Sabar memang tidak ada batasnya tapi manusia terbatas. Itulah mengapa, jika kau berada di tempat yang buruk, kau harus segera berpindah. Kau terbatas, kau tidak bisa terus meletakan dirimu di sana dengan alasan kau harus sabar saja.
Orang yang real life-nya sepi banget, gak punya banyak orang yang bisa dihubungin kapan aja buat ngobrol, no close friends, gak terlalu terbuka sama keluarga, basically solo mode hampir setiap hari...
Mereka kadang terlihat baik-baik aja, padahal sebenarnya banyak hal yang mereka hadapi sendirian.
Life-nya bisa messy. Kadang kehilangan arah, bingung harus cerita ke siapa, bahkan sering nangis sendirian di malam hari karena semuanya terasa terlalu berat.
Tapi besoknya tetap bangun dan menjalani hari seperti biasa.
Betapa sedihnya ketika seseorang bilang:
"Trauma masa kecilku nggak bikin aku lebih kuat.
Justru bikin aku jadi people pleaser.
Bikin aku terlalu mudah memaafkan.
Bikin aku diam saat seharusnya bicara.
Dan bikin aku jadi extreme empath."
Bukan semua orang yang lewat masa sulit lalu keluar sebagai pribadi yang tangguh dalam arti heroik. Ada yang justru tumbuh dengan pola bertahan yang berbeda.