Ini yang gw gak suka
Pernah sadar gak? Kalo pemerintah mau naikin harga BBM, mereka bisa umumin malam ini, dan besok paginya jam 00.00 harganya langsung berubah. Negara bisa langsung nyelametin APBN detik itu juga.
Tapi giliran gaji pekerja? Berdasarkan aturan (kayak PP 36/2021 atau PP 51/2023), penyesuaian UMR itu cuma diketok satu tahun sekali di awal tahun.
Jadi kalau BBM naik lagi di bulan September, lu harus nanggung boncos biaya hidup selama berbulan-bulan sampai nunggu penyesuaian gaji tahun depan.
Dan ingat, kenaikan gaji tahun depan pun dihitung pakai rumus inflasi masa lalu yang kebanyakan ditekan angkanya biar pengusaha gak merasa rugi
Pekerja dipaksa nombokin selisihnya pakai keringat sendiri.
Udah gitu kenaikan upah riil pekerja (upah yang udah dikurangi inflasi bahan pokok) itu cuma di kisaran 1% doang.
Artinya, daya beli lu sebenarnya mandek atau malah drop.
Gak ada guna nya 😭
Aduhhh kerjaan gw kan gak lepas dari motor yah 😭 yaudah lahh mau gimana lagi.
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 ☺️😇
Mahasiswa di Kendari turun kejalan menolak kenaikan bbm. Mahasiswa di daerah lain pada kemana? Apa sudah terlalu lama tidur sehingga lupa akan aspirasi rakyat? Atau karna hidup kalian masih aman makanya tidak berani bersuara?
Gue udah tonton video pidatonya full di HIPMI.
Jujur gw baru nyadar...
PRABOWO SAMA SEKALI GA SINGGUNG-SINGGUNG KENAIKAN PERTAMAX
Padahal kenaikannya tadi pagi loh..
Menurut gw pribadi, harusnya beliau menjelaskan mengapa pertamax dinaikkan berserta alasannya dan apa kompensasinya.
Ya, walau Pertamax non-subsidi, tetap saja kenaikannya akan berdampak pada masyarakat, khususnya kelas menengah.
Dan ya Allah, ga perlu lah ada 10+6 = 17
Nanti bisa muncul kesan kalau presiden terlihat kurang fit.
Gini yaa
GA MASALAH HARGA BBM 20 RIBU
Asalkan:
- UMR di Indo minimal 10 juta
- Penghasilan rata-rata rakyat Indo 20 juta
- Transportasi publik ada di semua kota besar, banyak, terintegrasi dan murah.
- Daerah hunian dekat ke pusat bisnis dan perkantoran
Lah sekarang
- UMR kota paling kaya aja 5-6 juta
- Rata rata penghasilan rakyat Indo 2-3 juta
- Transportasi publik yang lengkap di Jakarta, kota-kota lain bapuk
- Jarak rumah ke kantor 30-40 km di Jakarta
Malah ada yang kantor di Sudirman, rumah di Cisarua. Mantap ga tuh
Bakal habis berapa bensinnya per hari?
Source Gambar: Republika
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Sumpah yah makin anjigggg banget ini negara, penegak hukum aja banyak yang kriminal sampe jadi pelaku pembunuhan
RUU cepet jadi undang undang kalau menguntungkan mereka, RUU perampasan aset dibiarin mangkrak, wajar sih masa maling mau teriak maling