Selamat hari kasih sayang lewat satu hari, untuk yang jemarinya menari di atas kunci melodi. Lambungku jauh dari tempat tidur, ada kecenderungan merusak diri ketika sadar, dan ada satu pertanyaan buatmu, Lukman: ke mana perginya kesadaran manusia ketika jiwanya terpenjara cinta?
@Langkhara Dia dengar, tapi kartu bukan dibawa ke arah tempat seharusnya melainkan dipandangi sebelum didekatkan pada dada; tidak terjadi apa-apa. Layang terdiam, antrean gelisah, tubuhnya yang tinggi menjulang dua meter menarik perhatian.
@monoIik β¦ Ada jeda di antara kalimatnya, ibarat kaki-kaki yang telah biasa menjejaki jalanan ini, tatapan mata tetap terarah padamu yang berada di sebelahnya, menatap lembut dari riak wajah yang terbiasa terlihat durjana. βTapi angin jam segini enak, kan?β
@monoIik. | Bagi Pramuja, observasi adalah bagian dari hidup, apalagi bila objeknya macam engkau. Maka jangan ditanya mengapa sedari tadi yang dilakukannya cuma merapatkan tubuh dan menilik isi daripada buku yang ada di tanganmu; ikut membaca? Semoga saja asap ...
@monoIik Kekeh ringan mengudara, padahal baru dibelai ujung jemari-jemarinya, namun reaksimu sama seperti sebelumnya. βYaudah kita jalan dulu,β Tangan kembali diam di atas bahu, βdi sekitar sini ada tempat buat nongkrong tapi nggak rame, terus ada toko buku tapi bukan Kwitang,β β¦
@monoIik β¦ langit-langit mulutmu perlahan dengan tampuk lidah. Mata itu memindai bagaimana kelopakmu nyaris tertutup tapi juga tidak, betapa manisnya. Satu tangan meraba tengkuk, dibawanya jemala itu kian dekat, biar saja suara film teredam decakan. Tidak ada yang peduli.
@monoIik Biarlah tengkuk leher merana diserang pegal linu setelahnya berkat posisi yang sedemikian rupa, anggap hati Pramuja sedang terhibur. Lengan mendekap pinggang laun erat, pun terbukanya birai jadi komando buatnya melesakkan lidah ke dalam, hangatnya tak kira-kira, dibelainya β¦
β¦ dibawa keluar tenda bersamamu usai ucap perpisahan ringan dihaturkan kepada sang penjual. Salira yang jangkung mengikuti jejak-jejak langkahmu yang menempel padanya, bukan main senangnya. βGua ikut lu aja, sering gua ke sini,β jemarinya naik, merambat perlahan dari β¦
@Langkhara Meski tengah diperhatikan, Lukman tidak merasa ada tekanan untuk segera memberikan jawaban. Sebab itu ada diam yang berlangsung cukup lama, ia memikirkan tujuan selanjutnya dengan leluasa. Usai beberapa detik berlalu, sepasang matanya berlabuh pada milikmu. βGue ngga hafal β¦
@monoIik Kalimat yang seharusnya dia lepas sebagai responsi atas kata-kata, dari bibir yang sekarang menyatu dengan milikmu. Mengapa menyatu? Sebab tentu saja Pramuja bukanlah golongan manusia yang akan puas dengan sekadar menempelkan bibir semata; mulut terbuka, kepala miring ke sisi, β¦
β¦ beberapa jam denganmu, diam-diam dia menyebutmu pengampunan. βBelum, kok. Lu mau ke mana?β Tangan beristirahat di bahumu, merunduk kepala dengan pandang yang menyapu tiap-tiap garis halus durja itu. βGua temenin, ya?β @monoIik
β¦ nyata; sebab Pramuja itu keras kepala, biasanya dia ogah diberi tahu. Paling congkak. Melihat ranummu yang bercuap-cuap, ingin sekali dia mencium β katakan saja dia orang bejat, enggan dia berpisah, padahal dari duapuluh sembilan tahun hidupnya, baru dia habiskan β¦
@steilarace YA ALLAH, GEMAS BANGET. Didekapnya si kecil dengan erat, mungkin saja dapat menyeruakkan teriakan melengking sekali lagi. βIya, gua janji,β katanya, langkah lebar-lebarnya meniti pinggiran dermaga seraya jemala menoleh ke kanan dan kiri mencari toko yang terbuka.
Mengangkat si bocil dengan dua tangan kokoh yang menyangga ketiak sebelum membawa @steilarace berputar-putar di udara cuma buat liat reaksi apakah dia bakal menangis. βOm mau lempar Ayes ke sungai, siap-siap,β begitu ucapnya.