Halo, perkenalkan. Aku Ayu.
Aku alumni PKN STAN, mantan PNS di Kementerian Keuangan, dan mengabdi sebagai pegawai Bea Cukai selama 6 tahun. Pada Januari 2025, saat usiaku masih 25 tahun, aku memutuskan untuk resign.
Saat ini aku memilih fokus membangun bisnis, membuka lapangan pekerjaan, melanjutkan pendidikan, dan terus mencari pengalaman baru.
Aku lahir bukan dari keluarga kaya, tapi juga bukan dari keluarga miskin. Kami hidup sederhana dan merasa cukup. Akan aku beri gambaran sederhana tentang keluargaku.
Ayahku seorang tamtama kepolisian, sedangkan ibuku ibu rumah tangga. Dulu kami makan ayam sebulan sekali, sedangkan daging setahun dua kali (saat hari raya). Kalau makan sate, setiap anak mendapat jatah tiga tusuk dengan nasi segunung. Aku juga bantu ibu jualan risol di kantin saat SMA.
Jadi kalian bisa membanyangkan kondisi keluargaku kan. Kami cukup dan aku bersyukur akan itu. Hampir semua penghasilan ayahku diprioritaskan untuk biaya sekolah anak-anaknya. Baginya, pendidikan adalah investasi terbaik yang bisa diberikan.
Dan pengorbanan itu tidak sia-sia. Walaupun makanan kami saat itu bukan salmon dan ibu tidak bisa membawa tas branded saat mengambil raport di sekolah, orang tuaku berhasil membuat banyak orang lain bertepuk tangan.
Mereka berhasil mengantar anak pertama menjadi sarjana, anak kedua Akpol, sedangkan aku dan adikku sama-sama menempuh pendidikan di PKN STAN.
Selanjutnya lewat #sepotongcerita, aku ingin membagikan kisah-kisah yang selama ini kusimpan. Bukan hanya tentang STAN, PNS, Kementerian Keuangan, atau Bea Cukai, tetapi juga tentang pengalaman hidup, sudut pandang, opini, dan pelajaran yang semoga bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.
Sebagian besar cerita ini belum pernah kuceritakan sebelumnya, bahkan mungkin rekan-rekan yang pernah bekerja bersamaku. Mungkin akan ada hal-hal yang menimbulkan pertanyaan. Silakan bertanya. Aku akan menjawab sejauh yang bisa kujawab.
Satu hal yang bisa kujamin: semua yang kutulis adalah pengalaman yang benar-benar terjadi.
Selama enam tahun di Bea Cukai—sebuah instansi yang sering menjadi sorotan dan perbincangan publik—aku melihat banyak hal dari dekat.
Empat tahun di bidang humas memberiku kesempatan untuk terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa dan memahami bagaimana sebuah cerita disampaikan kepada masyarakat.
Kini aku ingin menceritakan semuanya dari sudut pandangku sendiri. Tanpa dilebih-lebihkan, tanpa dibuat-buat.
Aku berharap tulisan ini akan membantu masyarakat melihat dari kacamata yang berbeda dan sadar bahwa selalu ada 2 sisi cerita yang patut kita dengarkan.
Dan aku ingin memulai #sepotongcerita di eps .1
cc : ayuuprimanda