لَيْسَ مِنَ الرَّغْبَةِ فِي الدُّنْيَا اكْتِسَابُ مَا يَصُونُ الْعِرْضَ فِيهَا
“Bukan termasuk cinta dunia ketika seseorang berusaha mencari (harta) yang dapat menjaga kehormatan dirinya di dunia.”
Acara HMI jadi berbayar.
Kalau pesertanya seribu, sementara HTM-nya 100.000/orang, masih untung 50 juta.
Tapi apa ada seribu HMI yang mau bayar itu untuk 90 menit mendengarkan Ferry Irwandi?
Fakhruddin ar-Razi:
“Tujuan doa bukanlah untuk memberitahu Allah tentang kebutuhanmu. Sebab, Dia sudah mengetahui semuanya. Sebaliknya, tujuan doa adalah untuk mengungkapkan kerendahan hati dan kerapuhanmu, serta mengakui bahwa segala sesuatu itu berasal dari Allah.”
Lima tahun sebelum Kanjeng Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi, orang Quraisy merobohkan Kakbah dan membangunnya ulang.
Yang merancang struktur baru: seorang tukang Romawi bernama Baqum. Ia adalah korban kapal karam di pelabuhan Syu'aybah.
Pemicunya dua. Seorang perempuan membakar dupa di dekat Kakbah, percikan apinya menyambar kiswah, lalu temboknya yang rapuh ikut melemah.
Kemudian, sekelompok pemuda membongkar sumur di rongga Kakbah dan mencuri harta simpanannya.
Di saat yang sama, sebuah kapal Romawi karam di Syu'aybah, pelabuhan Mekkah sebelum Jeddah. Orang Quraisy mengangkut kayunya ke Mekkah, beserta seorang tukang di dalamnya.
Tukang kayu itulah yang bernama Baqum.
Bagi yang belum tahu, najjar sekaligus banna' artinya tukang kayu sekaligus tukang batu.
Al-Azraqi mencatat di Akhbar Makka (ed. Ali Omar, hlm. 124):
ثُمَّ إِنَّ سَفِينَةً لِلرُّومِ أَقْبَلَتْ... فَأَخَذُوا خَشَبَهَا وَرُومِيًّا كَانَ فِيهَا يُقَالُ لَهُ: بَاقُومُ، نَجَّارًا بَنَّاءً
"Sebuah kapal Romawi datang... Mereka mengambil kayunya dan seorang Romawi di dalamnya bernama Baqum, tukang kayu sekaligus tukang bangunan."
Hasil rancangan Baqum: tinggi Kakbah dinaikkan jadi 18 hasta, dari sebelumnya setinggi sembilan hasta. Pintu diangkat ke atas permukaan tanah, atapnya rata, dan ada enam tiang dalam dua barisan di dalam ruangan (Akhbar Makka, hlm. 130)
Strukturnya bertahan 88 tahun, dan baru dibongkar Ibn al-Zubayr setelah Kakbah terbakar pada 64 H.
Jadi, sepanjang masa kenabian Nabi Muhammad, sampai 53 tahun setelah wafatnya, ternyata Kakbah yang berdiri di Mekkah adalah rancangan seorang tukang Romawi yang nyasar ke sana karena kapalnya karam.
Si Badui yang Malang
Seorang Arab badui berkata kepada istrinya: “Besok aku akan pergi membeli seekor keledai.”
Istrinya menjawab dengan tenang: “Katakanlah: insya-Allah.”
Namun, ia menolak: “Mengapa harus insya-Allah? Uangku ada di kantong, dan keledai ada di pasar.”
Ia pun berangkat keesokan harinya, yakin dengan rencananya. Tetapi di tengah perjalanan, ia melihat sebuah sumur. Saat ia menunduk, tanpa ia sadari, uang di sakunya jatuh ke dalam sumur itu.
Ia panik. Demi mengambil uangnya, ia melepas pakaiannya dan turun ke dalam sumur. Namun, uang itu tidak ia temukan.
Sementara ia masih di dalam sumur, seorang pencuri datang dan mengambil seluruh pakaiannya yang tertinggal di atas.
Ia pun pulang tanpa uang, tanpa keledai, dan bahkan tanpa pakaian.
Sesampainya di rumah, ia mengetuk pintu dalam keadaan telanjang.
Istrinya bertanya: “Siapa itu?”
Ia menjawab dengan pelan dan penuh pelajaran: “Aku… (((insya-Allah))), bukalah.”
🤣🤣🤣
Saya bukan orang pak JK. Tapi saya sudah mengenal pak Jusuf Kalla sejak tahun 2003 (ketika sy direktur di Kemlu dan beliau menjabat Menko Kesra) dan sejak itu sering berurusan dgn beliau. Sy suka berdikusi dan berbeda pendapat dgn beliau. Dan naluri beliau sering benar.
Saya yakin 1000% pak JK orang baik yg berhati bersih, tidak pernah licik& dendam, tidak pernah menjahati atau mencelakakan orang, dan punya komitmen yg murni pd bangsa & negara. Beliau negarawan sejati dan pembela demokrasi yg tulus. Tidak kerdil dan penuh akal bulus seperti orang2 yg sekarang sedang mencoba melakukan character assassination dan mencelakakan beliau.
Iran menyulut kebakaran besar di pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, sebagai serangan balasan menyusul serangan udara AS terhadap pusat minyak Pulau Kharg di Iran.
Jika UEA merusak terminal minyak Iran (melalui tentara bayaran mereka, AS), maka Iran berhak untuk membalas.
Following the conversation with John Mearsheimer, I recently sat down with Jiang Xueqin of @Pred_History, where we examine the same crisis through a sharply different lens:
- The nuclear issue as a geopolitical pretext rather than an immediate tactical threat,
- Why the probability of nuclear use remains extremely low despite rising escalation,
- Israel’s deterrence doctrine and the logic behind the “Samson Option,”
- Iran’s strategic choice to avoid developing nuclear weapons,
- The possibility of a Russian “nuclear umbrella” over Iran,
- How prolonged wars reshape regional order.
- How eschatology plays a part in the endless war, and why China may not play a role in this “scripted” spiritual transition.
Yet the discussion moves well beyond the world events. We also explore his personal trajectory, his intellectual formation, and his philosophy of life.
If there is one lesson to take from @xueqinjiang, it is this: being consequential matters more than being wealthy.
A grounding conversation on power, war, and consequence.
Soon on Endgame - Monday, 16 March, 5 PM WIB / 2 AM PST.