dengan semangat saya melihat orang berkelilingan sembari menggemakan takbir tak selang lama saya teringat sosok kakek yang selalu menjadi garda terdepan di dalam semua situasi.
tanpa disadari air mata ini tiba-tiba menetas dengan sendirinya, ternya begitu dalam ya rindu ini.
banyak manusia yang pandai menilai kesalahan orang lain tapi untuk melihat kesalahannya sendiri dia tidak pandai dalam bercermin, sunggu kasian ya.
yang setia harinya merasa paling diagungkan padahal itu bukan faktanya.
Kalau kamu punya mental petarung dalam hidup. Meski jatuh, kamu berusaha berdiri lagi. Meski kalah, kamu terus mencoba jalan lain kembali. Kamu tidak mundur meski mungkin masih belum mujur. Bagimu satu-satunya hal yang paling masuk akal dalam hidup adalah: hadapi.
Terkadang kita tertawa oleh sesuatu karena mengira itu kebodohan yang dilakukan orang lain. Padahal kita yang kurang memahami apa yang mereka lakukan dan tanpa sadar kita sebetulnya sedang menertawakan diri kita sendiri.
Ini mungkin membosankan, tapi serius, ini penting sekali.
Biasakan datang tepat waktu kalau berjanji. Kalau ada halangan atau telat, segera konfirmasi. Membatalkan sepihak tanpa konfirmasi pertanda kamu enggak pandai respek pada orang lain. Itu sangat buruk.
Kalau masih merintis, masih di bawah, biasakan disiplin. Meski projek projek kecil. Meski mungkin uangnya nggak seberapa. Disiplin ini akan membentuk kebiasaan kerjamu, kalau kamu terbiasa meremehkan pekerjaanmu, saat harus kerjasama dengan orang atau kesempatan yang lebih besar, bisa jadi kamu tidak siap.
lagi scroll sosmed, nemu quotes yg deep banget, ini quotesnya:
"mungkin dengan memaafkan, hati akan jauh lebih tenang dan damai, menerima apa yang tidak bisa diubah, memaafkan semua yang gagal diupayakan, memaafkan segala hal yang membuat diri jatuh, patah dan menyisakan luka."
Impianmu harus lebih besar dari dirimu, dari kemampuanmu. Maka kau akan mencari cara untuk tumbuh. Namun jika impianmu lebih kecil dari kemampuanmu, dari dirimu, maka kau akan senang bermalas-malasan atau sekadarnya saja.
Akan ada seseorang yang lebih baik dari kita, dan itu enggak apa-apa. Kalau hidup saling berlomba, orang lain jadi juara, dan kita cuma bisa nonton, ya oke-oke aja
Jangan temani aku ke puncak. Tunggu saja aku di sana. Kita sama-sama berjuang untuk diri kita masing-masing. Latih dirimu, kulatih diriku. Jika nanti andai kita tidak bertemu, jangan sesali apa pun. Mungkin satu di antara kita memang gugur dalam prosesnya. Itu namanya seleksi alam.
Kita emang harus sadar posisi diri kita sendiri, agar kita paham posisi orang lain. Kalau kita sendiri tidak tahu di mana posisi kita, maka kita juga tidak akan bisa menghargai posisi orang lain. Lihatlah ke cermin, di mana posisi kita saat ini.
Dan kita emang nggak harus pintar dalam semua hal. Selain butuh biaya, butuh tenaga dan dukungan lingkungan juga. Nggak semua orang punya mental kuat bertarung di segala situasi. Ambil saja jalurmu dan fokus di sana sampai jadi sesuatu.