Bgst ini yg ngedit 😂... Rupanya di tengah kesibukan World Cup.. Messi ditemani presiden FIFA menyempatkan berkunjung ke rumah Bapak Jokowi meminta dukungan buat Argentina
Saldo tabungan bokap gw tiap bulan kepotong Rp 50 ribu otomatis. Di mutasi cuma tertulis: "Premi".
Pas bokap meninggal, gw ke bank mau tutup rekening. CS mau cairin sisa saldo Rp 10 juta. Gw hampir setuju.
Tapi gw iseng tanya soal potongan premi itu. CS langsung berubah muka. Ternyata saldo yang harusnya gw terima Rp 100 juta.
Manfaat ini sering terlupa ahli waris. Namanya: A****** P*********.
"Maksudnya potongan Rp 50 ribu itu asuransi jiwa?" tanya gw kaget.
CS itu ngejelasin sambil narik napas panjang. "Iya Pak, ini adalah produk asuransi mikro yang melekat pada tabungan. Jika nasabah meninggal dunia, ahli waris berhak atas santunan tunai di luar saldo tabungan."
"Masalahnya, sistem bank gak otomatis 'tahu' kalau nasabah meninggal untuk urusan asuransi. Kalau ahli waris gak klaim, uang santunan itu selamanya bakal nginep di perusahaan asuransi."
Dia ngerendahin suaranya pas proses tutup buku rekening dilakukan.
"Banyak bank punya program bundling tabungan dengan asuransi jiwa. Preminya kecil, tapi manfaat santunannya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat dari premi bulanan."
"Bank gak akan proaktif nawarin pencairan asuransi ini pas lo mau tutup rekening. Mereka cuma fokus di saldo tabungan. Kalau lo gak teliti liat mutasi, hak lo bakal angus gitu aja."
"Serius santunannya bisa sebesar itu?" gw gak percaya.
Dia ngangguk, lanjut kasih rincian gimana "Saldo Tersembunyi" ini bisa jadi penyelamat keluarga:
Premi Rp 50.000/bulan: Santunan bisa mencapai Rp 50-100 juta.
Santunan Kematian: Cair 100% jika nasabah meninggal karena sakit atau kecelakaan.
Ahli Waris: Wajib diajukan oleh keluarga yang terdaftar dalam Kartu Keluarga.
"Uang Rp 50 ribu yang lo kira biaya admin itu sebenarnya investasi bokap lo buat ninggalin warisan buat anaknya."
"Yang paling gak adil yang mana?" tanya gw lemes.
"Masa kedaluwarsa klaim. Biasanya klaim asuransi jiwa di bank punya batas waktu 60-90 hari setelah nasabah meninggal."
"Kalau keluarga baru sadar setahun kemudian, asuransi punya alasan legal buat nolak klaim karena sudah lewat masa pelaporan."
"Ini keuntungan 'laba mati' bagi perusahaan asuransi dari ribuan nasabah yang ahli warisnya gak paham isi mutasi rekening."
"Cara cek asuransi di tabungan keluarga?"
CS kasih 4 langkah:
1. PRINT REKENING KORAN. Cari potongan rutin 'Premi', 'Insurance', atau kode khusus bank.
2. TANYA PRODUK TABUNGANNYA. Beberapa tabungan otomatis dapet proteksi jiwa tanpa daftar.
3. CEK POLIS DIGITAL di m-banking. Ada menu 'Asuransi Saya' yang jarang diklik.
4. JANGAN LANGSUNG TUTUP REKENING. Urus semua manfaat asuransi sebelum hapus akun.
"Senjata paling simpel satu aja?" tanya gw.
Dia kasih satu tips maut biar gak kecolongan hak warisan.
"Setiap urus penutupan rekening orang meninggal, selalu tanya: 'Apakah almarhum memiliki produk asuransi atau proteksi saldo yang melekat pada akun ini?'"
"Begitu lo tanya spesifik, CS wajib ngecek database asuransi partner bank. Jangan biarin mereka cuma cek database saldo tabungan doang."
Gw akhirnya dapet santunan Rp 100 juta itu setelah nunggu proses administrasi sebulan. Duit yang bener-bener gak disangka bakal ada.
Gw bilang ke temen gw pas lagi urus nisan bokap: "Gi, gw salah karena gw pikir potongan kecil di bank itu cuma biaya 'sampah'. Ternyata itu 'hadiah' terakhir bokap buat kita."
"Jangan remehkan angka Rp 50 ribu di mutasi. Itu bisa jadi jaring pengaman terakhir keluarga saat tulang punggung udah gak ada."
Pesan buat lo yang punya orang tua atau pasangan yang punya rekening bank:
Minta izin buat cek mutasi mereka sesekali. Bukan buat kepo, tapi buat mastiin gak ada hak asuransi yang terabaikan kalau hal buruk terjadi.
Jadilah ahli waris yang teliti. Uang itu hak almarhum yang harusnya sampai ke tangan lo.
Dan inget, bank itu lembaga profit. Mereka gak akan maksa lo buat ambil duit santunan kalau lo sendiri gak minta.
Makin cerdas lo baca mutasi, makin terjaga aset keluarga lo dari sistem yang seringkali "lupa" ngi
Tetangga gue. Bapaknya meninggal ninggalin rumah 800 juta. 2 bulan kemudian,
ibunya jual rumah itu diam diam.
Pas anaknya nanya, ibunya jawab:
"Kan rumah punya ibu. Ibu yg jaga bapak pas sakit."
Anaknya nggak berkata apa².
Tapi 3 bulan kemudian dia gugat ke PA.
Ibunya kaget. "Lho kok anak gugat ibu sendiri?"
Gue tanya pengacara PA.
Dia bilang: "Banyak yg gak tau. Pas bapak meninggal, rumah itu langsung jadi harta warisan."
Statusnya milik bersama semua ahli waris.
Siapa ahli waris? Istri dapet 1/8. Anak dapet sisanya.
Jadi ibu itu cuma punya hak 1/8 doang. Sisanya 7/8 punya anak anaknya.
Jual tanpa TTD anak = jual barang orang.
Ini dalilnya jelas banget.
Allah bilang di QS An Nisa ayat 7: "Bagi laki laki ada hak bagian dari harta peninggalan... dan bagi perempuan ada hak bagian pula."
Terus di KHI Pasal 174: "Harta warisan belum dibagi = milik bersama ahli waris."
Jadi sebelum dibagi lewat PA, gak ada yg boleh jual seenaknya. Mau itu ibu kandung sekalipun.
Kenapa banyak ibu nekat jual?
1. Butuh uang cepet buat biaya hidup
2. Ngiranya "kan aku istrinya, pasti hak aku semua"
3. Gak tau hukum. Dikira anak nurut aja
Padahal secara syariat itu haram. Ngambil hak orang lain. Secara hukum negara = perbuatan melawan hukum.
Bisa dibatalin jual belinya.
Temen gue cerita kasus nyata di PA Jakarta.
Ibu jual rumah 1,2 M tanpa TTD 3 anaknya. Pembeli udah bayar lunas, udah balik nama.
Anak gugat. Pengadilan mutusin: Jual beli BATAL. Sertifikat dibalikin ke nama almarhum bapak.
Pembeli rugi 1,2 M. Nuntut ibu itu. Ibu itu jual sawah buat balikin duit.
Nyesel seumur hidup.
Terus gimana biar aman?
Kalo bapak meninggal, langsung urus 3 ini:
1. Surat Keterangan Waris di Kelurahan
2. Penetapan Ahli Waris di Pengadilan Agama
3. Balik nama sertifikat ke semua ahli waris
Baru setelah itu boleh dijual. Dan uangnya dibagi sesuai faraidh.
Ini prosesnya makan 2-3 bulan. Tapi lebih baik daripada sengketa 5 tahun.
cc:threadbongkarsistem
PESAN RASULULLAH SAW
KETIKA HENDAK TIDUR
1. Jangan tidur sebelum mengkhatamkan Al-Qur'an
Caranya: Bacalah Surat Al-Ikhlas 3x.
(HR. Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Said Al-Khudri RA)
2. Jangan tidur sebelum mendapatkan syafaat Nabi SAW
Caranya: bershalawatlah 3x sebelum tidur.
(HR. Imam Tirmidzi dari Abu Darda' RA)
3. Jangan tidur sebelum semua muslim ridho kepadamu
Caranya: beristighfar 3x. Dan berusaha untuk melakukan kebaikan dan memperlakukan mereka dengan baik.
4. Jangan tidur sebelum melaksanakan haji dan umrah
Caranya: Berdzikirlah subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallahu wallahu Akbar 3x.
(HR. Abu Hurairah RA)
Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
The official line is that they were a Norwegian trade delegation. Technically accurate, because they are Nordic, and there was trade. But they are also seven feet tall, telepathic, and arrived on the South Lawn without a vehicle.
I am the Deputy Director of Visitor Logistics at the White House. I logged them into WAVES as FOREIGN DIGNITARIES (3), NON-TERRESTRIAL, NO MOTORCADE REQUIRED, and the meeting went extremely well.
The Pleiadians requested the audience in March. They communicate telepathically, which the President respected immediately, because it meant nothing was in writing.
They traveled 444 light-years to deliver a warning about our trajectory as a species, the kind of warning a doctor gives a patient who keeps asking if he can smoke in the waiting room. Atomic weapons. Ocean collapse. Machine intelligence. I did not take complete notes, because the meeting ran 25 minutes and he spent the first eleven asking where they got the jackets.
Their opening offer: clean fusion, the cure for every disease, the propulsion equations. Free. Contingent on planetary disarmament.
His advisors begged him not to negotiate against a species that reads minds. It turned out he is the one man alive with nothing to find. They reached into his mind expecting layer upon layer of deception and found a single image, perfectly clear: him, wearing one of their jackets. The delegation conferred for a long moment and informed us that in eleven thousand years of contact, no species had ever tried to buy the uniform. They called it coherence. They did not mean it as a compliment. He has already trademarked it.
He countered. Landing rights, retroactive to 1947. Eighty years of unauthorized airspace use, invoiced with interest. Legal added a line item for the weather balloon story. Narrative services. We billed them for our own cover-up, and the tall one went silent for nine seconds, which I am told is how their species weeps.
Greenland stays in the deal. They did not want Greenland. He said that's how he knew it was valuable. What kind of advanced civilization passes on waterfront?
Then UFC Freedom 250. This Sunday. Seven bouts on the same lawn we were standing on. His birthday, which he assured them was a coincidence the universe keeps arranging. He offered them galactic distribution rights. Then he looked at the tall one for a long time and offered him the co-main event. Seven feet. Reach like a cathedral door. Walks around at a weight our scales log as an error. Someone said the commission would never sanction it. He appoints the commission.
The tall one declined. He lowered the offer to the prelims. This is a negotiating technique.
They asked if staging a cage fight on the negotiation site was a threat display. He said it was a Flag Day celebration, and also yes.
I should note that an environmental group has sued to stop the octagon. Nobody has sued to stop the aliens. I forwarded this to Counsel as proof that the permitting process is working.
Protocol required a gift exchange. They presented a small silver sphere that shows the holder the full consequences of his choices. He looked into it for four seconds and asked if it came in gold.
You have all seen the photo. A groundskeeper took it through the magnolias. We told the press pool it was a costume rehearsal for a streaming series, and the pool, to their credit, wrote that down. The groundskeeper now works at the Department of Energy. I am told this is a promotion.
There is also footage. He spotted the camera mid-meeting and pointed at it the way you'd point at a waiter whose name you intend to learn. Instead of having it confiscated, he licensed it on the spot. The leak is now official merchandise. Every time you share it, a royalty accrues. You have probably shared it. Have you checked? He thanks you for your business.
The deal collapsed at dusk. The Pleiadians withdrew the fusion offer when he asked them to walk out before the main event as Special Guests of the Octagon. They said humanity was not ready. He had Counsel log that as a verbal option to renew.
Final tally: our species declined the cure for every disease and counteroffered with pay-per-view. The delegation received two tickets to the Ellipse screening area. Not cageside. He does not give away cageside.
They left without sound. One moment present, then elsewhere, like a fee disclosure.
Two things before Sunday. The walkout jackets for the main card are red with gold embroidery. Licensed. The fusion fell through, but the jackets closed in an afternoon.
And there are three seats on the South Lawn logged as HOLD, GUESTS OF THE PRINCIPAL, DO NOT ASSIGN. I did not enter that hold. The system says I did.
He says everyone comes back to the table.
We're the only planet with the belt.
Kisah seorang ahli syurga....Insya-Allah
Dia datang seperti biasa,
dengan langkah yang tidak pernah culas menuju rumah Allah.
Dia membuka pintu masjid sebelum azan berkumandang,
memastikan cahaya menyala untuk para jemaah.
Dia hamparkan sejadah,
membaca ayat suci dengan suara yang tenang.
Dia tidak tahu…
itulah kali terakhir tangannya menyentuh pintu rumah Allah.
Dia tidak tahu…
itulah kali terakhir suaranya mengalunkan Kalamullah.
Namun Allah memilihnya pergi
dalam keadaan paling indah.
Pergi ketika sedang berkhidmat untuk agama,
di tempat yang paling dicintai orang beriman.
Satu pemergian yang membuat ramai berkata,
“Beruntungnya dia…”
Kematian yang dicemburui.
Imam Muslim adalah murid Imam Bukhari
Imam Bukhari adalah murid Imam Ahmad
Imam Ahmad adalah murid Imam Syafi’i
Imam Syafi’i adalah murid Imam Malik
Imam Malik adalah murid Imam Nafi’
Imam Nafi’ adalah murid Imam al-A’raj
Imam al-A’raj adalah murid Imam Abu Hurairah
Imam Abu Hurairah adalah sahabat dan murid Rasulullah Saw
Inilah sanad keilmuan ilmu hadits
Gulma sebagai “Indikator” Kondisi Tanah.
Setiap jenis gulma yang tumbuh di lahan sebenarnya bisa memberi petunjuk tentang kondisi tanah. Mereka tidak muncul secara acak, melainkan karena kondisi lahan tersebut mendukung pertumbuhannya.
Di situ pesan yang bisa kita baca antara lain adlh :
1. Tanah Padat & Keras
Jika sering muncul rumput teki (Cyperus rotundus), knotweed, atau bindweed, itu bisa menjadi indikasi tanah yang padat.
Pada kondisi ini, akar tanaman budidaya akan kesulitan berkembang.
Solusi nya adlh :
Lakukan penggemburan tanah dan tambahkan bahan organik seperti kompos untuk memperbaiki struktur tanah.
2. Tanah Cenderung Asam (pH Rendah)
Kemunculan lumut, sorrel, atau beberapa jenis gulma daun lebar sering dikaitkan dengan tanah yang cenderung asam.
Namun perlu dicatat, gulma ini bukan penyebab tanah asam, melainkan hanya tumbuh optimal pada kondisi tersebut.
Solusinya adlh :
Lakukan pengecekan pH tanah terlebih dahulu. Jika memang rendah, bisa dilakukan pengapuran (misalnya dolomit) secara bertahap.
3. Tanah Kurang Subur / Rendah Unsur Hara
Beberapa gulma seperti wild carrot atau daisy sering ditemukan pada tanah yang kurang subur.
Solusi nya adlh :
Perbaiki kesuburan tanah dengan penambahan kompos matang, pupuk kandang, atau pupuk organik lainnya.
4. Tanah Terlalu Lembab / Drainase Buruk
Jika banyak muncul tanaman seperti ekor kuda (Equisetum) atau gulma yang menyukai kondisi basah, itu bisa menjadi tanda drainase kurang baik.
Kondisi ini beresiko menyebabkan akar tanaman budidaya mudah membusuk.
Solusinya adlh :
Perbaiki sistem drainase dan hindari genangan air berlebihan.
5. Tanah Kaya Nitrogen (Bukan Sekadar Sangat Subur)
Kemunculan gulma seperti bayam liar (amaranth) sering menunjukkan kandungan nitrogen yang tinggi.
Ini memang tanda tanah subur, tapi lebih spesifik ke unsur tertentu (terutama N), bukan selalu seimbang.
Sbgai catatan :
Tanah yang terlalu kaya nitrogen juga bisa menyebabkan tanaman terlalu vegetatif dan rentan hama.
Kesalahan Umum
Fokus pada Gejala, Bukan Penyebab
Banyak orang hanya mencabut atau menyemprot gulma tanpa memahami kenapa gulma itu tumbuh.
Akibatnya, gulma akan terus kembali.
Karena yang diperbaiki hanya gejala, bukan kondisi tanahnya.
Mari Belajar Membaca Alam
Gulma bukan sekadar tanaman liar.
Mereka adalah indikator alami dan sinyal dari kondisi tanah kita.
Dengan memahami kehadiran mereka, kita tidak hanya membersihkan lahan…
tapi mulai belajar membaca dan merespons kebutuhan tanah dengan lebih bijak.
Perlu diingat, gulma hanya memberikan indikasi awal. Untuk memastikan kondisi tanah, tetap perlu dikombinasikan dengan pengamatan lain seperti uji pH, tekstur, dan kondisi drainase.
Semoga Bermanfaat....🙏
Tempat belajar AI GRATIS itu banyak. Dan, saya kasih tau di video ini (dan post berikutnya) tempat belajar AI yang tidak perlu mbayar.
Dari Google pula. Cara aksesnya silahkan simak sampai habis, jangan lupa bookmark dan repost.
Suatu malam saat sedang jaga IGD
“𝗗𝗼𝗸, 𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗮𝘀𝗶𝗲𝗻 𝗻𝘆𝗲𝗿𝗶 𝗱𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗶𝗿𝗶 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗜𝗚𝗗, 𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮 𝘂𝗱𝗮𝗵 1 𝗷𝗮𝗺 𝗴𝗮𝗸 𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴-𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗻𝘆𝗲𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮”
Saya yang sedang jaga IGD sambil bersantai-santai langsung otomatis siaga penuh mendengar ucapan perawat tadi
Yang tadinya ngantuk-ngantukan, langsung melek kaya abis minum kopi segelas.
Saya sambil terjaga sambil mikir
“Jam 3 pagi begini datang ke IGD karena nyeri dada kiri, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻-𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗶𝗻𝗶”
Sambil berjalan ke arah pasiennya, saya sambil berkata ke perawatnya
“Kak, mau minta tolong pasiennya dipasang oksigen, pasang infus, ambil darah, sama EKG ya, kalo ini serangan jantung, waktu kita sempit”
Saat menghampiri pasiennya, saya jujur terkejut, karena penampilannya masih muda dan 𝘂𝘀𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 40-𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻. Keluhan pasien juga khas serangan jantung yaitu nyeri dada seperti ditindih, tidak dapat dilokalisir dengan baik.
Saat sedang bertanya ke pasiennya, istrinya ikut menjawab:
“Tadi pagi sempat bilang dadanya nyeri dok pas lagi cuci mobil, tapi ilang sendiri. Suami saya mikirnya itu masuk angin, jadi tetap berangkat kerja”
Ternyata hasil EKG menunjukkan hasil STEMI (ST-elevation Myocardial infarct). Ini adalah hasil yang sangat tidak saya inginkan, karena 𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮 𝗸𝗲𝗺𝗮𝘁𝗶𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶.
Kami segera berpacu dengan waktu untuk segera menghubungi dokter jantung untuk segera dilakukan tindakan kateterisasi jantung. Pasien segera didorong ke cath lab sambil diiring perkataan istrinya.
“Tolong suami saya ya dok, saya hanya punya dia”
Endingnya pasiennya berhasil dilakukan percutaneous coronary intervention (PCI), keluhan nyeri dada sudah tidak dirasakan, dan pasien bisa pulang dengan membawa 'ring' di jantungnya.
𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝗮𝗺𝗯𝗶𝗹:
-Trend terjadinya serangan jantung saat ini dapat terjadi pada orang yang berusia relatif muda, termasuk yang berusia 40-an tahun
-Merokok dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi faktor risikonya
-Bila mengalami keluhan nyeri dada, sebaiknya segera berobat ke IGD terdekat
-Jangan menunda! Banyak yang merasa nyeri dada-nya hanya masuk angin, sehingga tidak berobat dan akhirnya terlambat
Semoga bermanfaat!