“Hmm, okay." Anthea nodded, listening to everything Jenggala told her to do. He clearly knew better about how to handle something like this.
Thank goodness she had come here with Jenggala. Otherwise… who knew what could have happened to her?
FIN. / @vermontfolk
𝗛𝗘𝗔𝗗𝗔𝗖𝗛𝗘: @vermontfolk.
Sushi should’ve been the one thing that could make Anthea happy. But not today. She could only massage her temples, leaning against the wall as she stared at the salmon sushi sitting on the table in front of her.
Well, she certainly didn’t expect to almost end up with food poisoning.
Anthea kept one hand over her stomach, trying to calm the uneasy feeling inside. She slowly stood up, leaning on Jenggala for support as her body started to feel weak.
All at once, Jenggala had turned surprisingly talkative. He sounded like a protective older brother, hovering somewhere between giving a stern lecture and fretting over a younger sibling. | @Maerayu.
Alankar terbangun dalam kondisi kepala yang berdenyut hebat. Mengedarkan pandangan ke sekeliling, ruangan yang ia tempati terlihat asing.
Potongan pakaian berserak di lantai. Punggung kecil dengan surai pirang tidur begitu lelap di sampingnya.
Alankar terbangun dalam kondisi kepala yang berdenyut hebat. Mengedarkan pandangan ke sekeliling, ruangan yang ia tempati terlihat asing.
Potongan pakaian berserak di lantai. Punggung kecil dengan surai pirang tidur begitu lelap di sampingnya.
Persetan dengan semua kemarahan Alankar. Kali ini, Anthea tak peduli.
Ia kembali mendorong tubuh Alankar sebelum berbalik dan berjalan menuju sofa untuk mengambil ponselnya yang terlempar.
Apakah @diedverse akan membiarkannya pergi begitu saja atau justru akan menahannya?
Anthea masih terus menatap Alankar tajam. Seolah lupa bahwa beberapa menit lalu, lidahnya masih begitu ringan mengecap panggilan manis untuk si tuan.
Angkar. Ayi. Lupakan semua soal itu!
"Kalau memang lo maunya gitu, fine. Gue temuin Jose sekarang! I'm leaving!"
menahannya kuat agar gadis itu tak memalingkan wajah. Hilang sudah gaya bicaranya yang lembut dan perhatian seperti beberapa waktu lalu. Terkejut? Sebaiknya jangan. Karena ini cara Alankar dan @Maerayu berkomunikasi sebenarnya.
Emosi Alankar terlanjur tersulut menyaksikan Anthea terang-terangan memperlakukannya seperti 𝘤𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯.
“Kenapa gak lo iyain aja ajakan cowok lo? Kenapa milih stay di sini?” Tangan Alankar sudah terulur untuk memegang dagu Anthea,