Stoikisme bisa berbeda dalam setiap perjalanan manusia, termasuk gimana manusia itu mengeksternalisasi, objektivasi ataupun balik menginternalisasi pemahaman stoic tersebut. Kalau semakin orang paham stoic, bijaknya ya ini jadi landasan buat mengkontruksi realitasnya.
Untuk Apa Kita Punya Presiden, Kalau Rakyat Kita Tidak Sejahtera!
Untuk Apa Kita Punya Presiden, Kalau Kerjaannya Hanya Omon-Omon Saja!
Untuk Apa Kita Punya Presiden, Kalau Setiap Pidato Hanya Menyalahkan Rakyatnya!
Di saat seperti ini, kalau seseorang lagi cari rezeki, sekonyol apa pun, asalkan halal, jangan diledekin. Kalau seseorang sukses, doakan yang baik. Iri wajar, yang gak wajar itu iri dengki yang berujung nyinyir. Kita semua sama-sama berjuang. Gak perlu bikin konflik horizontal
Seruan aksi demo esok hari sudah lewat banyak di timeline-ku. Sadari sama-sama, kawan. Musuh terbesar itu adalah kalau kita udah nggak peduli sama kondisi negara ini. Siapapun yang bergerak ke jalan besok, ini yang pengen aku sampaikan :
Tolong jaga diri baik-baik. Suarakan aspirasi kami dengan bermartabat. Tetap jaga nurani, dan saling jaga. Pulanglah dengan selamat. 🇲🇨
Yang di balik layar, bantu berjuang dengan cara masing-masing di media sosial ini. 🇲🇨
SIAPA YANG TAKUT PADA FAKTA FILM "PESTA BABI"?
Pemutaran film "Pesta Babi" dihentikan di beberapa tempat.
Aneh. Ada yang takut pada film. Ada yang terancam. Siapa dan mengapa?
"Pesta Babi" adalah film dokumenter bukan film horor. Bukan film porno. Film itu juga bukan film fiksi atau karangan sutradara. Ia merekam tangis hutan yg roboh. menangkap suara masyarakat adat yg tersisih. Ini adalah realitas yg berdarah-darah di tanah Papua. Tapi, mengapa kebenaran justru dianggap ancaman?