1. Introducing Rialo @RialoHQ
Rialo is a blockchain built for the real world. It unifies fragmented systems into a single full-stack network, enabling apps to launch faster and run smoother. No plugins, no patchwork. Just native web calls, smart triggers, and cross-chain flows.
🇮🇳⛰️ FLASH | Après près de 30 ans passés sur les pentes de l'Everest, le célèbre corps surnommé « Green Boots », devenu un repère pour les alpinistes à 8 500 mètres d'altitude, a été formellement identifié grâce à des tests ADN.
Il s'agit de Dorje Morup, un soldat indien disparu lors du blizzard meurtrier de 1996. L'Inde prépare désormais une expédition pour rapatrier sa dépouille. Le réchauffement climatique, qui fait fondre la neige et les glaciers, entraîne la réapparition de nombreux corps restés prisonniers du plus haut sommet du monde.
Sebanyak 1.000 taruna Akademi Militer akan diterjunkan ke 178 Sekolah Rakyat sebagai pembentukan karakter
Materinya: menyetrika baju, merapikan tempat tidur/ sprei, penataan lemari, nyemir sepatu
Mau sampe kapan kebodohan presiden berakhir, semuanya mau dimasukin TNI
Gila!?!?!🤬
Barusan ada yang cerita kalau dia nabung deposito di bank B*A selama 3 tahun buat dana pendidikan anak.
Ternyata….
Depositonya gak pernah dibuat. Dananya malah masuk ke rekening lain yang bisa diakses oknum sampai habis.
Ngeri sih kalau kronologi ini memang benar.
Jadi kepikiran, harus percaya ke mana lagi kalau bank sebesar ini aja masih bisa kecolongan gara-gara ulah oknum?
Pada akhirnya, secanggih apa pun sistemnya, yang paling susah diprediksi tetap faktor manusia. Inilah mengapa kedepannya sistem harus full mesin automasi alias AI.
Jadi pelajaran buat semua orang supaya jangan cuma simpan bilyet atau bukti setor, tapi sesekali cek juga status produk dan rekening kita.
Btw, ada yang pernah ngalamin sendiri atau punya keluarga/teman yang jadi korban oknum di bank? Ceritain dong?👇
Ada salah satu peserta latsarmil KDMP yang mengundurkan diri (faktor kesehatan) dan beliau sharing apa yang dialami selama latsarmil.
Mindos coba rangkumin disini ya, silakan teman teman menilai sendiri bagian mana yang janggal dan kurang sesuai?
Sisi Negatif:
Masalah dehidrasi dan keterbatasan air minum:
- Pada 5 hari pertama, terjadi krisis air minum di mana peserta hanya mendapatkan jatah 1 hingga 1,5 liter per hari, dan itu pun harus dibeli sendiri oleh peserta.
- Ketika air galon akhirnya disediakan, jumlahnya tidak memadai (1 galon untuk 1 barak, atau setara hanya ±500 ml per orang).
Manajemen kesehatan yang kurang memadai:
- Penanganan medis dinilai meremehkan kondisi sakit peserta (dianggap hanya kecapekan dan tidak langsung diberi obat).
- Terjadi kekosongan stok obat-obatan penting di ruang kesehatan.
- Peserta baru mendapatkan tindakan medis serius (dibawa ke IGD) setelah kondisinya memburuk hingga pingsan.
Kurangnya empati dan tekanan verbal dari petugas medis:
- Peserta yang mengeluh sakit sering kali harus menghadapi kemarahan atau teguran dari oknum petugas selama 2–5 menit sebelum akhirnya diberikan obat.
- Hal ini memicu trauma psikologis, seperti pada kasus peserta yang mengalami hipotermia parah dan menjadi takut untuk kembali ke ruang kesehatan karena trauma dimarahi.
- Kurangnya waktu istirahat: Jadwal harian sangat padat (termasuk kelas di hari Minggu) sehingga memotong waktu istirahat peserta, dengan rata-rata waktu tidur hanya 3–4 jam per malam.
- Prosedur administrasi yang dipaksakan: Peserta diminta menandatangani surat pernyataan terkait riwayat kesehatan pada jam 5 pagi dalam kondisi sakit dan terburu-buru, sehingga tidak sempat membaca isinya.
- Adanya Tindakan Indisipliner Ekstrem: Peserta menyebutkan sempat terjadi insiden kekerasan fisik dan perundungan (bullying) di lokasi latihan.
Anjing anjing anjing. Maksud lo korban kudu lapor dulu? Gimana caranya korban lapor njeng, kan dia disekap! Gak usah sok2an pake Konvensi PBB Anti-Penyiksaan lah kontol, akal sehat dan nurani lo ke mana pantekkkkkkkk!
Bibir digunting, mata buta, hingga cacat permanen setelah disekap 3 tahun,
Komnas Perempuan: “Kasus penyekapan Yuvita belum masuk kategori penyiksaan..”
Berita di TV Taiwan:
- MBG penuh masalah, termasuk keracunan
- Liputan korupsi Dadan CS: memperkaya diri
- Penunjukan vendor tidak jelas, pengadaan gak jelas
- Meskipun begitu Prabowo bersikeras melanjutkan program MBG
Banda Neira menyanyikan lagu "Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti", dalam acara konser bertajuk "Dari Warga Untuk Andrie" sebagai bentuk solidaritas untuk aktivis HAM Andrie Yunus yang menjadi korbang penyiraman air keras.
Selengkapnya di YouTube Watchdoc Documentary
https://t.co/gL5Gj4oTp2
#Watchdoc #kamibersamaandrieyunus
Sentilan lainnya, dan siapakah Martin Terpilowski.🙂
Martyn Terpilowski adalah seorang investor, praktisi teknologi, dan pendiri [Bhumi Varta Technology (BVT)], sebuah perusahaan penyedia platform Location Intelligence (intelijen lokasi/geospasial) berbasis B2B di Indonesia. Terpilowski memiliki latar belakang panjang di bidang keuangan (finance) dan telah beroperasi di Asia selama 25 tahun, termasuk di Tokyo dan Hong Kong, sebelum fokus membangun bisnis teknologi di Indonesia.
Ia dikenal di ekosistem digital Indonesia karena sikapnya yang sangat vokal dan blak-blakan (direct) dalam mengkritik realitas serta budaya modal ventura (venture capital) di dalam negeri.
Kritik Utama Terpilowski terhadap Ekosistem Startup Indonesia
Melalui berbagai wawancara, podcast, dan unggahan di media sosial, Terpilowski sering membagikan "kebenaran pahit" (hard truths) mengenai dunia startup nasional.
* Dominasi Model Bisnis Distributor (Bukan Inovator): Ia menilai sebagian besar startup besar di Indonesia sebenarnya hanya bertindak sebagai distributor atau perantara dagang, bukan pencipta produk teknologi mendasar.
* Ketiadaan Produk Teknologi Asli: Terpilowski menyoroti ironi Indonesia yang kaya akan sumber daya alam (seperti nikel untuk kendaraan listrik/EV), namun tidak memiliki produk teknologi buatan sendiri karena ekosistemnya tidak mendukung inovasi yang serius.
* Kritik terhadap Lulusan MBA vs Pembuat Teknologi: Ia berpendapat bahwa mayoritas pendiri startup di Indonesia berlatar belakang bisnis (MBA) dan mengejar pertumbuhan cepat (fast dollars), bukan anak-anak teknik (seperti lulusan ITB) yang benar-benar berfokus pada riset, mendalami sains, dan membangun teknologi mendalam (deep tech).
* Masalah Modal Ventura (VC): Sebagai pendiri perusahaan teknologi berskala besar yang dikembangkan secara mandiri (bootstrapped tanpa dana VC luar), ia mengkritik banyak investor modal ventura lokal yang dianggapnya kurang memahami perputaran uang riil dan hanya mementingkan metrik bakar uang (burning cash) serta valuasi semu.
Gibran ditagih 19juta lapangan pekerjaan:
“Saya menyarankan anak anak untuk belajar AI dan coding sedini mungkin, bahkan di pesantren pesantren sekarang mereka ngaji pun pake AI”
Host nya sampe shock denger jawaban Gibran, wajar sih dapet julukan bocah kosong