penting bagi peradaban.
Aku menonton di tv pos ronda bareng bapak-bapak, cuma bisa takjub sama pencapaian mereka.
Namun, ada yg mengusik hati ——
Ini adalah video rekaman CCTV yang diterima Narasi, terkait Gamma (17), siswa SMK yang diduga meninggal ditembak polisi.
Narasi memverifikasi turun ke lapangan dan memvalidasi bahwa rekaman CCTV ini betul diambil di lokasi kejadian. Beberapa saksi mata membenarkan terdengar tembakan senjata api saat pukul setengah satu malam. Cocok sesuai dengan timecode yang muncul di CCTV.
Dalam kronolgis versi polisi, pihaknya mengklaim Aipda Robig, terduga pelaku, terpaksa melakukan penembakan karena Gamma terlibat tawuran dengan kelompok lain.
Namun, beberapa pihak menyangkal kabar ini. Satpam di sekitar lokasi kejadian menyebut saat itu tidak terjadi tawuran. Pihak sekolah juga menyangkal klaim polisi. Agus Riswantini selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan tempat Gamma bersekolah menyebut, Gamma tidak punya catatan kenakalan.
Aipda Robig saat ini telah ditahan. Namun, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan Robig masih berstatus terperiksa.
“Dalam waktu dekat akan segera menjalani sidang etik,” kata Agus dilansir Antara, Senin (2/12/2024).
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto juga mengklaim bahwa Robig tidak dalam pengaruh narkoba maupun miras saat kejadian.
| Narasi Daily