Koordinator Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian Jay Akhmad mengecam tindakan brutal yang dilakukan kepolisian terhadap demonstran aksi di DPR RI, Kamis (28/8/2025) hingga menyebabkan driver ojek online (Ojol) meninggal dunia.
"Jaringan Gusdurian mengecam tindakan brutalitas aparat keamanan terhadap para demonstran," ujar Jay membuka Temu Nasional (Tunas) Jaringan Gusdurian di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (29/8/2025).
Jay meminta Gusdurian di seluruh Indonesia untuk turut memantau perilaku aparat dalam menyikapi teman-teman demonstrasi di lapangan melalui media sosial (medsos).
"Saya meminta kawan-kawan di media sosial tolong pantau betul perilaku aparat dalam menyikapi teman-teman demonstrasi di lapangan," tandasnya.
Selengkapnya: https://t.co/egPZZUv0hw
——————————————————
Baca berita lainnya di https://t.co/UtIVjcxziF
Follow @nuonlinenews
#nuonlinenews #nuonline #berita #ojol #polisi #HUTke80ri#2025 #agustus #gusdurian #aksi #massa #aksimassa#mengecam #nuonlinenewsagustus2025
Kami menemukan gas air mata yang digunakan polisi terhadap massa aksi di Mako Brimob Kwitang sudah kedaluwarsa, tercatat sejak tahun 2019 dan 2023.
Aparat, hentikan menembaki warga dengan gas air mata!
Tetap saling jaga, kawan-kawan.
Pernyataan sikap KWI atas situasi saat ini…
Mudah-mudahan dibaca dan direnungkan para pemimpin bukan hanya menuduh makar, asing, teroris tanpa merasa ada yang salah.
Menyikapi dinamika dan perkembangan di lapangan akibat munculnya letupan antara aparat keamanan dengan masyarakat di sejumlah titik di Jakarta, berikut seruan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
#nahdlatululama#nuonline#nuonline_id#seruan#aksi#pbnu#raisaam
"People are protesting not only about the economic situation... but they are also protesting regarding police brutality."
Al Jazeera's Jessica Washington reports on the latest updates from Indonesia where widespread anti-government protests are ongoing.
Affan Kurniawan, seorang driver ojol, tewas dilindas mobil Brimob. Ia bukan perusuh, bukan musuh negara. Ia hanya seorang pencari nafkah.
📌 Data KontraS mencatat: 602 kasus kekerasan aparat dalam setahun terakhir.
Ini bukan insiden semata, tapi pola kekerasan.
Islam sejak awal menegaskan: pemimpin wajib melindungi rakyat, bukan melukai mereka. Umar bin Khattab bahkan pernah memecat panglima hanya karena lalai hingga prajuritnya meninggal.
Lebih dari itu, seorang pemimpin tidak cukup hanya menjauhkan diri dari kezaliman. Ia juga harus memastikan aparat dan pejabat di bawahnya tidak berlaku zalim, karena semua bentuk kezaliman akan dimintai pertanggungjawaban darinya.
Al-Qur’an Memerintahkan Keadilan
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan…” (QS. An-Nahl: 90).
Polri pun sudah punya aturan Hak Asasi Manusia [HAM]. Dalam Perkapolri No. 8/2009:
Pasal 8 ayat (1):
“Setiap anggota Polri wajib memahami instrumen HAM...”
Pasal 44:
“Setiap anggota Polri dilarang melakukan tindakan kekerasan, sekalipun dengan alasan kepentingan umum.”
➡️ Jadi, tidak ada alasan membenarkan kekerasan aparat.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #aparat #pemerintah #demo #polri
Berikut pernyataan sikap Jaringan GUSDURian terkait situasi Indonesia yang berlangsung belakangan ini, khususnya terkait kebrutalan aparat keamanan dalam penanganan aksi demonstrasi dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.
Para pendemo/pengunjukrasa adalah warga bangsa yang sedang berupaya agar kita menjadi bangsa yang hidupnya pantas. Karena saat ini, kita justru sedang terseok-seok saat elit politik dan aparatnya bersorak-sorak.
Gus Dur Ku Anda Kita, Kenangan, Wawancara Imajiner, Dan Giyonan Gusdurian.
Oleh: Muhammad As Hikam
Tahun 2013.
312 Halaman.
Harga 55.000.
Minat?
Cara Order silakan
✓DM or Klik link WA https://t.co/tw77mxC5Wf
Sebelum berpulang, Mas Imam Aziz, sempat berpesan agar kami tetap teguh menyuarakan kebenaran.
Selamat jalan, Mas Imam Aziz. Perjuanganmu akan selalu menjadi teladan bagi kami.
Sebelum berpulang, Mas Imam Aziz, sempat berpesan agar kami tetap teguh menyuarakan kebenaran.
Selamat jalan, Mas Imam Aziz. Perjuanganmu akan selalu menjadi teladan bagi kami.
Berikut tuntutan Massa Aksi Indonesia Gelap yang diterima NU Online:
1. Ciptakan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis serta Batalkan Pemangkasan Anggaran Pendidikan Pendidikan adalah hak fundamental setiap warga negara.
2. Cabut PSN Bermasalah: Wujudkan Reforma Agraria Sejati Proyek Strategis Nasional (PSN) kerap menjadi alat perampasan tanah rakyat.
3. Tolak Revisi UU Minerba Revisi UU
4. Hapuskan Multifungsi ABRI
5. Sahkan RUU Masyarakat Adat
6. Cabut Inpres Nomor 1 Tahun 2025
7. Evaluasi Total Program Makan Bergizi
8. Realisasikan Anggaran Tunjangan Kinerja Dosen
9. Desak Prabowo Keluarkan Perppu Perampasan Aset
10. Tolak Revisi UU TNI, POLRI, dan Kejaksaan
11. Efisiensi dan Rombak Kabinet Merah Putih
12. Tolak Revisi Peraturan DPR Tentang Tata Tertib Revisi
13. Reformasi Polri
—————————————————————
Baca berita selengkapnya di https://t.co/UtIVjcxziF
#nuonlinenews #nuonline #berita
Gue malu Presiden RI yang sudah berumur 73 tahun berpidato menggunakan gestur ala bocah “nye…nye…nye” (“terlalu besar”) dan ngomong, “ndasmu”.
Di ruangan itu reaksinya banyak yang ketawa pula 😓
Mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil menggelar aksi bertajuk Indonesia Gelap guna mendesak pertanggungjawaban pemerintah terkait situasi negara yang mereka klaim memburuk.
Apa saja tuntutan aksi #IndonesiaGelap?
Simak video berikut.