One day we'll look back and recognize ALL of this ... crypto, 0DTE options, prediction markets, levered ETFs, etc ... as increasingly infectious gain-of-function variants of a semantic virus no less dangerous than Covid.
Just In: CEO of $NVDA Jensen Huang says the AI cycle is not going anywhere
"Most technology cycles last anywhere from 10 to 15 years before it kind of plateaus"
"We are at the beginning of this one"
On a rolling 5-year basis, US stocks have now outperformed international stocks for over 15 years.
Markets move in cycles and nothing outperforms forever.
We are currently witnessing the longest period of US outperformance in history... fueled by an unsustainable AI mania
Sooner or later capital will rotate out of the US and back into international stocks.
Very cool prices in the June CPI were across the board.
Core goods declined for the second straight month, down -0.09%
Housing was up just 0.12%
Core services ex-housing was -0.2%, the lowest since the lockdowns.
I share my real-time TRADE alert (entry & exit points) on WhatsApp, free to join ✅
➡️Copy search input Reply “777” to WhatsApp: +14126891329
Here’s the link : https://t.co/ZZHhEKfEF9
🎥 - DAILY LIVE TRADING
📖 - TRADE RECAPS
☢️ - PERSONAL STRATEGY
@DevonDope @stocktalkweekly All 📈 tips will be pushed instantly on WhatsApp ··🧊
Click this link to join: https://t.co/GTPtHdRSsw
🔀 Copy and send the keyword ""JOIN"" to the WhatsApp number: +12095183528
Namun, sikap seperti ini biasanya ditemukan pada mereka yang kurang pemahaman, kurang pendidikan, atau belum memiliki adab yang baik. Sulit membayangkan sikap seperti ini berasal dari seorang ulama, apalagi yang berasal dari keluarga kyai. Minum es teh enak nih😆
Sering kali, manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain cenderung mudah meremehkan atau merendahkan orang lain. Godaan untuk menghina pun kerap muncul.
Ini tulisan istri saya, tentang dua Gen Z kami yang kemarin baru saja memberikan suaranya di Brisbane. Tentang pencarian mereka akan pilih siapa hingga memutuskan.
Enjoy..
--
Yeay, ada yang sudah nyoblos duluan kemarin di Brisbane 😍. Duo gen Z ini, bener-bener ga mau milih karena ikut-ikutan pilihan orangtuanya, dan mereka bener-bener serius cari informasi sendiri, meskipun tentunya ayahnya juga yang meng-encourage mereka untuk melakukan pencarian sendiri.
Si adek yang baru balik, awalnya datang ke ayahnya nanya,"Yah, emang beneran Anis dicopot jadi mentri karena korupsi?"
Karena si ayah si paling data scientist, lebih suka ngumpulin data daripada jawab. Alhasil nanya lebih banyak ke si Adek, "Kamu tahu dari mana? Temen-temenmu gen Z mikir gitu juga ga?" Dan seterusnya.
"Temen-temenku gen Z banyak yang mikir gitu juga yah, sumbernya kebanyakan dari tiktok," kata si Adek.
Ayahnya ndak mau ngasih tahu, malah nyuruh si Adek nyari sendiri jawabannya. Pingin tahu gimana Gen Z spt si Adek nyari informasi.
Selanjutnya, karena ini anak logis banget, dan memang ga pernah mau didogma, semangat lah dia melakukan pencarian, baca sana sini, bandingin sana sini dan serius mantengin debat capres dan cawapres.
Eh..Setelah ketemu jawabannya dia malah bete sendiri,"Kenapa sih banyak banget disinformasi, kenapa banyak banget hoax beredar dan dipercaya gitu aja. Trus aku ga paham lagi, kenapa masih banyak aja yang memilih yang udah jelas-jelas salah, dan alasannya itu lhoo... ga make sense sama sekali Huh."
Si kakak lain cerita, karena sudah sering dengar ayah bundanya milih apa dan alasannya apa, lagi sibuk ujian juga, awalnya dia cukup terpengaruh. Tapi disaat dia sudah ada waktu, dia melakukan research sendiri. Semua debat capres dan cawapres dia tonton sampai habis. Aku harus punya pilihan sendiri dan punya alasan sendiri, katanya.
"Aku bener-bener luangin waktu buat baca Bun, di semua platform. Aku tahu ga ada yang perfect, tapi at least mana yang terbaik diantara yang terburuk. Aku bandingin ketiganya, aku ke website @bijakmemilihid Bijak Memilih, itu bagus banget buat kasih info ketiganya. Aku baca tentang food estate, tragedi 98, aku baca tentang JIS, formula E, aku baca tentang wadas dan konfliknya, dan issue-issue lainnya. Aku juga bandingin mana yang paling banyak dapat penghargaan, bagaimana kepribadian masing-masing capres, mana yang paling banyak dosanya, dan dosanya ini fatal apa engga. Aku juga mikir dengan semua jejak itu, mana yang kira-kira bakal gampang disetir, mana yang punya sikap. Lalu karena aku punya issue yang aku anggap penting, tentu aja aku pilih yang mengangkat issue itu dong. Dan voila ketemu deh! Sebenernya kalo gen Z mau nyari dan ga kepengaruh bublenya tiktok, banyak banget ko info yang objektif di luaran sana. Kalo cuma di tiktok aja ya no wonder yang salah jadi kebenaran," kata si kakak.
Waah proud Mama 😍, seneng aja melihat mereka berproses sendiri seperti itu, bisa memilih informasi sendiri, dan punya sikap yang kuat. Adeknya malah minta supaya jadwal terbangnya yang sudah di arrange berangkat sama temannya di reschedule, supaya ga ketinggalan nyoblos.
Siapapun pemenangnya, meskipun mungkin akan mengecewakan bagi yang tidak memilihnya, tetapi artinya itulah yang memang layak diterima oleh masyarakat Indonesia. Paling tidak pilpres kali ini lebih seru dan memberikan narasi baru dan pembelajaran baru buat para gen Z. Selamat memilih di tanggal 14, siapapun yang akan dipilih, jadilah pemilih yang kritis dan gunakan hati nurani.