Punya teladan/idola itu wajar, entah ulama, pesepakbola, atau tokoh publik lainnya.
Tapi kadang kekaguman itu berubah jadi fanatik buta, seolah hanya dia yang benar, hanya dia yang berbakat, dan orang lain tidak ada apa-apanya dibanding dia.
Karena ternyata: ketenangan bukan hadiah untuk hidup yang tanpa masalah. Tapi hadiah bagi hati yang dekat dengan Allah.
Para ulama dulu sangat menjaga tawakal. Mereka berusaha maksimal, tapi hatinya tidak bersandar pada usaha.
Bukan berarti kita harus berhenti beramal karena takut riya. Tapi kita harus terus memperbaiki niat.
Sembunyikan amal kalau bisa. Perbanyak doa agar dijaga keikhlasan. Dan jangan terlalu haus validasi manusia.
Bila kita tak dicari berarti kita gak penting, bila tdk disapa berarti kita bukan siapa²
Jadi tdk usah merusak hati,krn tdk semua orang harus suka dg kita
*Belajar menerima & menjaga mental kita_
Gud enjing warga X
Maafkanlah dirimu sendiri
Km sdh melewati bnyk hal smp saat ini
أنيسُك اليوم هو أنيسك غداً في قبرك، وعملُك اليوم هو عملك غداً؛ فانظر من أنيسك وما عملك
Sahabatmu hari ini adalah sahabatmu esok di alam kubur, dan amalmu hari ini adalah amalmu hari esok. Jadi, lihatlah siapa sahabatmu dan apa amalanmu.
-Abu Harits Al-Muhasibi
Kadang yang paling berbahaya bukan dosa yang terlihat…
tapi rasa dalam hati yang tidak disadari.
“Aku lebih baik dari dia…”
Kalimat ini yang dulu mengeluarkan Iblis dari rahmat Allah.
Padahal ibadahnya tidak sedikit.
Simak Selengkapnya:
https://t.co/VEp6H0JcZb
Dari Jabir bin Abdullah, Nabi Saw bersabda:
“Ada seorang laki-laki dari umat sebelum kalian melewati sebuah tengkorak. Ia memandanginya, lalu terlintas suatu renungan dalam hatinya. Kemudian ia berkata:
أنت أنت، وأنا أنا
‘Wahai Tuhanku… Engkau tetaplah Engkau, dan aku tetaplah aku. Engkaulah Yang senantiasa kembali dengan (membawa) ampunan, sedangkan aku adalah hamba yang terus-menerus kembali dengan dosa.’
Lalu ia bersujud kepada Allah. Maka dikatakan kepadanya:
‘Angkatlah kepalamu. Engkau memang hamba yang terus kembali melakukan dosa, namun Aku adalah Tuhan yang selalu kembali dengan (membawa) ampunan.’
Maka ia pun mengangkat kepalanya, lalu Allah mengampuninya.”
Banyak wanita yang ingin dirindukan, namun mengukur kerinduan itu dari penampilan luar semata.
Hal yang paling membekas dalam hati suami bukan hanya wajah yang cantik, tapi hati yang hangat, akhlak yang lembut, dan kehadiran yang selalu menenangkan di setiap kondisi.
Nabi Isa as :
Ihsan bukanlah engkau berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, itu namanya balasan, hanya dikatakan Ihsan itu bila engkau berbuat baik kepada orang yang berbuat kejelekan (jahat) kepadamu.,
Seseorang bertanya kepada Rabi' bin Khutsaim ra :
"Kami tidak pernah melihatmu mencela orang lain ??",
Beliau menjawab ;
"Mencela diriku sendiri yang banyak keaiban ini saja tak cukup waktu, mana sempat aku mencela keaiban orang lain".,
Wahab bin Munabbih ra :
Barang siapa yang mencari dunia dengan amal akhirat, maka Allah swt membalikkan hatinya, dan Allah swt mencatat namanya dibuku catatan penghuni neraka.,
Tidak semua orang pintar selalu benar, dan tidak semua orang benar dianggap pintar.
Karena kecerdasan ada dalam pikiran, tetapi kebenaran lahir dari hati dan perbuatan. Jadi jangan mudah menilai seseorang dari katanya, tapi lihat juga penilaian dan kejujurannya.
Kebenaran bukanlah siapa yang paling cerdas, tetapi siapa yang mau mengagumi kebenaran.