bayangin kamu udah trauma, trust issue dan mati rasa. terus mau nyoba untuk buka hati lagi sama seseorang, tapi ternyata salah orang lagi.
kebayang ga hatimu itu sebabak belur apa?
Walaupun aku keliatannya sangar, mandiri, & bossy gini, tapi aku juga pengen laporan ke kamu kalo di gigit semut, terus dibales ututututu sayang cini cini aku tiup.
Bu, aku berusaha tidak hancur dihantam hidup meski sesekali rasanya hampir redup. Aku terus melawan pada dunia ini meski banyak tangis yang kusimpan sendiri. Meski dalam malam yang sepi aku mengeluh padamu lagi.
Maaf untuk hal-hal yang masih gagal, untuk pertarungan-pertarungan yang belum aku menangkan. Untuk semua kekalahan yang kadang datang berulang. Aku hanya ingin terus hidup, Bu. Aku hanya ingin terus berjalan.
Jika nanti aku tidak pernah jadi yang terbaik seperti harapanmu, andai doa-doamu tentang aku ternyata tidak terkabul, tetaplah anggap aku anakmu. Selagi ada diriku di dunia ini, aku tidak akan pernah berhenti membuatmu merasa bangga memilikiku. Anak yang keras kepala meski banyak lelah menghadapi dunia.
*tersedia di seluruh gramedia.
Yang memang udah enggak bisa, ya jangan dipaksakan. Semua ada waktu untuk selesai; pertemanan, kerjasama, asmara, bahkan pada akhirnya hubungan ruh dan tubuh. Enggak perlu berlebihan melalui semua ini. Beberapa memang harus berakhir dengan rasa pahit.