Ada cinta yang ingin memiliki
Ada cinta yang takut kehilangan
Namun, ada cinta yang jauh lebih dalam yaitu cinta yang membuat hati rela melepaskan segala yang menjauhkan dari Allah, ruh yang mencintai
Dalam tasawuf, mahabbah bukan sekedar perasaan lembut, melainkan ketika qolbu mulai mengenal siapa yang sebenarnya ia cari
Pernah mencari ketenangan pada manusia
Kebahagiaan pada harta
Penghargaan pada pujian
Dan sandaran pada dunia
Namun akhirnya sadar;
"Tidak ada hati yang benar-benar tenang kecuali ketika ia kembali kepada "Pemilik" hati itu sendiri"
[QS. Ar-Ra'd ayat 28]
Ruh yang mencintai Allah bukan berarti hidupnya tanpa luka
Justru terkadang ia menangis lebih banyak
Kecewa tanpa membenci takdir
Kehilangan tanpa kehilangan Allah
Ia disakiti, namun berusaha tidak membalas dengan kebencian
Memilih menyerahkan urusannya kepada Allah
Memahami bahwa kemenangan terbesar bukan mengalahkan orang lain, tetapi mengalahkan ego diri sendiri
Disinilah tasawuf mengajarkan tazkiyatun nafs (membersihkan jiwa)
~ Qolbu yang iri, belajar ikhlas
~ Qolbu yang mudah marah, belajar sabar
~ Qolbu yabg haus pujian, belajar menyembunyikan amal
~ Qolbu yang menggantungkan kebahagiaan pada manusia, belajar menggantungkan harapan hanya kepada Allah
Semakin mengenal Allah, semakin menyadari betapa kecil dirinya
Doa pun berubah, bukan lagi:
"Ya Allah, berikan aku semua yang aku inginkan", tetapi:
"Ya Allah, berikan aku apa yang membuat-Mu ridho kepadaku, meskipun tidak sesuai dengan keinginanku"
Ini tanda cinta yang mulai matang
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika aku telah mencintainya, aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk berbuat"
[HR. Bukhari no 6502]
Ini menunjukkan betapa hamba yang dekat dengan Allah akan memperoleh pertolongan dan penjagaan-Nya
Ruh yang mencintai bukan selalu mendapatkan apa yang ia mau, melainkan ruh yang belajar berkata:
"Aku percaya kepada-Mu ya Allah, bahkan ketika aku belum memahami jalan-Mu"
Ia tidak lagi bertanya: "Mengapa ini terjadi kepadaku?"
Tetapi belajar bertanya:
"Apa yang ingin Allah ajarkan kepadaku melalui semua ini?"
Ketika cinta semakin dalam, doanya tidak selalu tentang meminta dunia
Kadang ia hanya ingin qolbu yang mengenal manisnya dekat dengan Allah
Dunia yang luas terasa sempit saat hati jauh dari-Nya
Kesunyian terasa indah jika ada dzikir
Kehilangan menjadi jalan pulang jika mendekatkan diri kepada Allah
Dan air mata bisa menjadi ibadah jika jatuh karena takut kehilangan ridho-Nya
Jagalah hatimu, sebab hati mudah berubah
Hari ini menangis karena Allah, besok bisa lalai
Hari ini merasa dekat, besok bisa kembali jauh
Jangan hanya meminta:
"Ya Allah, berikan aku cinta kepada-Mu"
Tetapi mintalah juga:
"Ya Allah, jagalah cinta itu di dalam hatiku sampai akhir hayatku"
Tujuan pecinta bukan sekedar merasakan cinta, melainkan tetap setia kepada Yang Dicintai-Nya
Doa:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan cinta kepada amal yang mendekatkanku kepada cinta-Mu"
Ya Allah, bersihkan qolbu kami dari cinta yang menjauhkan kami dari-Mu
Jika kami mencintai manusia, jadikan cinta itu jalan menuju kebaikan
Jika kami kehilangan sesuatu, jangan biarkan kami kehilangan Engkau
Jika hati kami terluka, jadikan luka itu pintu untuk semakin dekat kepada-Mu
Dan ketika ruh kami kembali kepada-Mu, kembalikanlah ia sebagai ruh yang mencintai-Mu dan Engkau ridho kepadanya
"Ya Allah, teguhkan hati kami di atas agama-Mu, karuniakanlah kepada kami cinta kepada-Mu dan cinta kepada nabi-Mu, serta tutuplah hidup kami dengan iman dan keridhoan-Mu
Aamiin ya Rabbal alamiin 🤲
@Naz_lira Jangan pernah lagi tanya fakta ginian ke uncle Grok. Ga bakalan bisa di jawab, karena sekarang mainnya kurang jauh, mentoknya paling jauh hanya sampai ke Oslo. 🤣🤣🤣
@soni_akun_kedua@CindyBexter@grok Si grok ini sudah berlaku tidak adil. Giliran kita tanya soal kondisi Setan Nyabu dia jawab lain. Sudahlah rok gua ga percaya lagi. 🤣
Ayatullah Ali Khamenei sosok yang lembut sekaligus tegas. Pun hapal Alquran. Insya Allah syahid.
Pesan yang sering dia sampaikan: bersahabatlah dengan Allah sejak muda.