Reserve spot dulu disini. Game mirip pirate nation. Kali aja kan jackpot kayak pirate nation season 0 -awalan-
Kalo ga keberatan, pakai link saya dong, akun sepi nih, biar ada distribusi kekayaan & kesempatan
https://t.co/gazpfDWBlv
Saya tau kakak CS ini cuma menjalankan tugas, merespon isu nasional sesuai SOP yg diterapkan atasan. Namun maaf, kami sebagian besar warga negara baik WNI maupun WNA, tidak sudi lagi nabung di Bank BUMN sebelum uang para jamaat kembali!
Hai Kak @VeritasArdentur, Terima kasih atas perhatian yang diberikan 🙏🏻. Kami minta maaf atas kekhawatiran yang timbul terkait dugaan investasi fiktif di Aek Nabara, Sumatera Utara
BNI juga memahami dan turut merasakan keprihatinan yang dirasakan oleh Suster Natalia serta seluruh jemaat. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul, dan memahami bahwa peristiwa ini tidak hanya berdampak secara materiil, tetapi juga menyentuh aspek kepercayaan.
Kepada seluruh nasabah, kami ingin menegaskan bahwa dana pada produk resmi BNI tetap aman dan seluruh layanan perbankan berjalan normal sesuai standar operasional yang berlaku.
Saat ini, BNI berkomitmen untuk melakukan penggantian dana nasabah dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku serta melalui proses verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Proses ini merupakan bentuk itikad baik BNI dalam menyelesaikan permasalahan sejak awal, di mana sebelumnya kami juga telah melakukan penggantian dana awal kepada nasabah berdasarkan hasil verifikasi.
Perlu kami tegaskan bahwa peristiwa ini merupakan tindakan oknum di luar sistem operasional BNI. Peristiwa ini juga terungkap berkat adanya kunjungan petugas bank kepada nasabah sebagai bagian dari kontrol operasional di cabang.
Sebagai bentuk tanggung jawab, BNI telah melaporkan kasus ini kepada Aparat Penegak Hukum sejak awal, sehingga pelaku dapat diamankan dan saat ini tengah menjalani proses hukum.
Kami mengajak masyarakat untuk tetap bersabar serta tidak memperluas isu ke arah yang tidak relevan, termasuk isu yang berpotensi memecah belah (SARA). BNI tetap berpijak pada ketentuan hukum dan prinsip kehati-hatian dalam menyelesaikan perkara ini.
BNI berkomitmen menyelesaikan permasalahan secara objektif, transparan, dan bertanggung jawab, serta terus menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh nasabah.
Semoga informasi yang mimin sampaikan dapat membantu ya Kak. Semoga prosesnya berjalan lancar & sehat selalu. Mimin senang melayani sepenuh hati 😊. Tks - CX Yulio-
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Guys adi taher baru aja cerita
asal mula di jualan burger
adlis burger juicy luicy cempaka putih
Semua ini dimulai dari satu titik:
karier Aldi Taher lagi nggak se-ramai dulu.
Job nyanyi mulai sepi.
Exposure turun.
Dan di titik itu, dia butuh satu hal: cara bertahan hidup.
Ide Gila Muncul dari Momen Sederhana
Bukan dari bisnis plan.
Bukan dari investor.
Bukan dari riset pasar.
Cuma dari makan burger bareng anaknya.
Anaknya bilang:
Pah, enak nih.
Di situ langsung klik.
Simpel banget:
Yaudah… gue jual burger aja.
Dan dari situ lah lahir:
Aldi’s Burger
Nggak Sendiri Kerja Bareng Partner
Dia nggak sok jago sendirian.
Dia ketemu partner (Rizal), lalu bikin sistem:
- modal bareng (50:50)
- konsep syirkah (kerjasama)
Tempatnya?
Bekas usaha mie ayam yang sebelumnya gagal.
Dan ini penting:
- dia nggak anggap gagal
- dia anggap: “rezekinya cuma segitu”
Buka di Cempaka Putih
Hidden Gem Jadi Meledak
Lokasinya bukan di mall.
Bukan di tempat fancy.
Bahkan agak masuk ke dalam.
Tapi justru itu jadi:
hidden gem → viral spot
Marketing Paling Gila di Indonesia
Ini kuncinya.
Dia nggak pakai:
- influencer
- iklan mahal
- strategi ribet
Dia pakai:
SPAM KOMENTAR + NGACO MARKETING
Contohnya:
Aldi’s Burger Cempaka Putih rotinya lembut dagingnya juicy luicy mahalini rizky febian…
Random.
Absurd.
Kayak orang agak sengklek
Tapi justru:
- jadi meme
- jadi inside joke
- jadi viral nasional
Juicy Luicy” Itu Bukan Rasa
Itu STRATEGI
Banyak orang salah paham.
“Juicy Luicy” bukan sekadar deskripsi daging.
Itu:
gabungan kata + nama band + gimmick lucu
Makanya orang:
- hafal
- repeat
- auto nyebarin
Ini branding level dewa:
aneh tapi nempel
Viral → Antrean Gila-Gilaan
Begitu viral:
Antrean panjang tiap hari
Food vlogger datang
Bahkan sempat chaos (disiram warga)
Burger jumbo Rp65 ribu:
- bisa buat rame-rame
- jadi konten
- jadi FOMO
Dari Nol → Omzet Ratusan Juta (Bahkan Miliaran Potensi)
Baru buka awal 2026
Langsung viral
Penjualan ratusan burger per hari
Dan yang paling gila:
- balik modal cepat
- ekspansi mulai dibahas
- valuasi mulai dilempar ke publik
Aldi’s Burger itu bukan cuma soal burger.
Ini kombinasi:
🔹 desperation (lagi butuh uang)
🔹 keberanian (nekat jualan)
🔹 keanehan (branding absurd)
🔹 konsistensi (spam tanpa malu)
🔹 persona (orangnya emang unik)
Banyak orang pintar marketing
Tapi nggak semua berani “jadi aneh”
Dan di situlah dia menang.
Aldi’s Burger lahir dari:
momen kecil + tekanan hidup + keberanian gila
Dan meledak karena:
marketing nyeleneh + konsistensi brutal + persona kuat
🚨 Researchers at the University of California, Berkeley have analyzed common perfumes and cosmetics and found that many contain chemicals such as phthalates, which are known endocrine disruptors.
Endocrine disruptors can interfere with the body’s hormone system by mimicking or blocking natural hormones.
Separate research from medical centers like the Endocrine Society has shown that these chemicals may affect hormone signaling, including pathways related to thyroid function.
The neck is a highly vascular area with thin skin, which can increase the absorption of substances applied there.
While occasional perfume use is unlikely to be dangerous, repeated exposure over the thyroid region may increase unnecessary hormonal stress over time.