Day 14
Shalat lima waktu adalah cara Allah memelukmu berkali kali agar hatimu tidak tersesat.
Orang yang paling beruntung itu adalah yang menemukan ketenangan dalam do'a dan shalatnya.
Karena pada akhirnya, hanya shalat yang bisa menenangkan hati kita di tengah banyaknya masalah
Parents, penting bagi kita untuk mengajari anak cara belajar (learning how to learn) untuk membangun ketahanan kognitif dan kesadaran berpikir pada anak.
Ada beberapa rutinitas sederhana yang bisa dilakukan:
- Ajak anak meluangkan waktu 5 menit setelah belajar untuk menulis atau menceritakan apa yang baru saja mereka pelajari dan di mana mereka merasa kesulitan.
- Daripada bertanya "Berapa nilaimu?" atau "Apakah tugasmu sudah selesai?", ubah pertanyaan menjadi: "Bagian mana yang paling menantang dari tugas ini?", "Strategi apa yang kamu pakai untuk menyelesaikannya?", atau "Jika kamu harus mengulang tugas ini, apa kamu akan mengerjakannya dengan cara yang berbeda?"
- Minta anak untuk menjelaskan proses berpikir mereka saat mengerjakan tugas. "Coba ceritakan ke Ibu/Bapak, bagaimana caramu bisa mendapatkan kesimpulan ini?"
- Saat anak merasa buntu, jangan langsung memberikan jawaban yg benar. Berikan scaffolding atau pijakan berupa petunjuk kecil. "Coba ingat-ingat lagi materi yang kita bahas kemarin," atau "Informasi apa yang sebenarnya sudah kamu ketahui dari soal ini?"
- Jadikan kesalahan sebagai data dan bukan sebagaibkegagalan. Tunjukkan bahwa kesalahan adalah indikator bahwa pembelajaran sedang terjadi.
- Saat mengerjakan, latih anak untuk memeriksa pemahaman mereka secara berkala. "Apakah strategi ini berhasil, atau aku perlu mencoba cara lain?"
- Latih anak untuk menutup buku dan mencoba mengingat atau menjelaskan kembali materi menggunakan bahasa mereka sendiri.
- Ajarkan mereka untuk mencicil materi belajar dalam beberapa hari, bukan menggunakan sistem kebut semalam.
Sahur membuktikan kita bisa bangun di sepertiga malam bahkan untuk solat subuh,
Tarawih membuktikan bahwa
kita mampu berdiri lebih lama dalam ibadah,
Puasa membuktikan bahwa kita bisa punya kendali atas diri sendiri,
Membaca Al-Qur'an membuktikan
bahwa waktu selalu ada, hanya saja kita terlalu sibuk prioritaskan dunia,
ternyata Ramadhan bukan sekedar bulan peningkatan iman yang sementara, Bulan ini adalah bukti bahwa kita sebenernya mampu melakukannya setiap hari, kalau kita mau.
Kalau kamu ingin hidup lebih tenang, hati lebih kuat, dan akhir yang indah, pesan-pesan ini jangan dilewatkan.
Al-Waqiah berpesan:
“Bacalah aku setiap malam, niscaya Allah akan melindungimu dari kemiskinan.”
Ayat Kursi berpesan:
“Bacalah aku setelah sholat, maka hanya kematian yang menjadi jarak antara kamu dan surga.”
Al-Ikhlas berpesan:
“Bacalah aku 10 kali setiap hari, agar Allah SWT membangunkan untukmu sebuah istana di surga.”
Sholat berpesan:
“Jagalah aku selama di dunia, maka kamu akan masuk surga tanpa hisab.”
Al-Mulk berpesan:
“Bacalah aku sebelum tidur, maka aku akan menemanimu di alam kubur yang gelap.”
Sholawat berpesan:
“Bacalah aku setiap hari, kelak kamu akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah.”
Liat sejumlah konten berdoa yang doanya minta mobil, branded bags dll.
Mungkin demi konten, mungkin lucu-lucuan aja.
Tapi in the spirit of Ramadan, let me remind you: Jangan meminta pada Allah hal-hal kecil.
Mintalah perubahan besar. Perbaikan karakter, peningkatan kualitas hidup, kemampuan sedekah sepanjang usia, keselamatan dunia akhirat -- misalnya.
Ramadan adalah bulan besar yang too powerful for a casual du'a.
BELAJARLAH PARENTING SAMPAI KAMU PAHAM PERAN AYAH
1.Ayah memberi arah dan struktur.
2.Kehadiran ayah menenangkan anak.
3.Sikap ayah membentuk rasa aman.
4.Ketegasan ayah melatih batas.
5.Konsistensi ayah menumbuhkan percaya diri.
→ Ayah bukan pelengkap, tapi penopang keseimbangan keluarga.
Ayat soal nikah yang berisi perjuangan mencapai sakinah.
Sering banget dapat undangan pernikahan yang mengutip surat ArRum ayat 21. Ayat ini juga yang menyebutkan konsep sakinah (kenyamanan), mawaddah (kasih), dan rahmah (sayang).
Tapi, kalau dibaca lagi, konsep sakinah di ayat ini tuh bentuknya kata kerja (fi’il) melalui kata “taskunu”, berbeda dengan mawaddah wa rahmah yang merupakan kata benda (ism) sebagai pemberian/anugerah dari Tuhan.
Apalagi “taskunu” itu bukan sekadar kata kerja, tetapi kata kerja yang berkelanjutan alias terus menerus. Future continuous tense. Kata kerja yang untuk masa sekarang dan masa depan.
Maknanya? Saya selalu berkata sama istri bahwa mari kita terus memperjuangkan sakinah. Pernikahan bukan berarti ketiadaan konflik, tapi sarana untuk belajar saling memahami dan mencari titik kenyamanan.
Bahkan, pernah dalam suatu konflik, saya bilang terima kasih sudah menunjukkan sisi-sisi baru yang bukan untuk dibenci, tapi justru membuat jatuh cinta kembali.
Semoga setiap dari kita terus ikhtiarkan ketenangan itu. Agar Allah senantiasa menyelimuti kita dengan kasih dan sayang.
INGET!
Jangan minum banyak2 saat sahur!
Malah beser & kencing terus setelah subuhan. Gampang haus jadinyaa
Poinnya bukan pada seberapa bnyk air yg bisa kamu telen, tp pada seberapa banyak air yg bisa DISERAP sel2 badanmu
So, bukan fokus pada volume, tp ke kandungan air & timing minumnya!
Rekomendasi timing minum bisa ikut jadwal ini yaa!
"Bagi pelaku maksiat, shalawat adalah obat. Bagi orang yang kesulitan shalawat adalah harapan. Bagi yang memiliki masalah shalawat adalah jalan keluar."
KH. Maimoen Zubair
Bayangin ya kita udah di titik enggak nyaman dengan waktu luang:
- Ngunyah sambil nonton YouTube
- Nungguin lampu merah buka HP
- Bahkan nonton YouTube di laptop sambil buka medsos di HP
Padahal makan sambil bengong enak loh. Bisa fokus sama rasa makanannya. Bukan makan, tapi tahu-tahu habis aja.
Ini yang akhirnya bikin badan kita di mana, tapi kepala kita ke mana-mana.
Kita enggak terbiasa dengan "momen sekarang".
Bikin momen makan harus nonton YouTube.
Bikin momen lihat sunset,
tapi sibuk mikirin fotonya harus cantik.
Bikin momen nonton konser,
tapi udah mikirin ngedit story.
Lagi apa, tapi sibuknya ngapain.
Padahal it's okay loh gak ngapa-ngapain.
Tahukah kalian bahwa hubungan yang sehat juga dibangun melalui percakapan2 yang tidak nyaman, kerentanan emosional, dan pengampunan yg tdk ada habis2nya ntara yg satu dgn yg lainnnya.
Hubungan yang sehat membutuhkan kerja keras dan kemauan untuk keluar dari ego diri masing2 pribadi.