Bapak, Ibu, dan Anak diduga kuat miliki ijazah palsu.
Ijazah Ibu tidak dipersoalkan karena Ibu tidak pernah gunakan ijazah tersebut untuk dapatkan jabatan publik - beda dg Bapak dan Anak yg gunakan “ijazahnya” utk dapatkan jabatan publik.
KBRI Singapura & Australia di sidang MK: “Kami tidak punya arsip pendidikan Gibran sama sekali.”
Bukan cuma hilang, tapi tidak pernah ada 😱
Gibran ini sekolah beneran atau cuma ngaku sekolah?
"Kubu Gibran tidak mampu menyodorkan bukti kelulusan Gibran di LN baik itu ijazah, transkrip nilai, maupun keterangan KBRI. Hanya selembar Suket.
#MakzulkanGibranDiSidangMK
Suket mestinya lahir dari dokumen2 di atas, bukan menggantikan dokumen2 di atas"
Suket bodong!
MK sudah mengeluarkan peraturan Lex Specialis untuk memproses gugatan keabsahan Wapres Gibran.
Bismillah
#BersamaSelamatkanNKRI
20/9/2026:
"Konferensi pers resmi "Ratusan tokoh bangsa siap makzulkan Gibran""
https://t.co/kY8PiyqOHM
#BersamaSelamatkanNKRI
Aku Caci Dulu, Siapa Tahu Hoki
Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat sering melakukan manuver dalam berbagai kesempatan, tentunya sebelum mendapat jatah kue sisa dari Jokowi.
Bocah yang baru menetas dari kinder joy ini secara lantang mengkritik food estate Jokowi, AHY menilai kebijakan food estate sebagai kebijakan yang grusa-grusu. “Apa kabar food estate?”, begitulah si bocah sebelum menikmati kue.
Selain food estate, the bocah kinder joy with pajamas ini juga pernah mencibir proyek kota berhantu Jokowi, yaitu IKN Nusantara. Katanya, Jokowi terlalu memaksakan proyek mercusuar dengan membangun IKN Nusantara padahal uangnya tydack ada. Sedangkan ketika sudah memakan kue, ia berbalik memuji calon Hambalang Jilid 2 itu.
But well, musim paceklik selama 9 tahun memang terasa sangat berat bagi Demokrat, apalagi dengan adanya rencana kudeta dari Moeldoko yang akhirnya membuat AHY harus rela menghamba kepada Jokowi.
Bangkit dan Bersinar
Masuknya Partai Demokrat ke kubu Prabowo-Gibran seolah sebagai penanda, bahwa Demokrat ingin mengulangi masa kejayaan mereka dulu ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Presiden selama dua periode.
Meredup dan runtuhnya Kerajaan Cikeas selama sembilan tahun kemarin membuat banyak kadernya frustasi. “Mau ke sana tak boleh, mau ke sini oh tydack bisa”. Kiranya seperti itulah yang dirasakan oleh Partai Demokrat selama menjadi oposisi rezim Jokowi, sama seperti apa yang dirasakan oleh Prabowo ketika belum menjalin hubungan mesra dengan Jokowi, seperti yang pernah ia sampaikan kepada Najwa Shihab.
Apakah dengan bergabungnya Partai Demokrat ke rezim Prabowo akan membuat Kerajaan Cikeas berjaya kembali? Let's wait and see.
Ditulis oleh Hara Nirankara
Hoki, Bro. Wakil Ketua MPR Nih!
Seperti yang sudah Saya bilang, nikmatnya kue yang diberikan oleh Jokowi membuat Demokrat ketagihan, yang pada akhirnya membuat partai itu melanjutkan masa indahnya bersama Prabowo-Gibran.
Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas merupakan kakak dari bocah kinder joy AHY, ia dipilih oleh Partai Demokrat untuk menempati posisi Wakil Ketua MPR. Tentu saja posisi ini sangat strategis bagi Partai Demokrat, kapan lagi bisa menguasai lembaga yang mengatur UU yekaannnn? Posisi itu tentunya membuat Demokrat senang bukan main, sehingga kesengsaraan selama 9 tahun terbayarkan dengan hasil yang memuaskan.
But wait, Saya tydack mempermasalahkan posisi yang didapat oleh Demokrat. Justru yang Saya permasalahkan yaitu, orang dengan basic knowledge bisnis dan ekonomi kenapa bisa menjabat sebagai Wakil Ketua MPR?
Ibas mendapat gelar Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce di Curtin University, Perth, Australia. Selain itu, ia juga memperoleh gelar Master of Science in International Political Economic dan juga gelar Doktor Manajemen Bisnis.
Imagine! Seseorang dengan basic knowledge bisnis dan ekonomi menjabat sebagai Wakil Ketua MPR yang mengurusi hal-hal seputar mengubah dan menetapkan UUD, menentukan Garis-garis Besar Haluan Negara, serta menetapkan, melantik, dan memberhentikan Presiden/Wakil Presiden.
Arrrrgh!! mau dibawa ke mana hubungan kita? Eh maksudnya negara ini.
Aku Caci Dulu, Siapa Tahu Hoki
Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat sering melakukan manuver dalam berbagai kesempatan, tentunya sebelum mendapat jatah kue sisa dari Jokowi.
Bocah yang baru menetas dari kinder joy ini secara lantang mengkritik food estate Jokowi, AHY menilai kebijakan food estate sebagai kebijakan yang grusa-grusu. “Apa kabar food estate?”, begitulah si bocah sebelum menikmati kue.
Selain food estate, the bocah kinder joy with pajamas ini juga pernah mencibir proyek kota berhantu Jokowi, yaitu IKN Nusantara. Katanya, Jokowi terlalu memaksakan proyek mercusuar dengan membangun IKN Nusantara padahal uangnya tydack ada. Sedangkan ketika sudah memakan kue, ia berbalik memuji calon Hambalang Jilid 2 itu.
But well, musim paceklik selama 9 tahun memang terasa sangat berat bagi Demokrat, apalagi dengan adanya rencana kudeta dari Moeldoko yang akhirnya membuat AHY harus rela menghamba kepada Jokowi.
“I Want The Cake!”, Bangkitnya Kerajaan Cikeas
Kurang lebih 9 tahun lamanya Partai Demokrat menjadi oposisi Jokowi, dalam waktu yang lama itu tidak ada yang bisa dilakukan oleh Demokrat selain menggosipi pemerintahan Jokowi. Musim paceklik Demokrat ini bukannya tanpa sebab, langkah politik yang diambil oleh Susilo Bambang Yudhoyono dinilai penuh keraguan.
-Mau gabung ke Jokowi, nanti dijauhi rakyat. Jadi oposisi, suara di Parlemen terus berkurang-
Hingga akhirnya Demokrat memutuskan untuk menaiki gerbongnya Jokowi, dan tak lama setelah keputusan itu, Agus Harimurti Yudhoyono langsung mendapatkan jatah kue sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional.
Kue sisa yang diberikan kepada Demokrat ini sontak saja membuat publik mengerutkan dahi sekaligus tertawa. “Sudah tak tahan juga ternyata”, kira-kira seperti itulah respon masyarakat atas bergabungnya Demokrat ke rezim Joko Widodo.
Nikmatnya kue sisa yang diberikan oleh Jokowi kepada Demokrat membuatnya ketagihan, hingga akhirnya memutuskan untuk menghadiri pada acara pembagian kue yang sama pada kabinet kerja Prabowo.
Apa yang dirasakan oleh Demokrat jelas berakhirnya masa pemerintahan Jokowi memang terasa indah, seperti kata Sekjen PKS yang memutuskan untuk masuk ke gerbong yang sama seperti Demokrat.
“Kekuasaan itu indah, kawan-kawan…” begitulah kalimat yang diucapkan oleh pecundang dari Partai Keadilan Sejahtera.
[Esai]
Kehancuran Kerajaan Jokowi
Menghilang dan tidak hadirnya fufufafa dalam acara penting semakin memperkuat asumsi publik, bahwa hubungan antara Prabowo dan Jokowi akan kandas dalam hitungan hari. Sang Raja Jawa sendiri dalam acara pelantikan anggota DPR terlihat murung, sedih, karena tidak dianggap oleh orang-orang yang dulu memujanya.
Semua hal tadi seharusnya tidak perlu terjadi, jika Yang Mulia Ratu Jawa tidak merasa sok hebat, tidak menuruti syahwat kekuasaannya, tidak memaksakan Gibran untuk menjadi Wakil Presiden.
Namun pada kenyataannya, Ratu Jawa telah terpedaya oleh ambisi kekuasaan yang justru akan menghancurkan Kerajaan Jokowi, yang selama 10 tahun telah ia bangun dengan susah payah.
Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah nyata di atas?
Ditulis oleh Hara Nirankara
Keluarga Nir Moral
Setelah mendapatkan serangan balasan yang begitu banyak, Kerajaan Jokowi pun melakukan rapat internal guna membalas serangan yang masih saja dilancarkan ke benteng Kerajaan.
Setelah mengatur siasat, muncullah Kaesang dengan mengenakan kaos yang bertuliskan “Putra Mulyono”. Serangan balasan itu tentunya membuat segenap rakyat menjadi semakin marah, sehingga terbitlah meme-meme di internet.
Kemunculan Kaesang dengan mengenakan kaos itu dinilai sebagai bentuk tantangan dari pihak kerajaan, yang mana semakin menandakan bahwa Raja Jawa dan keluarga tidak memiliki moral yang baik sebagai penyelenggara kekuasaan. Bagaimana tidak? Bukannya malu dan memperbaiki diri malah semakin mempermainkan emosi rakyat. Apakah rakyat akan diam saja? Oh tentu tidak.