Ini sebenarnya negara punya presiden ga sihh?! Korban yg terdampak bencana diabaikan, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi, kenaikan harga bahan pokok, susah cari pekerjaan, ketidakstabilan ekonomi
WE HAVE TO STAY SANE LIVING THROUGH THIS SHITTY COUNTRY!!!
Kondisi ekologis Pulau Sulawesi saat ini berada dalam status darurat menyusul laju industri ekstraktif dan hilirisasi nikel yang melampaui batas kemampuan alam dalam memulihkan diri.
Jumat belajar ngaji, Minggu misa di gereja, Selasa puja bakti di vihara. Next wishlist: mau belajar agama Hindu and berkunjung ke gereja orthodox #spiritualbaddie
@JokowiIjasahAsu@mediaindonesia Izin diskusi Pak. Klo pembangunan IKN sampai merusak daerah penyangga kyk alih fungsi mangrove di Teluk Balikpapan trs bagaimana nasib hidup nelayan tradisional dan masyarakat lokal di sana ke depannya? Apakh suara warga lokal sengaja diabaikan demi ngejar ambisi kota dipusat?
@MustaqimahFFF yess pdhl ada rentetan erupsi lain yang ga kalah bahaya di luar jawa, kyk gunung Ibu di Maluku, terus di NTT ada Ili Lewotolok sama Lewotobi Laki-Laki yang statusnya juga lagi naik. Ayoo guys kita bantu ramaikan update tentang kondisi gunung-gunung ini juga di medsoss
@MustaqimahFFF dan yang makin bikin sedih tuh nasib masyarakat lokal atau warga adat di sana. Jgn sampe proyek megah ini malah bikin warga asli tersingkir dari ruang hidup mereka sendiri demi pemerintah ngejar target pembangunan deh
Setuju bgt sama catatan Pak Teguh. Kadang pembangunan mega proyek tuh suka keliatan fokus di estetik area intinya aja, tapi abai sama dampak lingkungan yang merembes ke wilayah penyangga. Klaim reforestasi dari hutan produksi ke hutan endemik juga tantangannya gede bgt.
ANALISA SWOT IKN NUSANTARA
TIDAK MUNGKIN LAGI IBUKOTA NEGARA INDONESIA
". . . IKN tidak ada wilayah tangkapan airnya ."
IKN memiliki topografi berbukit-bukit dan terletak di wilayah yg curah hujannya tinggi namun memiliki struktur tanah lempung yg sulit menyerap air secara instan.
Meskipun infrastruktur IKN mengadopsi konsep SPONGE CITY dgn perkerasan berpori, taman hujan (rain garden), dan kolam retensi pemanen air hujan agar air tak langsung mengalir terbuang ke laut melainkan meresap ke tanah; akan tetapi kunci utamanya tetap di hulu.
Jika IKN ingin aman dari krisis air bersih & banjir bandang, maka wilayah hulu spt HUTAN LINDUNG SUNGAI WAIN & KAWASAN BUKIT SOEHARTO harus dijaga ketat! Dua kawasan vegetasi ini wajib dipertahankan sebagai zona resapan alami (catchment area) utama u/ menyuplai air tanah di wilayah inti IKN.
Bendungan hulu spt SEPAKU SEMOI & INTAKE SUNGAI SEPAKU harus diintegrasikan dgn tata ruang hulu yg bebas dari eksploitasi batubara (EMAS HITAM) maupun perkebunan sawit (EMAS HIJAU) ilegal agar tangkapan airnya konstan dan bebas sedimentasi.
👣 Realitas di lapangan yg mjd tantangan terbesar dan paradoks utama bagi masa depan IKN adalah membangun Kota Hutan (Forest City) yg hijau dan berkelanjutan di atas lanskap ekosistem hutan yg harus dikorbankan dan dimodifikasi melalui deforestasi!👣
Sebagai contoh nyata ketegasan yg terlambat, Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan) harus menyita kembali 111,71 ha lahan tambang ilegal milik korporasi di Tahura Bukit Soeharto yg berbatasan langsung dgn IKN. Aktivitas ekstraktif ini menghancurkan struktur tanah, menghilangkan vegetasi penahan air, dan memicu sedimentasi masif ke arah aliran Bendungan Sepaku Semoi.
Contoh lain, pembangunan infrastruktur baru spt jalan tol penghubung ke Pulau Balang, secara tak sengaja membuka akses masuk bagi para perambah u/ membuka perkebunan sawit & perkebunan kopi ilegal jauh di dlm Hutan Lindung Sungai Wain.
Pertentangan antara ambisi membangun FOREST CITY dgn fakta ancaman tahunan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembukaan kebun sawit ilegal, serta tambang batu bara liar merupakan bom waktu hidrologis jika tidak ditangani secara radikal.
Kebakaran hebat di kawasan penyangga —spt Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto dan perambahan u/ perkebunan sawit di Hutan Lindung Sungai Wain—menunjukkan adanya celah besar dlm tata kelola dan penegakan hukum. Ancaman karhutla bukan sekadar bencana alam, melainkan siklus destruktif tahunan.
🌳vs
Intinya, terdapat jurang kontras antara klaim IKN sebagai kota berkelanjutan dan realitas ekologis yg menyertainya, yakni mewujudkan kota masa depan di atas ekosistem yg terganggu akibat pembukaan lahan:
🦇KONSEP HIJAU vs KONSEP ALIH FUNGSI LAHAN
Pemerintah menargetkan 75% kawasan IKN berupa area hijau, namun u/ membangun 25%-30% infrastruktur inti perkotaan, tjd pembukaan lahan dan deforestasi masif pada tutupan hutan yg ada.
🦇KLAIM REFORESTASI vs EKOSISTEM ASLI
Lahan yg tadinya monokultur atau hutan sekunder/produksi diagendakan dipulihkan mjd HUTAN ENDEMIK, namun laporan Forest Digest mengingatkan bahwa penanaman ulang tidak akan mengembalikan kompleksitas ekosistem hutan alam asli Kalimantan yg terlanjur rusak.
🦇TEKANAN EKOLOGIS WILAYAH PENYANGGA
Aktivitas pembangunan fisik tak hanya berdampak di kawasan pusat, melainkan merembes memicu kerusakan daerah penyangga dan pesisir seperti alih fungsi kawasan mangrove di Teluk Balikpapan yg merupakan habitat satwa dilindungi.
Membangun ibu kota baru yg megah tidak ada artinya jika pondasi hidrologisnya hancur oleh keserakahan ekonomi ilegal di wilayah hulu. Keberlanjutan pasokan air bersih IKN adalah ujian sejati komitmen ekologis pemerintah Indonesia.®
Sumber :
@mediaindonesia@eddesign_
Catatan lainnya :
ANALISA SWOT BENCANA ALAM
ANALISA SWOT BENCANA BUATAN MANUSIA
ANALISA SWOT SOSIAL, PEMERINTAHAN, ADM
@jokowi@prabowo@Menkeu@DPR_RI@BappenasRI@KemenPU@infoBMKG@brin_indonesia
Jujur ga bakal bisa langsung balikin kompleksitas ekosistem hutan asli Kalimantan yang udah terlanjur rusak. Percuma juga bangga-banggain teknologi Sponge City di hilir, kalau wilayah tangkapan air alami di hulu kayak Hutan malah babak belur kena pembukaan lahan masif
Distribusi dapur MBG ini juga bisa sekali dipertentangkan dgn jumlahnya yg jomplang antara Jawa dan luar Jawa. Papua dgn urgensi pemenuhan gizi yg lebih mendesak, malah hanya mendapatkan kurang dari 2% dari total jumlah dapur yg ada.