@officialinews_@yusuf_dumdum OCR di plipres ke 02..OCR di pileg K PSI....nurut juga OCR ini...luar biasa sofwear yg ada inginkan😄😄😄👍👍👍..sofwear nasa gk ada apa2 nya sama sofwear dari antah bratah
@iwanfals berawal dari ketidak taat penguasa...mereka yg blng mereka yg melanggar dngn dalil paling shahih..warga kelurahan mau blng ini dan itu..di dengar di PASTIKAN TIDAK!!!FAKTA
@kompascom masak sich sampai segitunya🤭salahnya apa?sekelas mereka kelihatannya merengek2🤭 saling sandra lobi2 dan dram sdh di mulai..lakon sdh di persiapkan apakah bgtu @PDI_Perjuangan 🤫
NORAK!!lapor jendral anak buah anda uji kekuatan...hebat nya..ujung2nya mnt maaf tdk ada sangsi...@ListyoSigitP@DivHumas_Polri sehat selalu pak jendral dan kluarga
*Mohon viralkan ke semua gru medsos_ yang anda aktif berkonten di dalamnya. Agar _Oknum² Brimob_ yang terlibat lebih cepat didakwa ke _Pengadilan Tindak Pidana_ sebagai jawaban dari _anekdot bahwa hukum & keadilan tajam kebawah & tumpul kepada petugas² BRIMOB._ gk bener nih
Kali ini yang bocor adalah data kita semua di Dukcapil sebanyak 337 juta data.
Data yg dipastikan bocor adalah nama, NIK, No KK, tgl lahir, alamat, nama ayah, nama ibu, NIK ayah, NIK ibu, No akta lahir/nikah dll.
Untuk @DukcapilKDN, yuk segera disiapkan template bantahannya 💩
Di tengah guyuran hujan sejak Jumat pagi, 9 Juni 2023, puluhan warga di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Flores bertahan di jalan menghadang kendaraan milik perusahan yang hendak mematok lahan untuk proyek geothermal.
https://t.co/1hADYTdYmh
innalillahi wainnailahi roji'un
usut tuntas tragedi meninggalnya 3 anak laki di kolam renang tirta jwalita kab.trnggalek
@1trenggalek mohon usut tuntas atas tragedi ini
Masyarakat harus cerdas dan tercerahkan dengan isue serta persoalan politisasi agama ini, agar isue dan persoalan tersebut tidak dijadikan “pisau bermata dua” oleh agen-agen politik jahat.
Para agen dan konspirator politik memiliki dua muka, ada muka yang berwajah “politisasi agama”, namun ada juga yang berwajah “politisasi anti politisasi agama”, keduanya sama bejat dan sama jahatnya.
Tangkapan layar tweet dibawah ini adalah salah satu contoh bentuk “politisasi anti politisasi agama”, satu perilaku yang identik dengan “politisasi anti radikalisme dan intoleran”.
Karena jika mau tegak lurus, sebagaimana halnya dengan aksi-aksi terorisme, perilaku atau aksi politisasi agama, politisasi ‘anti politisasi agama’ serta politisasi anti radikalisme & intoleran sama-sama “Has No Religion”.
Semuanya hanya bermain dan memainkan dua kutub dimensi agama yang sebenarnya semu dan palsu dari nilai-nilai ajaran agama, kecuali sepenuhnya berisikan libido politik para politisi dengan segenap syahwat kekuasaannya.
Itulah sebabnya mengapa idealnya subjek dan objek politik harus memiliki tafsir yang disepakati atas terminologi politisasi agama, yakni segala bentuk perilaku politik abnormal yang memanipulasi ajaran agama untuk kepentingan agenda politik dan legitimasi kekuasaan.
Diksi “perilaku politik abnormal” secara khusus perlu disematkan agar tidak rancu memaknai analogi “memuji istri sendiri sebagai yang tercantik dan istri orang lain tak cantik di kamar sendiri sendiri memiliki dimensi norma yang berbeda jika memujinya diatas panggung dan dihadapan tamu resepsi���
Tak ada satu manusia waras yang tidak sepakat, bahwa radikalisme, terorisme, intoleran merupakan perilaku tercela, musuh agama dan musuh bersama yang harus diperangi. Pasalnya perang terhadap perilaku tercela tersebut kerap kali juga dijadikan tunggangan politik, akibatnya upaya-upaya yang konsisten dan on the track memerangi perilaku buruk itu akhirnya dicurigai juga sebagai bagian dari agenda politik.
Intinya, diperlukan kejernihan dan akal sehat bagi bangsa ini untuk memilah, menyeleksi dan memahami segala bentuk propaganda dan kampanye politik. Mana perilaku politik yang jujur, bersih dan tulus mencerdaskan hanya bisa dilihat dengan kejernihan hati dan akal sehat.
Jangan pernah berharap agitasi, fitnah dan pemutar balikan fakta untuk kepentingan politik oleh agen-agen dan konspirator politik jahat akan berhenti, mereka tidak akan pernah berhenti dan terus ada, namun semua itu tak akan pernah berhasil dihadapan masyarakat yang mau belajar dan membuka pikirannya pada nilai-nilai peradaban sesuai dengan tuntunan agama dan akal sehat.
@Muhammad_Saewad AB......AB....PS lebih indah dan mulia jadi negarawan yg membatu dan mencetak pemimpin jd tdk harus memimpin..sejarah nanti yg mencatat kelak..beda lagi klau ambisi🤭