Ustadz Khalid Basalamah dalam kajiannya mengatakan :
Kebahagiaan orang lain tidak akan merugikanmu, kekayaan mereka juga tidak akan mengurangi jatah rezekimu.
Hiduplah dengan hati yang bersih, agar ketika melihat nikmat orang lain, hatimu tidak sakit.
LOKASI PELETAKAN OUTDOOR UNIT AC ❄️
Alasan nomor 4 mungkin adalah sebab AC-mu gak dingin-dingin 🌡️ + boros 💰 konsumsi Energi ⚡️
‼️ Warning tidak ada affiliate link
✅ Ada 5 Pertimbangan, langsung aja:
MBG ladang mark up?
Gusmin ngeri membaca liputan dari @projectm_org tentang proyek MBG yang masalahnya ternyata bukan hanya soal kualitas makanan, namun juga di anggaran.
Selain meracuni ribuan siswa dan ibu hamil tanpa tindakan hukum, proyek MBG juga memiliki banyak sekali masalah. Pengadaan banyak item printilan proyek ini penuh dengan muslihat. Misalnya, ada kaos kaki merek antah berantah yang harganya di atas rata-rata. Sepeda motor yang merk dealernya sulit sekali dilacak harganya jauh di atas sepeda motor 'mainstream' di kelasnya. Dan, tablet harganya dikatrol hingga 2x lipat.
Siapa yang bermain? Siapa yang mengawasi? Siapa yang menindak? Tanpa niat baik penguasa, sepertinya ini akan terus jadi misteri.
MBG merampas banyak sekali anggaran untuk kemaslahatan publik. Hampir semua lembaga terkena efisiensi yang mengurangi kualitas pelayanan. Contoh kecil: jalanan rusak, ISBN tak kunjung terbit, hingga informasi bencana yang lambat. Semua kena getahnya.
Dengan anggaran mengerikan, pelaksanaannya justru menunjukkan kegagalan sistemik dan kekacauan struktural. Banyaknya kasus keracunan, menu yang tidak sesuai, produksi kebohongan, hingga potensi korupsi yang besar membuat program ini perlu dievaluasi menyeluruh.
Padahal ada sebuah kaidah penting dalam kepemimpinan. Tasharruful imam 'ala raiyyah manuthun bil maslahah. Kebijakan pemimpin harus mempertimbangkan kebaikan rakyat.
Sampai sejauh mana MBG akan menjadi mega bancakan golongan tertentu? Sampai kapan berita mengenaskan proyek ini akan terus hadir di kehidupan kita? Agak sulit menjawabnya. Sebab semua membutuhkan niat baik penguasa.
Liputan bisa diklik melalui: https://t.co/2IOvvp4yUH
Dear Gen Z,
Buat kamu yang sudah mati-matian nyelesain pendidikan, pontang-panting cari kerja, sampai rela ikut bootcamp dan magang gratisan buat nambah pengalaman, bahkan harus keluarin uang lagi cuma buat memoles CV supaya dilirik perusahaan.
Kamu yang berbulan-bulan berjuang, akhirnya diterima kerja.
Tapi ternyata tempat kerjanya toxic dan punya atasan yang bikin mental breakdown.
Setiap hari harus desak-desakan di transportasi umum, berangkat subuh, pulang malam, kamu tetap bertahan. Karena kamu tahu, cari kerja sekarang susahnya bukan main.
Semua dijalani demi gaji yang sebenarnya nggak seberapa, mengingat harga-harga sekarang semua serba mahal.
Kamu lalui hari-harimu sambil pura-pura kuat, meski kadang duduk di pojokan buat nenangin kepala yang rasanya mau pecah.
Saat terima gaji, kamu merasa senang tapi sedikit mengelus dada, karena nominalnya berkurang agak lumayan akibat potongan pajak.
Kamu coba ikhlas sambil berdoa, semoga pajakmu benar-benar terpakai untuk pembangunan. Kamu sedikit bangga karena ikut berkontribusi.
Sampai di bulan Januari 2026, kamu baca berita:
Indonesia memutuskan bergabung dengan Board of Peace, dan Indonesia ikut iuran Rp17,9 triliun, uang dari sebagian besar APBN untuk disetor ke Trump.
Ya, sebagian yang disetor itu adalah uang kamu.
Gimana perasaan kamu?