Blocking diri sendiri dari lingkungan sekitar itu merupakan privilege dari seseorang yang hobinya pleasing people seperti gue. I learn how to not having the fear of missing out, or not having the need of validation. It's so liberating.
Lately kondisi mental wellbeing lagi gak karuan. Tapi hal ini malah bikin gue jadi lebih sedikit menghabiskan waktu di socmed ataupun engage in conversation/meeting with friends. I think, kondisi hati yang buruk malahan bisa jadi blessings in disguise.
Gue jadi punya waktu untuk berdialog lebih dalam sama diri sendiri, ngerasain hal-hal yang sebelumnya gue block untuk dirasain, engage in a deep convo with closest ones, saying no to invitations, and spend more time with my own self.