@iksirdoang@JooFleey@realmadridindo1@RawasiyaI Tolak ukur dikatakan berkelas apa? Harusnya kemampuan pemain akademi lu di kancah eropa juga harus jadi tolak ukur dia dikatakan berkelas
@iksirdoang@JooFleey@realmadridindo1@RawasiyaI penggambaran kata โdominasiโ di konteks lu diatas ini yang interpretasinya jadi umum dan bias kemana mana. kemampuan suatu klub orbitin pemain berkelas ya harusnya berbanding lurus dengan kontribusinya dia di tim terutama di kompetisi eropa. Skrg gua tanyak
@iksirdoang@JooFleey@realmadridindo1@RawasiyaI maka hasil di lapangan (terutama di level tertinggi Eropa) otomatis jadi bagian dari penilaian.
Bukan karena kolot soal trofi,
tapi karena menghasilkan bintang dan berhasil memanfaatkan bintang itu berkaitan
@iksirdoang@JooFleey@realmadridindo1@RawasiyaI Produk La Masia lu kata mahal? Klub lu si paling akademi Kontribusi ke klub lu di eropa gmn? semuanya cuma jadi badut lawan di UCL tiap tahun.
Jadi siapa yang keliatan tolol sebenarnya? Si tolol ๐
@iksirdoang@ThorRahman@JooFleey@realmadridindo1@RawasiyaI Produk La Masia lu kata mahal? Kontribusi ke klub lu di eropa gmn? semuanya cuma jadi badut lawan di UCL tiap tahun.
Jadi siapa yang keliatan tolol sebenarnya? Si tolol ๐
@JooFleey@realmadridindo1@RawasiyaI Memang branding madrid kan galactico dan team wealthy. Lah lu yg brandingnya pake tim akademi malah beda tipis borosnya ๐