Wahidah Suaib Dilangkahi dalam PAW Ombudsman, Jaringan Masyarakat Sipil Lapor ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan: "Stop Penjegalan terhadap Perempuan!"
Jaringan Masyarakat Sipil untuk Keadilan Hak Politik Perempuan yang terdiri dari 48 organisasi melaporkan dugaan pelanggaran hak politik perempuan dalam proses Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota Ombudsman RI periode 2026–2031 kepada Komnas Perempuan dan Komnas HAM, Rabu (29/7).
🎥Luthfi Maulana A/Konde.co
kami mendesak DPR RI untuk menetapkan Wahidah Suaib sebagai Anggota PAW Ombudsman RI sesuai hasil FPT dan meminta Presiden RI memastikan proses tersebut tetap berlandaskan sistem merit.
Tandatangani petisi di sini📷https://t.co/SGNmzvQS6C
Surat yang ditulis siswa SMK ini jernih dan kalem, tapi justru menghantam tepat sasaran.
Ia menulis kepada Presiden Prabowo Subianto bukan untuk mengeluh, melainkan untuk mengoreksi arah. Ia melihat sesuatu yang justru luput dilihat Prabowo: di tengah program besar seperti Makan Bergizi Gratis, guru, yang menjadi fondasi pendidikan, masih belum sejahtera. Dan ia berani mengatakan itu, dengan jernih.
Yang membuat surat ini kuat bukan hanya kritiknya, tetapi sikapnya. Ia bahkan rela menolak haknya sendiri demi dialihkan untuk guru. Ini posisi moral. Ia menunjukkan bahwa kebijakan publik seharusnya tidak berhenti pada “terlihat baik”, tapi benar-benar tepat sasaran.
Di sini, pertanyaan penting muncul: mengapa seorang siswa harus sampai mengorbankan haknya untuk menutup kekurangan sistem? Bukankah negara seharusnya mampu memastikan keduanya berjalan gizi siswa terpenuhi, dan guru hidup layak?
Surat ini membuka celah dalam logika pembangunan kita: banyak program, tapi sering salah prioritas. Karena itu, suara seperti ini perlu dijaga, bukan dicurigai. Ini adalah bentuk kewargaan yang sehat, kritik yang lahir dari pengalaman, bukan kepentingan.
Kita patut mengapresiasi keberanian pelajar ini. Dan lebih dari itu, kita perlu menyatakan dukungan: semoga ia tidak mengalami intimidasi dalam bentuk apa pun karena menyuarakan kebenaran. Ia juga menyampaikan sikap moralnya secara baik-baik.
Sebab ketika suara jujur seperti ini ditekan, yang hilang bukan sekadar kritik tetapi masa depan anak-anak yang berani berpikir.
Di tengah menyempitnya ruang sipil, menjaga kebebasan sipil tidak cukup hanya dengan respons sesaat.
Perlu upaya yang lebih berkelanjutan mulai dari memperluas partisipasi masyarakat sipil, termasuk kelompok yang selama ini terpinggirkan, hingga memperkuat kapasitas dan pengaruhnya dalam mengawal demokrasi.
Di titik itu, ruang belajar jadi penting: untuk memahami konteks, menyadari posisi, membangun solidaritas dan ketahanan, serta melihat bagaimana kita bisa ambil peran.
Dari kebutuhan itulah Kalabahu ke-46 kembali diselenggarakan.
Pendaftarannya akan dibuka pada 26 Maret hingga 5 April 2026.
Cahaya Pulang - @sarasdewi
Baca di https://t.co/KSUeDxCBGZ
Akses Harian Kompas praktis, kapan saja, dan dari mana saja lewat aplikasi. Unduh sekarang! via @hariankompas
PENDAFTARAN KALABAHU 46 SUDAH DIBUKA!
Buat kamu yang gak sabar menanti-nanti Kalabahu LBH Jakarta, hari ini pendaftaran KALABAHU 46 resmi dibuka loh. Pendaftaran dimulai dari tanggal 26 Maret sampai 5 April 2026 yah!
Jadi untuk kamu yang ingin ikut bersama-sama menambah wawasan tentang hukum, HAM dan demokrasi jangan sampai terlewatkan!
Untuk informasi lengkap pendaftaran kamu bisa mengaksesnya di https://t.co/n4RDDLscLk
Sampai berjumpa di KALABAHU 46 kawan!
#Kalabahu46
#HidupkanDemokrasi
#TegakkanSupremasiSipil
Mari dukung kerja-kerja Hak Asasi Manusia yang diusahakan oleh kawan-kawan @KontraS lewat program Ramadhan For Human Rights mereka via Kitabisa.
Karena kemarahan kita atas kegagalan Negara melindungi warga harus ada kanalisasinya. Panjang umur perjuangan.
https://t.co/EF9WxT9kgO
I’m hearing extremely concerning news that Andrie Yunus, the Deputy Coordinator of the Commission for the Disappeared & Victims of Violence (@KontraS) suffered an acid attack carried out by unidentified individuals, resulting in serious injuries across his body. I call on the Indonesian authorities to carry out thorough investigations into this horrific attack. Impunity for violence against HRDs is unacceptable. @IndonesiaGeneva@Kemlu_RI
Novel Baswedan meyakini pelaku tidak bekerja sendirian dan serangan itu dilakukan secara terorganisir dan pelaku mengetahui potensi dampak fatal dari tindakan tersebut, yang bisa menyebabkan kematian atau cacat permanen.
#AndrieYunus#UsutTuntas#Watchdoc
Warga sipil biasa, tak bersenjata, nerobos hotel mewah memprotes pembahasan diam-diam UU TNI.
Warga sipil biasa, tak bersenjata, jadi saksi judicial review UU TNI di MK.
Warga sipil biasa, tak bersenjata, mengungkap pelaku kerusuhan Agustus 2025.
Kita menyebutnya: NYALI
Mengundang kawan2 hadir @AksiKamisan tg. 12/3/26.
Semoga cuaca cerah, lalu lintas lancar dan jumpa lagi pada hari Kamis, tg. 2 April 2026.
@dipanggilwawan korban Semanggi I - 13 November 1998.
Delpedro, Syahdan, Muzaffar, dan Khariq secara bergantian memberikan pernyataan mereka sebelum dimulainya Sidang Putusan hari ini, Jumat (6/3) di PN Jakarta Pusat.
“Apa pun yang terjadi kita hormati proses hukum, apa pun yang terjadi akan membuat kita terap berani, berada di garis perjuangan, membela mereka yang rentan.”
-Delpedro Marhaen
“Semoga persidangan hari ini sesuai dengan fakta persidangan. Kami optimis untuk bebas. MERDEKA!”
-Syahdan Husein
“Kami menginginkan keputusan yang sebenar-benarnya, seobjektif-objektifnya, sejernih-jernihnya.”
-Muzaffar Salim
“Saya ditangkap karena sebagai admin grup One Peace. Ketika anak muda waktu itu menerbangkan bendera, itu dikaitkan dengan demo Agustus. Padahal, setelah fakta persidangan sama sekali tidak ada hubungannya. Kami fans One Peace, itu hanyalah subkultur anak muda hari ini.”
-Khariq Anhar
Mereka juga memberikan dukungan untuk masyarakat Iran dan Palestina. Mereka turut mendorong pemerintah Indonesia untuk tegas mengecam serangan Amerika-Israel.
Kita terus pantau dan kawal bersama sampai mereka bebas!
📸Salsabila Putri Pertiwi, Luthfi Maulana A/Konde.co
#BebaskanSeluruhTapol
#SemakinDitekanSemakinMelawan
Kamis (15/1) sekitar pukul 10.00 WIB, sidang putusan Laras Faizati baru saja dimulai. Sidang putusan diwarnai dengan baju serbahitam dan ungu, dengan kehadiran serta dukungan dari Aliansi Perempuan Indonesia (API), Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi (GMLK), dan masyarakat sipil lainnya yang bersolidaritas untuk mendukung Laras. Hari ini, masyarakat Indonesia akan melihat apakah negara berpihak pada sipil atau justru melakukan pembungkaman secara terang-terangan terhadap perempuan yang bersuara.
Di luar PN Jakarta Selatan, telah berjajar karangan bunga dengan tulisan “600++ Orang Mendukung Laras Bebas & Divonis Tidak Bersalah” “Suara Perempuan Suara Peradaban Bebaskan Laras, Kritik Adalah Hak, Perempuan yang Melawan”. Sebagai bentuk dukungan kepada Laras.
https://t.co/7M6NyBtoFY akan melaporkan sidang putusan Laras secara berkala. Simak Live Sidang Putusan Laras di Instagram https://t.co/7M6NyBtoFY.
Bebaskan Laras, bebaskan kawan kami, bebaskan seluruh tahanan politik, karena protes adalah hak✊🏼.
#BebaskanLaras
#SidangPutusanLaras
📸Luthfi Maulana A, Salsabila Putri Pertiwi/Konde.co.
🌱📢MASIH DIBUKA!! Panggilan kepada Jurnalis Muda untuk Pelatihan Online dan Kesempatan Mendapatkan
Fellowship Liputan Transisi Energi Berkeadilan yang Berperspektif GEDSI✨
Asosiasi LBH APIK Indonesia dan https://t.co/7M6NyBtoFY mengundang jurnalis muda dari Jakarta, NTT, NTB, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur untuk bergabung dalam pelatihan online dan fellowship untuk liputan Transisi Energi
Berkeadilan yang Berperspektif GEDS!!
📝Persyaratan Peserta:
- Jurnalis muda, diprioritaskan perempuan, dengan domisili
Jakarta, NTT, NTB, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur.
- Tertarik pada isu perempuan, lingkungan/transisi energi, dan HAM.
- Berkomitmen mengikuti pelatihan daring selama 1 hari penuh secara daring dan menuliskan ide liputan transisi energi.
🗓️Tanggal Penting:
- Pendaftaran hingga 17 Desember 2025
- Pengumuman Peserta Terpilih: 18 Desember 2025
- Pelaksanaan Pelatihan: 19 Desember 2025
📍Tempat lokakarya: Daring (Online)
🔗Daftar sekarang di: https://t.co/3nawMnNhe4
☎️Info lebih lanjut: 0813 9294 6185 (Febda Risha)