1. Dekat bandara manapun, gak boleh ada bangun gedung/bangunan tinggi
2. Area tepat sebelah bandara juga biasanya kurang menarik buat developer karena berisik suara pesawat
3. Karena daerah dekat bandara gak boleh buat bangunan tinggi dan juga biasanya kurang menarik buat developer karena 2 alasan sebelumnya
4. Lapangan golf salah satu cara memanfaatkan lahan sebelah bandara (bisa lihat hampir semua bandara seluruh dunia, kebanyakan pasti ada lapangan golf di sekitarnya)
5. Karena di Halim juga ada Lanud/Fasilitas TNI-AU dengan banyaknya asset penting seperti hampir setengahnya armada pesawat angkut AU, lapangan golf ini dijadiin buffer keamanan juga.
6. Kalo mau pindahin Halim juga gak gampang, Halim sekarang dibutuhkan untuk meringankan bebannya Soetta. Lanud TNI-AU Halim pun jadi rumah untuk salah satu Skadron angkut berat TNI-AU, kenapa mereka harus di Jakarta?
Karena Divisi 1 Kostrad lokasinya di Jabodetabek dan Jakarta dengan infrastruktur lengkapnya jadi kota ideal untuk sediakan kebutuhan dan sembako jika ada bencana, dimana Skadron Angkut TNI-AU di Halim bisa cepat ngirim bantuan
+ beberapa Skadron di Halim juga punya tugas modifikasi cuaca Jabodetabek saat musim hujan
I hope this answers some of your questions
@txttransportasi Tambahan lagi, koordinasi pusat kedaerah juga mandek. Liat daerah di Sumatera, macet dj Sumsel ke jambi bisa lebih dari 12 jam. Dan lagi-lagi SKB 3 mentri pembatasan angkutan barang cuma dianggap selebaran aja.
@txttransportasi Yang jadi heran truk sumbu 3 atau lebih masih bisa lolos. Dulu katanya operasi Ketupat lebaran itu taruhannya jabatan, jadi kebijakan pembatasan angkutan barang itu gak main main, gak bisa di nego itu kebijakan, udah harga mati. Kenapa sekarang jadi harga tawar?
BREAKING: Trump administration officials describe recent US attacks on drug vessels as “Phase One,” led by SEAL Team Six, according to NYT.
Officials are also discussing a potential “Phase Two,” which could include land based operations inside Venezuela involving Delta Force.
Source: NYT