Sampai hari ini 4 kejadian besar yang tidak di tangani serius oleh negara bahkan tidak ada tersangkanya
tersangkanya
1. Bencana banjir sumatera
* Korban jiwa: lebih 1.100 jiwa
* daya rusak: hampir seukuran p Jawa
* penegakan hukum: 0 tersangka
2. Tabrakan kereta di bekasi
* korban jiwa: 16 jiwa
* penegakan hukum: 1 tersangka
Tanpa audit mendalam terhadap kelalaian perusahan dan tetap beroperasi seperti tidak terjadi apa²
3. Kebakaran maut bus
* korban jiwa: terpanggang 16 jiwa
* penegakan hukum: 0 tersangka
Sampai sekarang tidak ada audit yang dijalankan, seperti hanya kejadian biasa aja.
4. Blackout sumatera
* korban jiwa : 3 jiwa
* Daya rusak: tak terkira
* penegakan hukum: 0 tersangka
Hanya minta maaf dan selesai begitu saja. Kan bangke
Republik ini seperti sarangnya para penjahat, mereka bahkan tak tersentuh hukum setelah merenggut ribuan nyawa dan merugikan ratusan triliun. Koncet koncet.
The Netherlands actually demanded Indonesia to pay over 6 billion Dutch guilders (debt incurred by the Dutch East Indies govt) as the price for Indonesia's independence. The two sides eventually agreed on 4.3b guilders (US$15.9b today). Indonesia only finished paying it in 2003
buat yg bilang ini hoax, dia pasang sendiri.
cuma mau ingetin presiden tercinta kalian sekarang, tahun 98 terbukti secara sah oleh hukum "memerintahkan penculikan aktivis"
dia juga terbukti secara sah oleh hukum, "hobi plesiran ke luar negeri" tanpa ijin
kebiasaan lama itu sulit hilang
KAYAKNYA BARU PEMERINTAHAN PRABOWO,
AJANG MARATHON JADI DEMONSTRASI YANG KEREN, BEBERAPA NOTES NYA :
- RUN BETTER THAN THE GOVERNMENT RUNS THE COUNTRY
- SORRY YEE, MY PACE IS MORE STABLE THAN THE RUPIAH
- YOUR HEART RATE IS STILL LOWER THAN USD $$$$$
- LARI LO LEBIH KUAT DARIPADA RUPIAH
- LARI YANG BENER! KITA DIKEJAR PAJAK!!
- RUN FASTER IF U WANT TO BE RICH
- YAKIN MAU STOP? PRBW* AJA NYALON 5X
- 10 + 6 = 21 KM
- Running 21.1 KM is hard, but being a WNI is harder.
- Cukup media yang dibungkam, jangan sampai kita diam!
- Pace turun masih mending, rupiah jangan.
- Yang dikejar PB, yang nyusul harga-harga.
- Lari 21K lebih gampang daripada cari kerja.
- Kalau capek istirahat, kalau rakyat capek gimana?
- Keep running before the dollar does.
- Naikkan pace, turunkan harga.
- Kaki kuat, dompet belum tentu.
- Lari demi kesehatan, bukan demi efisiensi.
- Personal best naik, daya beli turun.
- Finisher medal > janji kampanye.
- Lari pagi, lihat kurs rupiah, cardio lagi.
- Pajak mengejar, kami berlari.
- My pace is faster than government reform.
- Strong legs, weak rupiah.
Demo hari ini diseluruh Indonesia minim video, karena sinyal di area demo mati, cctv juga mati, yang ini di kota lubuklinggau tampak ricuh, TAMPAK ada gas air mata.. gaez !
2 tahun lalu, pas gue masih tinggal di Bandung dan banyak handle perkara lawan mafia tanah :
• mobil gue pernah kena pasang tracker; dan
• pernah udah jam 12 malem saking capeknya mau balik ke Dago, akhirnya gue berhenti dulu rebahan di mobil di deket Eiger Cihampelas (wargi Bandung pasti tau kalo ini jalan one way), posisinya jalanan kosong gelap, tbtb ada 2 orang boncengan naik motor lawan arah gak pake plat nomor + pake buff gelap, terus ngefoto mobil gue pake flash 2x, abis itu tergesa-gesa gaspol cabut
gue paham buat sebagian orang (itupun kalo bukan buzzer sih ya) pasti nganggep hal-hal kayak gini cuma drama settingan, tapi nyatanya gue pun ngalamin sendiri kejadian aneh kayak gini
keep waras keep hati-hati aja deh
patut diakui, editor Bloomberg KEREN banget ngett ngett !!!!!
visualisasi perbandingan GDP beberapa negara di S.E.A tahun 2025 pake motif kain batik gini
ada juga visualisasi Pelemahan Nilai Rupiah juga pake pewayangan gini; ini kreatif banget.
Bloomberg tahu bagaimana bercerita tapi pendengar/audiensnya adalah masyarakat Global dengan identitas Universal.
Bahkan ketika berbicara tentang PILIHAN TAK SEHAT, dia menganalogikan ini semua dengan GORENGAN yang terlihat nikmat namun sesungguhnya unhealthy.
🙂
sumpah kalian harus baca ini. punya @projectm_org gimana rezim prabowo dan seskab teddy membungkam media saat meliput bencana di Sumatra. semua dibungkam
Kemaren Reuters (portal berita luar negeri) menayangkan secara live aksi demo mahasiswa. Tayangan tsb ditonton lebih dari 100 ribu orang.
Dan kabarnya hari ini ada yang bela-belain kirim surat ke The Economist. Takut terlihat jelek di mata internasional dan biar gak keliatan titik lemah dan bobroknya dia (lagi).
Buat yang gak tau, bulan Mei 2026 kemaren The Economist pernah nulis terang2an kalo wowo dianggap lagi membahayakan ekonomi Indonesia sekaligus pelan2 mengikis demokrasi.
So, aksi kemaren yang katanya gagal, namun tetap ada yang ketar-ketir nih yeee...
Ini bener. Setuju. Mas & Mbak pekerja dari gedung pencakar langit itu nggak ada ngomel-ngomel karena demo tuh. Malah pada pegang hape, rekam kejadian.
Ada momen saya lagi videoin relawan yang bagiin logistik. Pas ketemu barikade aparat. Relawan bisa tembus juga. Dan karyawan-karyawan yang mau lewat juga diberi jalan.
Apalagi pas aksi nyalain klakson. Ojol-ojol yang tadinya nontonin, itu pada ikut ngebantu juga.
Hatiku rasanya seperti tersayat-sayat ketika harus mempresentasikan tentang Indonesia's Education system di forum e-ICON South Korea.
Di antara peserta forum, ada beberapa negara Afrika seperti Rwanda, yang bahkan terlihat lebih baik komitmen pemerintahnya terhadap kemajuan pendidikan bangsanya.
Di sebelah saya, ada guru sekolah setara SMA dari Filipina, yang gajinya bahkan hampir 3x lipat dari saya dengan masa kerja yang nyaris sama.