Celahnya ada di keputusan TVRI jual hak siar ke korporasi swasta (Folaplay, K-Vision, Transvision, Indovision) dan BUMN (Maxstream).
Karena mereka korporasi, mereka 'boleh' menarik biaya berlangganan.
Memang benar pake APBN, berarti titik kritisnya disini. Dengan uang segini, dipakai untuk apa saja, makanya perlu transparansi
Bukan debat negara A gratis, negara B bayar. Ini pendapat saya sih
Kalo saya pribadi. TVRI mau mungut biaya tayangan di gadget (HP, laptop,dll) ga masalah, itu hak dia dan bisnis dia. Piala Dunia juga bukan komoditi pokok di kehidupan sehari-hari
Gini loh.
Harga hak siar itu paketnya beda-beda.
Kenapa Indonesia gak bisa kaya Malaysia yang kasih akses gratis semuanya, karena mungkin biaya yang dianggarkan dan disetujui hanya yang FTA.
Jadi, kalau dianggap scam ya gak tepat juga.