Ritus kelana mendedah tujuh petala. Dibasahi larik angin, dirangkai dari sisa puing suralaya, dan ditulis dengan pucuk batu di ruang pusara milik jantung kota.
️️
DIAN KANTHI WIDHIA. 1995.
Aman direngkuh Pertiwi. Menata
pelataran batin dalam dekapan doa
sebelum segalanya tinggal gema.
️️
️
️
𝙋𝙍𝙊𝙔𝙀𝙆𝙎𝙄
𝙇𝘼𝙉𝙎𝙆𝘼𝙋
𝙈𝙀𝙏𝙍𝙊𝙋𝙊𝙇𝙄𝙎
Sekelumit nirmala dan imperfeksi. Mencuri skema gelanggang kota di bawah langit suwung dan kunang-kunang imitasi, pelita yang terlampau magis.
️
️
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠᅠ
𝗟𝗔𝗪𝗔𝗡𝗚 𝗧𝗘𝗗𝗨𝗛
𝗞𝗢𝗡𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜 𝗝𝗔𝗚𝗔𝗟
Barangkali di antara sisa katastrofe serta penghuni yang merangkak dengan gundah-gulana.
Ada butir-butir asrar yang telah dikubur mati di atas tanah ini.
ᅠᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠᅠ
𝗟𝗔𝗪𝗔𝗡𝗚 𝗧𝗘𝗗𝗨𝗛
𝗥𝗔𝗠𝗣𝗔𝗜 𝗘𝗦𝗘𝗧𝗢𝗥𝗜𝗦
Dinding-dinding tua berlalu di setiap kios sederhana. Menyimpan teka-teki dan misteri yang sebelum disambangi.
Tempat ini mengandung distorsi dan hal menakutkan.
ᅠᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ㅤㅤ
ㅤㅤ
𝒜𝓃𝒶𝒾𝓈
Karena situasi dan kondisi saya sedang tidak baik beberapa hari ini dan butuh untuk rapi rapi akun, saya memutuskan untuk melakukan pembersihan.
Bagi yang masih ingin berteman dengan saya, dapat tinggalkan jejak dengan me-retweet cuitan ini.
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
𝗜. 𝙎𝗘𝗡𝗜𝗠𝗔𝗡, 𝙒𝗔𝗥𝗡𝗔 𝙈𝗘𝗥𝗔𝗛, 𝘿𝗔𝗡 𝙇𝗔𝗗𝗔𝗡𝗚 𝘿𝗔𝗡𝗗𝗘𝗟𝗜𝗢𝗡.
Sajak-sajakmu ini selalu terdengar muskil untuk dimahfumi. Sebab ia bernada mengambang, ambigu, seperti ingin kabur.
Apakah ini merupakan cerminan dirimu juga, Jani?
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
𝐕. 𝑷𝐀𝐃𝐀 𝑻𝐄𝐋𝐔𝐊, 𝑩𝐄𝐑𝐒𝐄𝐋𝐈𝐍𝐃𝐔𝐍𝐆 𝑶𝐌𝐁𝐀𝐊 𝑲𝐄𝐋𝐀𝐁𝐔.
Rintik-rintik itu terbawa sampai ke bibir pantai bermata mendung. Lalu dihentam-hentaknya oleh batuan gunung, namun serabut teguh saling mengeratkan kuku.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
𝐈𝐕. 𝑰𝐊𝐑𝐀𝐑 𝑫𝐈𝐒𝐔𝐀𝐑𝐀𝐊𝐀𝐍, 𝑨𝐒𝐀 𝑩𝐄𝐑𝐀𝐑𝐎𝐌𝐀 𝑺𝐈𝐀𝐍𝐆.
Ada hari dimana akar-akar lumpuh kembali dihidupkan. Bersama dengan hati, mati berhasil diluluhkan. Pada hari itu pula, segera terbit buih fajar yang menyentuh lempeng hasrat.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
𝐈𝐈𝐈. 𝑷𝐀𝐃𝐀 𝑻𝐀𝐍𝐉𝐔𝐍𝐆, 𝑩𝐄𝐑𝐁𝐔𝐓𝐈𝐑 𝑯𝐔𝐉𝐀𝐍 𝑨𝐁𝐔.
Lantas keduanya saling mengulur berjuntai-juntai takdir untuk ditenun. Berkelanan pada ingatan juga masa depan yang tak tentu berwujud. Dihiasi kejujuran pencuci mulut.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
𝐈𝐈. 𝑴𝐄𝐍𝐉𝐄𝐌𝐏𝐔𝐓 𝑺𝐄𝐊𝐔𝐍𝐓𝐔𝐌 𝑻𝐀𝐍𝐆𝐊𝐀𝐈 𝑻𝐀𝐁𝐔.
Maka anak Adam dan Hawa itu tak lagi buntung sebab t'lah bertemu dengan separuh lalu membaur meski nilam tak dilapis sadur.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
𝐈. 𝑲𝐄𝐌𝐄𝐑𝐃����𝐊𝐀𝐀𝐍 𝑫𝐈 𝑫𝐀𝐋𝐀𝐌 𝑺𝐔𝐃𝐔𝐓 𝑷𝐀𝐍𝐃𝐀𝐍𝐆 (𝟐):
Sedang waktu enggan luluh, kerasnya lebih dari alu jati kayu. Yang tak mampu mengais cinta kasih sayang dari Ibu. Meringis sampai luka serupa batu. Tak hancur yang rapuh.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
𝐈. 𝑲𝐄𝐌𝐄𝐑𝐃𝐄𝐊𝐀𝐀𝐍 𝑫𝐈 𝑫𝐀𝐋𝐀𝐌 𝑺𝐔𝐃𝐔𝐓 𝑷𝐀𝐍𝐃𝐀𝐍𝐆:
Manusia yang berdiri sendiri-sendiri. Sebuah perundingan dari bangsa yang masih muda, bangsa yang masih tersandung-sandung, masih perlu belajar banyak.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
️
️️️
𝐕𝐈. 𝑼𝐏𝐀𝐘𝐀 𝑴𝐄𝐋𝐀𝐑𝐈𝐊𝐀𝐍 𝑫𝐈𝐑𝐈 𝑫𝐀𝐑𝐈 𝑮𝐄𝐑𝐁𝐀𝐍𝐆 𝑨𝐍𝐓𝐀𝐑 𝑫𝐈𝐌𝐄𝐍𝐒𝐈
Anak itu sungguh diberkati atas kemurniannya.
Maka ia yang suci dan murni akan dipersembahkan kepada yang berdaging dan tak bertulang.
Ampunilah dosa kami.
️
️️️
️
️️️
𝐕. 𝑭𝐀𝐍𝐓𝐀𝐒𝐈 𝑬𝐑𝐎𝐓��𝐊𝐀 𝑻𝐄𝐑𝐇𝐈𝐒𝐀𝐏 𝑩𝐀𝐆𝐀𝐈 𝑫𝐎𝐒𝐀 𝒀𝐀𝐍𝐆 𝑪𝐀𝐍𝐃𝐔
Dimabukkan cuaca yang terus gemetar, dibakar hasrat yang terus mencakar.
Bertanya apakah malam pertama bisa menjerit atau hanya akan jadi kemelut lain?
️
️️️
️
️️️
𝐈𝐕. 𝑺𝐄𝐍𝐈 𝑩𝐄𝐑𝐍𝐀𝐏𝐀𝐒 𝑫𝐀𝐋𝐀𝐌 𝑲𝐔𝐁𝐔𝐑
Mereka yang berjarak mati dengan kami, pernah terbang tinggi mengucur luka sebelum kering dan berguguran.
Berkaca-kaca ketika bibirnya dijahit.
Sebab Sang Hitam seperti puisi.
Ada luka, ada dendam.
️
️️️
️
️️️
𝐈. 𝑩𝐀𝐆𝐀𝐈𝐌𝐀𝐍𝐀 𝑻𝐀𝐊𝐃𝐈𝐑 𝑲𝐈𝐓𝐀 𝑩𝐈𝐒𝐀 𝑻𝐄𝐑𝐉𝐀𝐋𝐈𝐍 𝑺𝐄𝐏𝐄𝐑𝐓𝐈 𝑰𝐍𝐈?
Menurutmu, apakah kita benar-benar mampu mengubah masa depan, agar tidak ada yang pernah menggenapi suratan takdir itu?
️
️️️
️
️️️
𝐈𝐈. 𝑬𝐍𝐀𝐌 𝑺𝐄𝐑𝐀𝐍𝐆𝐊𝐀𝐈 𝑫𝐀𝐍 𝑴𝐔𝐒𝐔𝐇 𝑫𝐈 𝑫𝐀𝐋𝐀𝐌 𝑺𝐄𝐋𝐈𝐌𝐔𝐓.
Pengkhianat, pengkhianat laknat! Berani terka siapa di antara kami yang menjadi pelakunya? Si bejat bengis yang akan segera menarik kami ke dalam lubang jahanam.
️
️️️
️
️️️
𝐈𝐈𝐈. 𝑺𝐄𝐋𝐀𝐌𝐀𝐓 𝑫𝐀𝐓𝐀𝐍𝐆,
𝑷𝐄𝐍𝐆𝐄𝐌𝐁𝐀𝐑𝐀 𝑫𝐔𝐀 𝑫𝐔𝐍𝐈𝐀.
Kabar tak seindah rupa. Manakala ikatan sejarah terus berulang, bermula dari engkau yang buta dilumat ambisi.
Rangkaian janggal itu bukan ilusif, pusara itu selalu nyata.
️
️️️