@chaaaaww Turut berdukacita saat anak muda butuh kerja harus melewati pelatihan ala tentara apabila mundur di denda dan ketika tubuh memberikan tanda.. Tetap dipaksa demi kebanggaan keluarga... Sangat berbeda dengan yang tiba-tiba Komisaris.
Pengadilan negeri jakarta timur masuk angin.
Seharusnya kasus ini yg perlu disiarkan langsung sebab seluruh rakyat Indonesia punya hak untuk mengetahui kejelasan riwayat pendidikannya Jokowi.
Kenapa justru kasus sepele seperti kopi sianida bisa disiarkan langsung?
@KejaksaanRI@officialMKRI@MahkamahAgung
Latihan Dasar Kemiliteran untuk manajer Koperasi Merah Putih itu memang bukan untuk urusan capacity building.
Gak usah repot-repot dibandingin sama Alfamart.
Ini strategi menanamkan dominiasi militer terhadap ide supremasi sipil. Agar mereka selalu ingat siapa "superior" nya.
๐จ Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Nola Dya Sari, korban ke-5 dari peserta Koperasi Desa Merah Putih meninggal.
Nola meninggal disebabkan sesak nafas. Sempat dilarikan ke RSUD Abdul Aziz, tp tidak bs dipulihkan.
TOTAL ADA 5 ORANG MENINGGAL ASTAGFIRULLAH
#IndonesiaGelap
Dalam demokrasi, mendukung atau mengkritik pemimpin adalah hak setiap warga negara.
Penilaian terhadap pemimpin tidak ditentukan oleh pidato, pencitraan, atau popularitas. Pemimpin dinilai dari hasil kerjanya.
Wapres sudah TERBUKTI melakukan tindak PENYUAPAN terhadap mahasiswa.
Berarti ini sudah sesuai dengan Pasal 7A UUD 1945.
Berarti sudah SAH dan harus DI BERHENTIKAN sesuai dengan hukum dan UU yang berlaku ๐ฅ๐ฅ
Dalam satu halaman, terlihat kontras: Gedung Dapur MBG Mewah VS Sekolah SD Sudah Tak Layak Lagi ๐ฅด๐ญ
Seharusnya pemerintah fokus dulu pada sarana pendidikan dan infrastrukturnya ๐ฅฐ
Sejak Mulyono menjabat, aksi demo apalagi yg demo mahasiswa,
Luar biasa jahatnya tangan oknum aparat.
Ringan sekali tangannya menyentuh rakyat.
Seperti banyak video yg sudah kita saksikan
Mahasiswa diperlakukan seperti penjahat yg harus dihajar habis-habisan.
Tidak jarang main keroyokan
Padahal si mahasiswa sudah tidak berdaya.
Mahasiswa bersuara demi bangsa dan negara
Bergerak demi nasib seluruh rakyat Indonesia
Termasuk demi nasib oknum aparat dan keluarganya.
Makanya saya dkk hampir selalu mengawal setiap aksi mahasiswa turun ke jalan,
Tidak tega melihat mereka diperlakukan sewenang-wenang,
Krn hanya dianggap anak nakal dan tidak paham hukum.
Dan saya sudah sering menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa arogannya oknum aparat dalam menghadapi aksi mahasiswa.
Saya kira tahun 2019 sudah paling ganas
Saat mahasiswa protes mulyono, mahasiswa diserang gas air mata, dikejar dan dipukuli secara membabi buta.
Sampai banyak korban luka bahkan ada yg kritis .
Ternyata ๐ญ
Harusnya Pak Prabowo ingat bagaimana rakyat dan juga mahasiswa dulu mati-matian membela beliau, berkali ambil resiko turun ke jalan, malah sampai banyak korban jiwa.
Dikejar oknum aparat, diserang gas airmata, mobil medis saya dipukuli, peralatan medis saya kocar kacir, TS saya difitnah, bahkan terakhir sempat dada saya kena serempet peluru.
Semua sudah kami alami di era mulyono.
Harusnya Pak Prabowo lebih bijak dan legowo menghadapi aksi rakyat, terutama mahasiswa.
Bukan malah lupa dan lebih-lebih dr mulyono.
Ohya, selama kami aksi turun ke jalan di era mulyono, adanya TNI malah jadi pembela kami.
Setiap ada oknum aparat coklat mau menyerang, Bapak-bapak TNI turun menengahi.
Makanya kami lebih tenang jika ada TNI di lapangan aksi.
Kalau sekarang ??
Sebenarnya apa sih yg harus ditakuti dari aksi mahasiswa?
Apa mungkin mereka melakukan kudeta ?
Apa mungkin tetiba mereka memberhentikan presiden dan wakilnya ?
Apa mungkin begitu mereka masuk, lgsg merubah UU ?
Mereka Hanya ingin di DENGAR !!
Paling keras yg bisa dilakukan mahasiswa sebatas merobohkan pagar rumah rakyat, itupun karena pintunya kalian kunci rapat.
Coba kalian buka pintu, terima mereka, dengarkan aspirasinya
Pastinya tidak perlu ada acara paksa memaksa.
Bahkan menerima mereka hanya untuk sekedar meredam, basa basi saja..itu sudah baik.
Tapi itulah, karena mahasiswa & rakyat yg kritik sudah lebih dulu dianggap musuh.
Pemerintah anti kritik.
Maka kalian tidak mau membuka pintu juga hati dan telinga.
Sampai kapan rakyat dan aparat diadu begini ??
Sampai kapan rakyat dianggap hanya objek ??
#IndonesiaGelap