Pesan hari ini :
Tolong berhenti untuk stress. Inget, kamu punya hati yang baik, vibes yang asik, dan jiwa yang tulus. Percayalah, semesta akan berpihak padamu, dan semua akan baik baik saja.
beberapa hal yang terlihat seperti cinta :
1. Sleepcall
2. Fast respon
3. Long text
4. Kirim makan/minuman
5. Obsesi
6. Kado dan uang
padahal yang sebenarnya cinta itu :
1. Respect
2. Support
3. Kepercayaan
4. Validasi
5. Komitmen
6. Memaafkan
7. Toleransi
8. Komunikasi
Gw akan selalu cut off dua orang ini, siapapun itu.
1. Orang yang sengaja bikin orang lain merasa left out sampai mempertanyakan eksistensi dan keberhargaan dirinya sendiri.
2. Silent treatment tanpa pernah mengomunikasikan apa kesalahan atau kesempatan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba aja gitu dimusuhin.
Mau pasangan, keluarga, temen atau siapapun. Bye.👋
tau gak kenapa lo bisa sesakit itu? karena cinta lo itu tulus. gaada strategi, gaada perhitungan, lo cuma sayang dan memberikan semuanya dengan hati yg terbuka. tpi ternyata? semua itu jatuh ke tangan orang yang gatau cara menghargainya
statement ini nyentuh banget :
mulailah belajar menerima dengan lapang hati apapun yang terjadi. karna mau kita diterima atau pun ditolak, semua akan tetap berjalan. karena takdir itu gaa pernah bertanya bagaimana perasaan kita kan? apakah kita suka, gaa suka, bahagia atau gaa bahagia kan takdir gaa tau
takdir juga gaa peduli dengan proses kita, tapi disitulah letak kekuatannya. ketika kita bisa menerima, kita jadi lebih kuat, lebih tenang dan lebih siap menghadapi apapun yang bakal datang ke kita nanti
Hidup sudah semengalah ini.
Menjaga perasaan orang.
Mengerti keadaan orang.
Berkali-kali menahan diri.
Tapi sekali memilih diri sendiri, langsung dibilang egois.
Ternyata orang lebih mudah mengingat satu penolakan daripada seribu pengorbanan.
sekarang jadi paham kalo cinta itu seharusnya nambah tenang, bukan malah bikin overthinking tiap malam. kalo lebih sering nangis daripada senyum, maybe it's not love it's just attachment karena hubungan yang sehat itu bukan bikin kita capek, but makes life feel a little lighter and a little happier.
salah satu bentuk emotional maturity yang paling mahal harganya itu kemampuan buat ngaku salah, minta maaf tanpa pakai embel-embel 'tapi kan...', dan beneran ngubah perilakunya. an apology without changed behavior is just manipulation.
yes aku setuju “love should be fun”
kamu butuh cowo pinter yg bisa diajak tukar pikiran, yg bisa ngasih penjelasan logis tentang overthinkingmu, yg ga insecure an, ga banyak kode tapi langsung action, ga banyak janji tapi kasih bukti, dan bikin kamu nurut tanpa harus ngatur.
Man to girl:
Carilah laki-laki yang emotional intelligence-nya tinggi.
Supaya saat dia tau pasangannya sedang kesal, dia mau ajak bicara. Cari tau akar masalahnya, lalu cari solusinya bersama.
Bukan malah pura-pura tidak terjadi apa-apa. Bukan yang bilang "biarin deh, nanti juga membaik sendiri" atau "males dibahas, nanti ribut". Lalu membiarkan wanitanya menenangkan emosi dan amarahnya sendirian.
wedding dream kamu apa?
nikah untuk tidak bercerai. yang ga bikin salah satu ngerasa jadi beban, ga kasar, no cheating, partner yg saling jaga, saling lindungi, grow bareng. dunia kita kejar, akhirat juga. jadi tempat aman satu sama lain, sampai akhirnya bisa ke jannah bareng.
In this generation, sebenernya lu cuma butuh satu jenis pasangan: yang bikin nervous system lu akhirnya bisa bilang, "You’re safe".
Bukan yang bikin jantung berdebar karena takut ditinggal.
Bukan yang bikin pikiran selalu overthinking.
Bukan yang bikin lu harus terus menebak-nebak posisi lu di hidupnya.
Kalau keberadaan seseorang cuma bisa bikin chaos, cemas, dan merusak kedamaian pikiran lu…
mending nggak usah punya pasangan.
Karena di generasi ini, ketenangan batin jauh lebih mahal daripada sekadar "punya pasangan".
Banyak orang bilang,
"If he wanted, he would."
Dan memang, dalam banyak situasi, kalimat itu ada benarnya.
Usaha adalah salah satu bentuk kepedulian.
Tapi psikologku pernah mengatakan sesuatu yang membuatku melihat dari sudut pandang yang berbeda.
"Mungkin bukan karena dia tidak sayang. Bisa jadi dia memang belum siap secara psikologis, finansial, atau emosional."
"Seporsi mati rasa"
Tidak lagi berharap, tidak lagi berdebat, tidak lagi meminta dan memaksa, karena tenang lebih mahal dari pada mengemis kelayakan diri.
Pernah dengar orang bilang, "Kifarah itu nyata."
Entah kita menyebutnya kifarah, balasan, atau konsekuensi dari perbuatan, satu hal yang pasti: setiap tindakan punya akibat.
“Kalau pasanganmu ga sesuai ekspektasimu, jangan selingkuh. kamu juga ga sesuai ekspektasi dia, dan dia ga selingkuh.”
Kalau pasanganmu nggak sesuai ekspektasimu, selesaikan dengan komunikasi, perbaikan, atau akhiri hubungan secara baik-baik. Jangan memilih selingkuh
Tidak ada pasangan yang akan selalu memenuhi semua ekspektasi kita. Tapi ketidakpuasan bukanlah izin untuk mengkhianati kepercayaan orang lain.
Dewasa itu berani jujur, bukan diam-diam mencari pengganti. Kalau sudah tidak ingin mempertahankan hubungan, akhiri dengan hormat. Jangan membuat orang lain menanggung luka karena keputusanmu sendiri.