hal pertama yang membawanya kembali bukanlah cahaya. bukan juga suara.
melainkan rasa sakit setiap kali odin mencoba untuk bernapas—hanya untuk gagal. udara masuk sebentar, lalu keluar dengan diiringi erangan perih.
rasanya seperti paru-parunya tertusuk tulang rusuknya sendiri.
"𝘥𝘢𝘯, 𝘺𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘳𝘶𝘫𝘶𝘬𝘢𝘯." dokter melanjutkan.
dan selanjutnya, odin tidak sempat dengar. karena kesadarannya kembali goyah.
—
kalau tidak diajak ke ladang jagung.
yang adalah...adiknya.
"maaf—" bisiknya lirih, lebih kepada dirinya sendiri. "—ze...."
setelahnya, tidak ada suara lagi. tidak ada apa-apa lagi.