“Oh, kamu belum kerja juga ya?”
“Dia udah keterima di BUMN tuh, umurnya di bawah kamu loh."
"Itu temen SMP mu tembus CPNS kemaren."
"Eh, sepupumu udah beli rumah di Pantai Indah Kapuk. Ada rooftop, ada kolam renang indoor lagi.”
Selamat untuk mereka.
Tapi dengerin ini baik-baik.
Membandingkan hidup orang lain itu cara tercepat buat nyakitin dan merusak mental orang yang lagi berjuang all out.
Kamu nggak tahu ada yang udah kirim ratusan lamaran kerja, tapi nggak ada satu pun yang manggil interview.
Kamu nggak tahu ada yang keliatan sukses di LinkedIn, padahal tiap bulan masih bingung bayar cicilan.
Kamu juga nggak tahu rumah di PIK itu datang lengkap dengan KPR puluhan tahun dan anxiety yang nggak kelar-kelar.
Tetap aja, orang hobi ngebanding-bandingin.
Seolah hidup itu perlombaan lari, semua orang harus finish bareng di garis yang sama.
Padahal kenyataannya, game kita boro-boro sama. Kayak main ranked, level sama tapi musuhnya beda-beda.
Kesuksesan itu nggak punya deadline. Nggak ikut timeline orang tua kamu, nggak ikut omongan tetangga, apalagi jadwal hidup orang lain.
Begitu juga untuk kamu yang lagi menang, usaha lancar, karier naik, hati penuh cinta. Jangan banding-bandingin buat pamer atau cari validasi.
Karena perbandingan, bahkan yang niatnya baik, ujung-ujungnya tetap bisa bikin hancur orang lain.
Kamu mau tahu apa arti keren yang sebenarnya?
Ketika kita bisa dukung orang lain tanpa harus ngebandingin. Bisa sayang tanpa ngitung siapa berhasil duluan. Bisa bangga tanpa embel-embel “tapi si itu udah bla bla bla.”
Jadi kalau lain kali ada yang nyeletuk, “Eh dia udah keterima kerja, kamu kapan?”
Senyumin aja, terus bilang,
“Aku lagi bangun hidup yang sesuai nilai aku, sesuai waktuku, sesuai jalanku. Dan itu cukup keren buat aku sendiri.”
Jakarta Situation Summary - 08:30 PM Today. Update by the Barang Warga Ground Reporting Team:
Slipi
A crowd was seen, but it appeared to be "suspicious participants". The action only lasted a few hours before dispersing. Sabhara conducted sweeps in the area.
Kwitang
The road from Kramat 4 was closed. From a distance, DLU and Fire Department officers were seen cleaning up. Security forces remained on guard.
DPR RI
Both the front and back gates were heavily guarded. Access to the front of the DPR building and the Pancasila Gate was closed. Transjakarta routes 1B and 1F were also affected.
Matraman & Otista
No protest activity was observed in these areas.
Selamat kepada Bpk @prabowo dan jajarannya, Bpk/Ibu anggota @DPR_RI, yang telah menciptakan kegaduhan, ketegangan, ketakutan dan kerusuhan di negeri ini.
Beberapa permintaan maaf datang terlambat. Luka yang diberikan sudah terlanjur berkarat. Rasa sakit yang dibekaskan seringkali telah membatu menjadi dendam.