lu pada pernah gasih nangis pas lagi capek dan stress bgt, terus tiba-tiba malah jadi nangisin keluarga, nangisin takdir, dan nangisin kehidupan yang kek gini, bahkan sampe mikir “ini gua disuruh Tuhan hidup cuma buat ngerasain terpuruk kah? fase bahagianya kapan bjirrr”.
Orang lain punya aib, kita juga punya. Orang lain punya kekurangan, kita juga punya. Orang lain pernah melakukan kesalahan, kita juga sama. Sedikit Pesan, Jangan terlalu pintar melihat kekurangan orang lain, tapi buta dengan kekurangan sendiri. Ingat, tidak ada yang sempurna, belajarlah jadi orang baik, tanpa harus merasa diri paling baik.
“Ya Allah, jadikan aku kaya tanpa membuatku sombong. lapangkan rezeki ku namun tetap lembutkan hatiku. indahkan rupaku namun jagalah akhlakku. tinggikan derajatku namun dekatkan aku kepada-Mu. kuatkan langkahku namun ajari aku untuk terus menunduk. jadikan aku bahagia tanpa melukai orang lain. tenangkan hidupku namun jangan jauhkan aku daripada rasa syukur. jadikan aku tinggi tanpa kehilangan adab. karena aku ingin hidup dalam limpahan nikmat-Mu dan tetap pulang dengan hati yg selamat.”
Menjadi pintar itu kelebihan, tapi menjadi manusia yang tahu bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik itu pilihan. Tidak semua yang berilmu punya hati yang peka, tidak semua yang cerdas tahu cara menghargai. Karena pada akhirnya, yang diingat bukan seberapa tinggi pengetahuanmu, tapi seberapa tulus caramu memperlakukan sesama.
Because intelligence impresses, but kindness stays.
Cantik banget kalimat ini:
"Rezeki gak pernah salah alamat.
gak akan ketukar.
Bahkan sebutir nasi yang kamu makan hari ini, udah ditulis jadi milikmu sejak benihnya ditanam."
Tidak ada manusia yang baik-baik saja di dunia ini, semua sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing. Maka ingatlah selalu,
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَ كِيْلُ
“Cukuplah Allah sebagai penolong kami.”
(QS. Ali Imran : ayat 173)
-repost