Sehebat apa pun kamu dan setinggi apa pun pendidikanmu. Jangan merasa lebih hebat di depan orangtuamu. Apalagi dengan kata-kata yang membuat hatinya sedih. Meski kenyataan secara kemampuan berpikir kamu memang lebih hebat. Tapi, yang kamu anggap bodoh itu yang menyekolahkanmu.
Setiap orang pernah salah. Saya pernah, kamu juga pernah. Tingkat kesalahannya aja yang berbeda. Kalau emang ada salah, kasih penjelasan, bukan kasih alasan. Besarkan hati, bukan tinggi hati. Minta maaf, bukan minta pembelaan
๐ฆ๐ป: Kamu kok nggak pacaran?
๐ฉ๐ป: Maaf, kalau cuma buat buang-buang waktu. Banyak drama. Ngabisin uang. Ujung-ujungnya saling mencurigai dan menyakiti. Ya buat apa? Toh, kalau cuma sekadar punya teman makan dan jalan-jalan, aku punya banyak teman dan mereka tidak banyak nuntut.
Coba jelaskan bagaimana cara memperbaik perasaan yang rusak? Hati yang terlanjur pecah. Kecewa yang melangit. Bagaimana caranya agar aku bisa kembali seperti sediakala memperlakukanmu. Setelah semua rencanaku kau buat berantakan sesukamu waktu itu.
Seolah sedang memotivasi orang lain. Padahal sedang menguatkan diri sendiri. Seakan berusaha terlihat bijaksana. Padahal sedang menasihati diri sendiri.