SHARLY TJOANDA, sebagai Gubernur Maluku Utara, seharusnya tidak melupakan nasib Suku Togutil yang kini terancam punah di tanah kelahiran mereka sendiri.
Kalian pasti pernah melihat video viral itu kan wak,ada tiga orang dari suku Togutil mendatangi pekerja tambang di hutan Halmahera, meminta makan. Bukan karena mereka pemalas wak, tapi karena hutan tempat mereka berburu, meramu, dan hidup secara turun-temurun kini semakin habis digerus oleh ekspansi tambang nikel wak. Sedih kali lihat mereka wak😭
Bayangkan wak Hutan yang selama ini menjadi rumah, apotek, dan gudang makanan mereka pelan² hilang wak. Tanah kelahiran, ruang hidup, dan identitas budaya mereka terancam hilang seluruhnya. Orang itu bukan pengganggu mereka korban dari pembangunan yang tidak memihak pada masyarakat adat wak.
Tapi, rwspon, Sherly Tjoanda awak lihat belum cukup hadir dan bersuara tegas membela kaum tertindas ini. Padahal suku pedalaman ini adalah bagian integral dari Halmahera yang harus dilindungi, bukan dikorbankan demi tambang.
Mungkin gubernur dari hasil tambang tidak perna peka terhadap dampak yang di timbulkan. Teruslah serakah sampai tanah menutup mulut kalian suatu hari nanti
Temen temen bantu doakan Semoga segera mendapatkan keadilan untuk anak nya 🤲😭
Bikin sesak napas baca isi curhatan si ibu :
Bagi mereka yang punya kuasa, kasus ini mungkin bisa ditepis begitu saja dengan alasan 'tidak ada bukti digital'.
Tapi bagi kami keluarga miskin, derita fisik dan batin yang dialami Rahma (kejadian di Kab. INHIL) adalah kenyataan pahit yang nyata. Rahma sudah mengadu ke guru sambil menangis saat kakinya diinjak dan perutnya dipukul dengan gagang sapu.
Namun perlindungan yang didapat hanya sebatas kata 'nanti'. Sebulan terbaring dengan kaki membengkak dan menghitam hingga pembuluh darahnya tersumbat,
pihak sekolah bahkan tidak pernah datang menjenguk. Dokter mendiagnosis adanya cedera trauma/memar akibat benturan yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Kini, setelah 1 tahun lebih berjuang, penyakitnya menjalar hingga ke jari tangan. Bagi kalian yang menuduh kami mengarang cerita demi donasi: kejam sekali kalian!
Kami tidak minta musibah ini, kami hanya ingin Rahma sembuh kembali. Kami bersuara karena keadilan tidak boleh hanya tajam ke bawah!
Betina bangsat Noora Aritonang ini tahu kalo umat Kristiani pemaaf. Makanya dia berani mengolok2 Yesus.
Berbeda dengan Ratu Entok, hinaan Noora merendahkan dan penuh kebencian. Sudah memenuhi pasal penistaan agama. VIRALKAN!!