Pikirkan dulu, sebelum memutuskan utang pada orang lain:
Bisa jadi, dia juga sedang menabung membeli sesuatu. Entah itu rumah, atau kendaraan, atau benda-benda, atau jalan-jalan yang dia impikan. Uang yang sedang ia pegang, uang yang dia punya itu, ditujukan untuk mewujudkan impiannya. Tapi, mungkin belum cukup. Ia bekerja untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit. Saat ini ia tabung agar segera cukup dan bisa beli lunas benda yang ia mau.
Maka, saat kamu ingin berutang padanya. Ia sebetulnya bimbang. Ia ingin mewujudkan impiannya. Namun, karena tidak tega melihatmu, maka, dia pinjamkanlah uangnya itu. Uang yang tadinya untuk mewujudkan impiannya. Yang ia kumpulkan perlahan dengan kerja kerasnya. Ia merelakan impiannya ditunda sejenak dengan harapan kamu bisa membayar tepat janji. Sesuai yang kamu ucapkan sebelum ia memberikan miliknya.
Maka jika kamu tidak membayar utangmu padanya. Sungguh kamu telah menjahati orang yang dengan rela menunda impiannya demi menolongmu. Lebih jahat lagi, jika kamu malah menunda bahkan menghindar untuk membayar, padahal kamu sudah memiliki uang. Apalagi jika kamu merasa tidak bersalah sama sekali melakukan hal-hal lain yang sebetulnya bisa kamu lakukan setelah membayar utangmu itu.
Kaga percaya lagi orang yang mau minjem duit nominal besar. Even sepupu, yakali mau ikhlas 3jt. Janjinya seminggu, jadi dua minggu. Eh keterusan hahahaha
Jangan ajari aku sabar. Aku anak pertama dari 8 bersaudara tanpa ayah sejak 2010 (masih hidup) yang selalu mementingkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhanku, sampai detik ini.