Purbaya : Presiden itu pinter banget, inget angka angka yang kita sebutkan, jadi saya gaboleh ngibul
Densu : Tapi kok bisa dikibulin Pak Dadang (kepala BGN yang tertangkap korupsi)
Purbaya : Bukan dikibulin, dia tau, dia hatinya baik, hehe
Sapuin terus pakkk😂
...1000 orang penyepong Nadiem-Ibam bin Sobat Jurist Tan berdebat lawan 1 guru ini,
gw berani taruhan leher,
Nih guru bakal menang dengan mudah.
Itulah sebabnya podcast² besar yg pro Nadiem-Ibam gak berani undang nih guru yah karna mereka takut ketauan bodohnya... (``,)
APRESIASI ATAU DIKREASI? 😂
Detik-detik menegangkan pasca pesta! Udah dandan rapi, makan prasmanan sampai nambah tiga kali, pas dibuka amplopnya... jeng jeng... isinya cuma dua lembar Pattimura (Rp2.000)! 😭
Tuan rumah langsung mode reog ngelabrak tamu di depan umum. Ya gimana nggak emosi, parkir motor aja sekarang goceng, ini sumbangan pesta malah nawar harga di bawah tarif toilet umum!
Kalian tim yang punya hajat (hak untuk ngamuk) atau tim tamu (yang penting ikhlas)? 👇
Ada tiktokers namanya satria, yang rela ngundurin diri dari polisi demi pacarnya, salsa, yang tuna rungu🥹 dia lebih milih keluar timbang salsa dijelek-jelekin mulu ama temen-temennya🥹 semoga masnya dilancarkan rezekinya yaa biar bisa bahagiain salsa selamanya ❤❤❤
@LambeSahamjja https://t.co/vGup6rxiNj
Kenapa yg bagus2 aja dituliskan
Ini juga ada pandangan dari sisi dosen/pengajar
Lalu ujian nasional dihilangkan itu jika hanya pertimbangan cost/dana/biaya sungguh sangat gila, karena sistem pendidikan menjadi tidak terukur
😭
...Gilak banget.
Saksi ahli yg didatangkan kubu Nadiem gak bisa jawab pertanyaan² dasar.
Garang di channelnya tapi ambyar ketika di persidangan.
Video kek gini lah yg 100% pasti gak pernah ditonton oleh para pembela Nadiem.
Kelakuan para sobat Jurist Tan... (``,)
Ini jelas sudah tidak normal dengan konsep anak² taruna militer mengajar di Sekolah Rakyat.
SETARA: Jangan normalisasi multi fungsi TNI !!!....
Besok² TNI bakal buka lowongan kerja sbg Guru, Chef, Guru Tari, Guru Agama dll.
Bapak ibu yg ingin jd guru persiapkan fisik kalian...
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.
SL, seorang ayah di Jambi, diamankan setelah nekat mengambil arsip di kompleks rumah dinas pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi, Nolly Wijaya, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (26/6). SL bersama seorang rekannya mengambil arsip yang telah habis masa retensi untuk dijual sebagai barang rongsokan, namun keduanya dipergoki petugas keamanan sebelum sempat membawa arsip keluar dari lokasi.
Saat diperiksa, SL mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena ingin mendapatkan uang untuk menebus dua ijazah anaknya yang masih tertahan di sebuah sekolah dasar swasta akibat tunggakan biaya pendidikan. Tim Kejati Jambi kemudian melakukan verifikasi dan memastikan pengakuan SL benar. SL yang sehari-hari bekerja sebagai penambal ban juga mengaku tidak mengetahui bangunan yang dimasukinya merupakan rumah dinas pejabat Kejati Jambi.
Setelah memastikan kondisi keluarga SL, Kejati Jambi memutuskan tidak melanjutkan perkara tersebut ke proses hukum. Nolly mengatakan keputusan itu diambil atas arahan Kepala Kejati Jambi Sugeng Hariadi dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan karena barang yang diambil belum sempat dijual dan motif pelaku didorong persoalan ekonomi.
Sebagai bentuk kepedulian, pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Kajati Jambi Sugeng Hariadi membantu melunasi tunggakan biaya sekolah sekaligus menebus dua ijazah anak SL. Kejati juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat agar pendidikan anak-anak SL dapat terus berlanjut.
📸: Dok. Kejati Jambi.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R158 | E164 | E103 | V157
#bicarafaktalewatberita #kumparan
@insidefolkative anak cewe gw selama TK dah 3x gw dipanggil guru karena berantem sm temen2 cowonya karena gak terima dipeluk peluk... hahahahaha.... gw cuma pesen klo tetep peluk pukul aja pakai kotak pinsilnya (gede bgt) depan gurunya biar tau gw gak akan mewajarkan hal2 begitu sm anak gw....
Kasihan banget bapak ini di tipu temannya, katanya mau di ajak kerja tapi malah di tinggal di tengah jalan, hp dan uang nya di ambil.
Untung ada yang nolongin.
Terimakasih orang baik, semoga kebaikan mu membawa berkah untuk semuanya 🙏🏻
Di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, pernikahan dini adalah jalan yang wajar, bahkan dianggap sebagai bentuk kepatuhan terhadap tradisi, jadi janda "bisa menikah lebih dari dua kali" adalah sebuah kebanggaan
Beliau adalah Andi Saputra, satu²nya hakim yg mengajukan dissenting opinion dan menyatakan bahwa Nadiem seharusnya dibebaskan dari segala hukuman karena menilai unsur niat jahat (mens rea) tidak terbukti kuat.
Masih ada juga hakim yg beres, tapi 1 aja ga cukup.
Keputusan dr.Icha untuk tidak memberikan SABU adalah tindakan yg tepat dan sesuai protokol medis.
Pasien gigitan ular ini cuma gejala lokal, lab normal, tidak ada indikasi anti bisa ular (SABU). Derajat luka gigitan dan tingkat keparahan gejala menjadi kunci penentuan tindakan.
Bahkan beliau sempat konsultasi ke ahli toksinologi dr. Tri Maharani yang bilang cukup imobilisasi saja, bukan anti bisa.
Kalau diberikan anti bisa tanpa indikasi, justru bisa membahayakan pasien karena risiko reaksi alergi berat sampai anafilaksis yang mengancam nyawa.
Sudah menyelamatkan pasien tapi malah kehilangan nyawa karena depresi 😭
Turut berduka cita untuk dr. Icha & keluarga. 😔
Semoga beliau tenang di sisi-Nya.