@pw_gun cepet banget ya, baru aja denger kabar supres, trs fit proper test, trus disetujui komisi, trus paripurna, langsung dilantik siangnya. dalam bbrp jam doang
@laywookcom fyi mekanisme ini udh ada dari th 2000an dan gini skemanya: jadi iuran jht itu jadi pengurang pajak pas kita dpt gaji, misal: pendapatan kakak 10 jt, jht 500 rb. nah 9.5 jt itu dikenai pajak. 500 rb blm kan? nah pas dicairin 500 rb itu baru dikenai pajak, begitu. cuma dipindah aj
@txtkaryawan nggak ada double taxation deh, kan buat ngitung pph 21 dah jadi pengurang tu, baru pas dicairin kena pajak. sesuai konsep deductible -> taxable
@Nobunyaga@bibliothusiast@Txtdariiugm pemprov sendiri, direkrut dari bkd. jadi, ya terserah pemda masing-masing tanpa membandingkan dgn pemda lain. masalah efisiensi gatau sih, angka kemiskinan, tingkat pendidikan, kesejahteraan warga dki gmn, males cari angkanya. tadi aku jelasin lewat aturan bakunya aja
@Nobunyaga@bibliothusiast@Txtdariiugm udh diatur di uu hkpd, daerah berhak mengatur keuangannya sendiri (melalui pemda & dprd), dengan max belanja pegawai 30% dan itu udh ditaati, jd secara aturan gaada yg salah. terlebih dki bisa mencukupi kebutuhannya sendiri lewat pad. pun pns Pemprov kan milik~~