Dulu saya berpikir dunia kerja itu cukup dengan rajin dan jujur.
Makin lama bekerja, makin paham:
rajin itu penting,
jujur itu wajib,
tetapi membaca situasi juga perlu.
Karena kantor bukan hanya tempat menyelesaikan tugas.
Di sana ada target, ego, politik, kepentingan, dan manusia dengan segala macam karakter.
Selamat Hari Buruh.
Semoga kita tetap waras, tetap tumbuh, dan tetap pulang sebagai manusia.
Di abad pertengahan, ada tradisi Danse Macabre lukisan tengkorak menari bareng raja dan petani. Apa pesan nya? maut itu demokratis.
Dulu, orang mati di rumah, dikelilingi keluarga. Sekarang, kita menyembunyikan kematian di rumah sakit dan rumah duka yang steril.
Modernitas telah membuat kita jadi pengecut secara eksistensial. Kita menganggap umur panjang sebagai hak, padahal kalo liat sepak terjang sejarah hal itu malah anomali. Karena kita merasa punya hak untuk hidup lama, kita jadi menunda hidup yang otentik.
Kita terjebak dalam Waiting Room Syndrome yang selalu nunggu waktu yang tepat untuk benar-benar jadi diri sendiri. Alih-alih menikmati hidup yang sekarang, malah mencoba ber ambisi ke tujuan fiksional sampai lupa hakikat kehidupan ini untuk apa?. Dan kyakinan bahwa "begitu kita mencapai suatu tujuan, kita akan bahagia selamanya". Padahal begitu sampai di tujuan, otak kita cuma bakal bikin ruang tunggu baru untuk target selanjutnya. Dan gak akan ada ujung nya sampai wafat ☺️
Sooo jangan ematikan kapasitas kita untuk menikmati dan memaknai hari ini demi sebuah panggung utama yang garis start-nya kaga jelas.
Sebelum setiap laga kandang di Old Trafford, ada satu lagu yang selalu diputar. Kebanyakan orang tau lagunya. Tapi mungkin gak banyak yang tau betapa dalamnya cerita di balik kenapa lagu itu bisa sampai di sana.
Mani. Gary Neville. Sebuah skuter. Dan sebuah peti mati yang dipikul Liam Gallagher.
Gue nanti bakal bikinin thread-nya tentang kenapa The Stone Roses dan Manchester United adalah dua hal yang sebenernya tidak pernah terpisah. 🌹🔴
Globalisasi pertanian : upaya pengintegrasian bangsa-bangsa dunia terhadap hasil pertanian. Paradoksnya, beberapa produk domestik Amerika di protek.
Beberapa perjanjian wto (aoa) merugikan negara dunia ke3, knp Indonesia mau mengikuti agenda WTO? Entah utang yg numpuk atau ap?
aku merekomendasikan empat buku ini untuk dibaca sekurang-kurangnya sekali seumur hidup sebab begitu apik menyuguhkan kisah perjalanan mencari jati diri, kritik sosial melalui alegori hewan, pembenturan antara absurditas dengan realitas, serta keberanian menyemat mimpi. ⭐__⭐
Percaya ga, gara-gara neliti fenomena ‘masuk angin’ di masyarakat, akhirnya bisa mengantarkan seorang dosen antropologi UGM untuk jadi guru besar. Kok bisa? Here we go mimin jelasin naskah pidato dari Prof. Atik Triratnawati yang berjudul “Masuk Angin Sebagai Fenomena Budaya”
(a thread)
Aku mau bilang.
Pokoknya kamu harus cobain sesekali keluar kota, atau keluar negeri sendirian, ngga harus sama temen atau pacar, ngga harus sama keluarga, bener-bener sendirian. Kamu harus cobain naik pesawat sendirian, naik becak sendirian, naik kereta api sendirian, naik MRT/bus trans sendirian, kamu harus nyobain kulineran mahal sampai kulineran murah dipinggir jalan, makan di tenda pinggiran bareng orang-orang yang ngga kamu kenal.
Di Indonesia, tiap truk dipalak Rp 150 juta per tahun.
150 juta. Per truk.
Secara umum, 20% biaya logistik adalah biaya pungli.
Para preman merampok lebih dari Rp 500 triliun / tahun dari sektor logistik. Lebih besar dari anggaran TNI.
Tidak heran pabrik kabur ke Vietnam.
Banyak pelajaran dibawa pulang Carrick dan timnya. Low-block defense menjadi momok yang harus segera dicari solusinya.
Beberapa pemain terlihat linglung menghadapi taktik "parkir bis" semacam ini. Licha sempat terlalu lama memegang bola dan switched off ketika kena counter. Dalot terekspos kelemahannya ketika one on one melawan winger cepat. Cunha teredam dengan sempitnya ruang manuver. Shaw meski bagus dalam membantu serangan, tapi kegamangannya membuat United harus kebobolan.
Tapi ada secercah solusi yang terlihat pada akhir babak kedua. Crossing langsung ke jantung pertahanan ketika posisi lawan stretched dapat memberi peluang gol. Zirkzee dan akhirnya Sesko menjadi bukti. Carrick dan stafnya bisa membangun opsi taktik dari situ.
Julukan Menteri Orde Baru
Hari ini dalam sejarah, 7 Februari 1939, Harmoko lahir di Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur. Saat menjabat menteri penerangan, dia terkenal dengan ucapannya: "Menurut petunjuk Bapak Presiden". Namanya diplesetkan menjadi "hari-hari omong kosong".
Moerdiono, menteri sekretaris kabinet yang gagap kalau menghadapi wartawan karena hati-hati dalam memilih kata-kata. Kalau presiden disebut RI-1 dan wakil presiden RI-2, maka Moerdiono dijuluki "RI satu setengah" karena "Jika saya mau ketemu Pak Harto, maka harus lewat Moerdiono," kata Soedomo.
Soedomo menjabat Panglima Komando Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib), lembaga yang sangat ditakuti. Dia memimpin Operasi Tertib (Opstib) yang bertujuan memberantas pungutan liar, korupsi, dan ketidaktertiban administrasi pemerintahan. Masyarakat pun memplesetkan judi legal SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) menjadi "Sudomo Datang Semua Beres".
J.B. Sumarlin dikenal sebagai sosok bersih, berintegritas, dan berani. Pada awal menjabat Menteri Penertiban Aparatur Negara, Sumarlin kerap menyamar dengan nama Sidik untuk menangkap tangan praktik korupsi di lingkungan pemerintahan. Presiden Soeharto menjulukinya "kecil-kecil cabe rawit".
Amirmachmud dijuluki "buldoser" karena dia arsitek pemenangan Golkar dalam pemilu. Ketika menjabat menteri dalam negeri, dia membubarkan serikat-serikat pekerja kepegawaian di departemen yang menjadi underbow partai-partai besar. Dia kemudian membentuk Korpri agar semua pegawai negeri hanya menganut satu kesetiaan (monoloyalitas) terhadap negara dan pemerintah Indonesia. Selama Orde Baru, Golkar selalu menang dalam pemilu karena ABG (ABRI, Birokrasi/PNS, dan Golkar).
Mar'ie Muhammad, menteri keuangan yang dijuluki "Mr. Clean", karena hidupnya sederhana, berintegritas, jujur, dan berani memberantas korupsi. Dia tegas bahkan berani memeriksa pajak keluarga Soeharto.
Terlepas dari bagaimana kisahnya di klub berakhir, dengan drama, konflik, dan keputusan yang mengecewakan banyak pihak, tak bisa dipungkiri bahwa ada respek yang ikut terkikis di mata sebagian fans, termasuk gue sendiri.
Namun sepak bola, seperti hidup, tidak selalu ditentukan oleh satu bab terakhir. Apa yang terjadi di akhir tidak serta-merta menghapus jejak panjang yang telah ditinggalkan sebelumnya.
Cristiano Ronaldo adalah bagian dari sejarah klub. Gol-golnya, mentalitasnya, dan momen-momen ikonik yang ia ciptakan pernah membentuk era, memberi harapan, dan mengangkat standar.
Kritik sah, kekecewaan wajar. Tapi menutup mata terhadap kontribusi besarnya justru tidak adil pada sejarah itu sendiri.
Apa pun yang terjadi, dia tetap seorang legenda klub.
Happy Birthday, Cristiano! 🎉🙏
#utdfocusid
Di Indonesia, dikotomi kanan vs kiri kurang relevan.
Di Indonesia, yang ada adalah Gerombolan Preman vs Penduduk.
Gerombolan Preman hanya bisa merampok dan memalak.
"Penduduk" bukan hanya HB IX atau akademisi teknokratis, melainkan juga buruh pabrik, petani, pegawai, pengusaha warung, semua massa populasi yang dengan keringat mereka menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan keluarga mereka dan kehidupan manusia.
Barang dan jasa ini lalu malah dirampas, dipalak, dipungli, dan dirampok oleh gerombolan preman maling yang buas, malas, serakah berliur-liur, dan berkembang biak overpopulasi seperti hama tikus.
Para preman itu umumnya melihat penduduk seperti hewan ternak peliharaan. HB IX dan timnya diternakkan rezim supaya ekonomi negara tumbuh besar, ranum, dan semok untuk segera dirampok habis.
Memang, baik Gerombolan Preman maupun Penduduk boleh jadi berwarna-warni: hijau, merah, kuning, cokelat, abu, dll.
Gangguan warna-warni ini mengaburkan pertentangan sebenarnya yang terjadi di masyarakat Indonesia, yaitu antara para Gerombolan Preman rampok dari bawah sampai atas vs Penduduk kepulauan Indonesia yang berusaha hidup.
Sayangnya, sangat sulit bagi para penduduk untuk hidup apabila overpopulasi hama tikus ini dibiarkan membludak dan membuat udara kota dan desa menjadi berbau amis dan basah oleh wabah penyakit.
Wabah penyakit itu ialah deindustrialisasi, korupsi, masifnya pungli, kemiskinan, kerusakan sosial, kebusukan institusi, dan kebodohan massal karena robohnya sistem pendidikan.
Indonesia semakin berpenyakit, semakin busuk, dan semakin roboh tenggelam dimakan gerombolan preman bandit itu.
Harry Maguire tidak pernah kalah duel sekali pun, baik di darat mau pun udara, selama 97 menit pertandingan melawan Arsenal.
He’s just colossal. 🛡️⚔️
#utdfocusid