Per pagi ini, Rabu 19 Agustus 2026, hadiah Sayembara untuk menunjukkan Ijazah SMA/sederajat Gibran sudah menjadi Rp 1.051.050.000,- naik signifikan karena ada yang mewakafkan tanahnya dengan nilai Rp 700 juta, dan sudah saya verifikasi.
Ada yang bilang, kenapa pakai sayembara sih?
Agar banyak pihak terlibat memikirkan hal penting ini. Menjaga aturan main kontestasi pilpres agar dihormati, tidak diakali. Syarat umur sudah diakali, mosok syarat pendidikan diakali lagi?
Soal langkah hukum tentu terus dilakukan. Soal argumentasi hukum tata negara sudah pula berulang saya jelaskan.
Soal bantahan dari para buzzer dan termul ... ya begitulah. Nggak perlu serius ditanggapi.
Minta mereka dan Mas Gibran tunjukkan saja ijazah SMA/sederajat tersebut, sebagaimana Gibran pernah terbuka mengundang wartawan dan menunjukkan ijazah S1nya.
Kalau memang ada, kenapa dipersulit?
Kecuali memang tidak ada, silakan berhenti (mundur), atau terpaksa kita dorong untuk diberhentikan (impeachment).
Bukan karena soal pribadi Gibran, tetapi soal menjaga kehormatan etika dan konstitusi bernegara.
Salam Integritas!
🚨 ÚLTIMA HORA:
Israel y EE.UU. querrán poner fin a la guerra después de esta noche porque se dieron cuenta de que no pueden derrotar a Irán.
Irán está bombardeando a Israel sin descanso esta noche.
ROROK REKTOR UGM TERKUAK, OVA EMILIA TAKUT SETENGAH MATI...
MUNCUL DOSEN PERNAH DIPECAT, SAYA DIANCAM KARENA MAU JUJUR...
IJAZAH JOKOWI TIDAK ADA DI UGM....‼️
#JokowiGarongHakRakyat#JokowiGarongHakRakyat
🆘🆗
Pak @Amran_Sulaiman1, Menteri Pertanian RI, @kementan@Aceh
Anda datang ke ruang publik dengan nada menuduh, seolah-olah Pemerintah Aceh “menahan” dana pemulihan pertanian Rp2,5 triliun. Video itu viral.
Rakyat Aceh yang masih berjuang bangkit dari bencana langsung menelan narasi seolah uangnya sudah di tangan daerah tapi tidak disalurkan. Padahal faktanya sangat berbeda.
Dana itu *bukan transfer tunai ke kas Pemerintah Aceh maupun kas kabupaten/kota*.
Mayoritas dikelola langsung oleh satker pusat dan balai Kementerian Pertanian Anda sendiri melalui KPPN.
Hanya sekitar Rp515 miliar yang berada di satker daerah melalui skema Tugas Pembantuan (di mana Provinsi Aceh mengelola hanya sekitar Rp9,7 miliar, sisanya di kabupaten/kota).
Sisanya ±Rp2 triliun dipakai untuk pengadaan alsintan, bibit padi, jagung, dan program perkebunan yang dikendalikan dari pusat. Pemerintah Aceh adalah penerima manfaat, bukan pengelola kas.
Ketika Anda menanyakan di depan Gubernur seolah uangnya “ditahan”, Anda menciptakan persepsi yang keliru di tengah masyarakat yang sedang sulit. Itu bukan transparansi. Itu menciptakan gaduh.
Seorang menteri yang paham mekanisme keuangan negara seharusnya lebih dulu menjelaskan anatomi anggaran kepada publik, bukan melempar tuduhan yang kemudian harus diluruskan oleh pihak daerah.
Aceh bukan daerah biasa. Sejarah konflik masih hidup di memori kolektif, termasuk di kalangan mantan kombatan GAM.
Jangan sampai kesalahpahaman yang dibuat pejabat pusat menjadi bahan bakar baru bagi rasa ketidakpercayaan dan frustasi.
Rakyat yang sedang butuh bibit, alat, dan lahan yang pulih tidak butuh drama birokrasi yang membuat mereka merasa dikhianati lagi.
Kalau Anda serius ingin mempercepat pemulihan:
1. Buka data secara rinci dan transparan: berapa yang sudah terserap di satker pusat, berapa realisasi fisik alsintan dan bibit yang benar-benar sampai ke petani, berapa yang masih mengendap.
2. Jangan lagi bicara seolah-olah daerah yang menahan uang, padahal kendali terbesar ada di tangan kementerian Anda.
3. Fokus pada hasil di lapangan, bukan pada pencitraan seolah pusat sudah “memberi” sementara daerah “lambat”.
Masyarakat Aceh butuh pekerjaan yang selesai, bukan narasi yang membuat mereka marah.
Anda menteri. Tugas Anda menyelesaikan masalah, bukan menambah api di daerah yang sudah pernah terbakar.
Luruskan sendiri informasi yang Anda sebarkan. Jangan biarkan rakyat yang sudah capek harus kembali mempertanyakan niat baik negara.
Menurut keyakinan saya, Aceh begejok karena pemerintah "mengabaikan" rakyat Aceh.
Pemerintah terlalu fokus pada proyek-proyek kampanye dan foya-foya ngk jelas yang bikin sakit hati rakyat...
Instrospeksi lah wahai para pemangku jabatan....
Hanaya do'a bersama untuk memperbaiki bangsa tang telah rusak kronis,dan memperingati 21 Tahun Damai aceh, knp dihalang halangi wak.
Kami bukan minta merdeka bukan nak pisah pula dari negara yang pejabatnya babi ngepet perusak negara.
Kami hanya memohon doa supaya babi ngepet perusak bangsa itu digilas oleh tronton
🚨 ALL EYES ON ACEH 👀
Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 dalam rangka mengenang MoU Helsinki di Masjid Raya Baiturrahman memanas setelah massa membentangkan bendera Bulan Bintang, Sabtu (15/8/2026).
Situasi tersebut kemudian memicu ketegangan di lokasi.
Aparat keamanan melarang pengibaran Bendera Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman pada peringatan 21 tahun MoU Helsinki, perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia.
Pemerintah dituding meremehkan perjanjian damai tersebut karena dinilai belum sepenuhnya memenuhi komitmen untuk membangun ekonomi Aceh serta memberikan kewenangan yang lebih besar kepada Aceh dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat Aceh.
Abang ini disiram karena berteduh di pinggir pos sekuriti salah satu perusahaan, dia berteduh karena lelah dan kecapean.
Ya Allah sakit banget liatnya diperlakukan seperti ini abang ini 🥹
1. Bonatua Terima Salinan Ijazah Jokowi dari KPU pada 9/2/2026 tanpa ada informasi yang ditutup.
Mari semua analisis dokumen resmi dari KPU itu dengan kepala dingin dan hati yang jernih
#TangkapRektorUGMKriminal#TangkapRektorUGMKriminal
Kasihan sekali jadi WNI. Padahal nenek sedang berusaha untuk bertahan hidup demi sesuap nasi.
Padahal amanah UUD 1945 mengatakan bahwa :
“fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara“
Diatur dalam Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pengelola Negara dan Aparatnya SANGAT DZOLIM!!
Mau NYAPRES ⁉️⁉️⁉️
PERIKSA DULU IJAZAH ‼️
Kalo Sekarang BERHASIL Jadi WAPRES Khan HASIL MEMPERKOSA KONSTITUSI Dengan PERTOLONGAN PAMAN di @officialMKRI