Imam Al-Ghazali ra :
Keyakinanmu bahwa engkau lebih baik dari yang lain merupakan kebodohan yang murni, sudah sepatutnya engkau tidak memandang oeang lain kecuali dengn pandangan bahwa ia lebih baik darimu dan memiliki keutamaan di atasmu.,
يَعِيشُ المَرْءُ بِالعِلْمِ كَرِيماً ... وَيُرْفَعُ بَيْنَ أَقْوَامٍ لِوَاهُ
إِذَا صَحِبَ الكِتَابَ غَدَا عَظِيماً ... وَأَبْصَرَ نُورَ حَقٍّ قَدْ هَدَاهُ
Seseorang akan hidup dengan mulia karena ilmu... dan panjinya akan ditinggikan di antara kaum (masyarakat).
الأدب يستر قِلة العِلم، ولكن كُثرة العِلم لاتستر قِلة الأدب، فكن مؤدباً أولاً، ثم بعدها كُن ماشئت.
"Adab itu menutupi sedikitnya ilmu, tetapi banyaknya ilmu tidak bisa menutupi sedikitnya adab"
maka jadilah orang beradab dulu baru setelah itu jadilah apapun yang kamu mau.
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i dawuh:
"ما احسن العلم احسن من الذهب والورق واحسن من النساء الجميلات وأحسن من الملك."
"Betapa indahnya ilmu agama, ia lebih indah daripada emas dan perak, ia lebih indah daripada wanita-wanita yang cantik & ia lebih indah daripada kerajaan."
“Mengapa engkau memilih lapar, padahal di hadapanmu terbentang berbagai kenikmatan dunia?”
Nabi Yusuf pun menjawab: “Sebab, aku khawatir, kenyang akan membuatku lupa kepada orang-orang yang lapar.”
Hal yang paling menyakitkan adalah Penyesalan akan diri sendiri; atas apa yang tidak layak, atas kepercayaan buta, atas berulang kali memaafkan orang-orang yang telah menyakitimu, dan atas keterikatan pada orang-orang yang tidak menyadari Nilai keberadaan dirimu.
جبيني يلمس السجادة، لكن قلبي لا يزال يلمس الدنيا، صلاتي مجرد حركات، لم تكن بعد عبادة.،
Dahiku menyentuh sajadah, tetapi hatiku masih menyentuh gemerlapnya dunia, shalatku hanyalah gerakan semata, belum menjadi ibadah.,
لأن التعافي لا يغير ما حدث
بل يغير الزاوية التي ننظر منها إلى ما حدث
Karena Sembuh itu tidak mengubah apa yang telah terjadi; melainkan mengubah sudut pandang kita terhadap apa yang telah terjadi.”
وما المال و الاهلون الا وديعة
ولا بد يوما ان ترد الودائع
Tidaklah harta dan keluarga terkecuali hanya titipan belaka, sebagaimana titipan, suatu hari nanti harus anda kembalikan.
قال سيدنا أبو بكر الصديق رضي الله عنه : "منْ دَخَلَ الْقَبْرَ بِلَا زَادٍ، فَكَاَنَّمَا رَكِبَ الْبَحْرَ بِلَا سَفِيْنَةٍ“.
“Barang siapa masuk kedalam kuburnya tanpa bekal, seakan-akan ia mengarungi lautan tanpa menggunakan kapal.”
كتاب الإستعداد ليوم المعاد ص. ٨
صَبْراً جَمِيلاً مَا أَقْرَبَ الفَرَجَا
مَنْ رَاقَبَ اللهَ فِي الأُمُورِ نَجَا
"Bersabarlah dengan kesabaran yang indah, alangkah dekatnya jalan keluar (pertolongan). Barangsiapa yang merasa diawasi oleh Allah dalam segala urusan, niscaya ia akan selamat."
• من كلام الحبيب علوي بن شهاب رضي الله عنه قال : زيّن الله السماء بثلاثة أشياء بالشمس والقمر والنجوم ، وزيّن الله الأرض بثلاثة أشياء بالعلماء والمطر والإمام العادل
"Allah menghiasi langit dengan tiga perkara: Matahari, Bulan, dan Bintang-bintang.
Dan Allah menghiasi bumi,...
إبليس لم يضره قلة العلم، وإنما ضره قلة الأدب
"Iblis tidak celaka karena kurangnya ilmu, melainkan ia celaka karena kurangnya adab (etika/tata krama)."
إن الدين قوة روحية يَلقى بها المؤمن أحوال الحياة
𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘨𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘸𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘰𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯.
-𝘴𝘪𝘥𝘪 𝘢𝘳𝘳𝘰𝘧𝘪'𝘪
Dalam kitab Ighatsah al-Lahfan, Imam Ibn al-Jauzi mengatakan:
“Pada dasarnya, manusia memiliki naluri atau kencenderungan mencintai dirinya sendiri, sehingga ia memandang dirinya baik dan benar; ia membenci orang yang berselisih dengannya, sehingga yang dilihat darinya hanyalah keburukannya. Bahkan, ketika kecintaannya kepada diri sendiri semakin kuat, ia bisa sampai pada titik melihat keburukan dirinya sebagai kebaikan.”
Misalnya, saat kita mudah membenarkan diri saat bersalah, namun cepat menyalahkan orang lain meski belum tentu benar. Dalam perdebatan, kita merasa paling logis; dalam konflik, kita merasa paling tersakiti. Padahal bisa jadi itu hanya bias cinta diri. Karena itu, terkadang, kita perlu berhenti sejenak sebelum bertindak, dan bertanya dengan jujur pada diri: “Apakah ini kebenaran, atau hanya pembelaan untuk diriku sendiri?”
كل ذي نعمة محسود إلا المتواضع، وكل ذي نقمة مرحوم إلا المتكبر
"Setiap orang yang memiliki kenikmatan (keberuntungan) pasti didengki, kecuali orang yang rendah hati.
Dan setiap orang yang tertimpa musibah (penderitaan) pasti dikasihani, kecuali orang yang sombong."
CARA MENGUBAH KATA BIASA
JADI BERKELAS SAAT BICARA
1. Pola pikir → Paradigma
2.Perubahan → Transformasi
3.Kerjasama → Kolaborasi
4. Pendapat → Perspektif
5. Hubungan → Korelasi
6. Rencana → Strategi
7. Penting → Krusial
8. Teratur → Sistematis
9. Dugaan → Asumsi
10. Menawar → Negosiasi
11. Hasil → Output
12. Masukan → Input
13. Keluar negri 👉 Amankan minyak
بعض المواقف لا تحتاج منك ردة فعل ، تكفي ابتسامة ليبحث عن معناها فالابتسامة ألف جواب
"Beberapa situasi tidak membutuhkan reaksi darimu, cukup sebuah senyuman agar orang lain mencari maknanya, karena sebuah senyuman mengandung seribu jawaban."