Hi, sayang...
Kapankah lagi kita menuai erang?
Dari pertapaan panjang sang peraduan
Kunanti kau kembali tuai terjang
Dan menyilah tubuh tuk saling bertelanjang
#6
@NakedPoems
pelan-pelan sayang masuk ke dalam hatiku
aku takut ada yang bangun ke dalam pikiranku
entah burung
entah itu murung
masuk ke dalam sarung ketika di luar mendung.
@NakedPoems
Marpuah
malam ini kau lebih seksi
dari bulan yang telanjang
dari bintang yang jalang
dari meteor yang panjang
Marpuah
Aku senang cintamu lebih besar
dari anuku.
@NakedPoems Baik, segala sekat akan kusikat,
asal kau janjikan aku malam yang riuh dan merdu,
berisikan kumandang bibirmu
dan bibirku,
dalam keromantisan,
dalam kelumatan.
apa kau tak ingat, tepat di sepertiga malam kala itu kita saling tatap
kau biarkan aku menyusuri belantara tanpa takut tersesat hingga kutemukan surga
yang membuat kita semakin lekat
@NakedPoems
bermain di sini, sayang..
di dalam pikiranku
di atas kasurku
di sela-sela dadaku
di hangat kedalamanku—
kelak.. bila kau sanggup menembus segala batas itu.
#2
@NakedPoems Rindu paling basah masih saja tertinggal,
di subur dadamu,
sudikah jika kukecup ke duanya?,
sedang kubenamkan wajahku
pada sela bahaya paling selera,
di sanalah Aku –
mencintaimu,
utuh.