Roy Panci salah pilih lawan !!!
Menurut, Bang Bill bukan mempermalahkan asli atau tdk ijazah S3 Roy Panci ttp proses ketika dia jadi mahasiswa tahun 2022 sempat menjadi terpidana.
Menurut aturan Rektor yg berlaku, mahasiswa yg terkena masalah hukum & berkekuatan hukum tetap tetap akan di DO.
💥 🇮🇩 ALARMING: Indonesia’s Rupiah just hit a NEW ALL-TIME LOW at 17,835 per US Dollar
Today (May 26), the IDR crashed to fresh record territory amid:
Strong US Dollar
Surging oil prices (Hormuz tensions)
Widening current account deficit (worst in 6+ years)
Capital outflows
This is one of Asia’s worst-performing currencies YTD down sharply and pressuring the economy under President Prabowo.
Bank Indonesia is intervening, but the slide continues. Higher import costs, inflation risks, and weaker investor confidence are hitting hard.
What’s next for Indonesia? Will they stabilize it, or is more pain coming for businesses & households?
@ahmadfaisal86@BangPino__ Nah gitu klo goblok di perlihatkan ,,
Lu bilang HOAK ,,HOAK sendiri lu bilang versi ,,
brarti ada versi aslinya dong ,,🤣🤣
Klo memang itu IA ,,itu bukan HOAK tapi memang dibuat ..
Makanya saya nantangin kamu KAMU bisa buat video kayak gitu klo memang itu buatan ??
G ada pernyataan pak jk yg menista agama tertentu,,
yg ada pak JK nyenggol masalah ijazah jokowi ..
Lalu para termul mencari keslahan untuk melaporkan pak JK.
klo pak JK balik badan bela ijazah mungkin g ada ceritanya di laporkan
Saya sudah menonton lengkap ceramah/pidato pak Jusuf Kalla (JK).
1) Kalau kita menonton video tersebut secara keseluruhan dan meletakkan pidato tersebut pada konteks yang ingin dituju dan disampaikan: sebagai Kristen saya tidak melihat ada ucapan pak JK yang menyinggung.
Berikut penjelasannya:
2) Dalam video tersebut pak JK sedang berbicara dari sudut tokoh atau orang yang mendamaikan konflik Poso dan Ambon, selaku pelaku sejarahnya langsung.
3) Pak JK menjelaskan realitas dan fakta di lapangan ketika itu — yang beliau lihat, alami dan dengar sendiri — dimana “sentimen” agamalah yang membuat konflik tersebut jadi berkepanjangan, berdarah-darah dan memakan banyak korban. Karena kedua belah pihak sama-sama meyakini sedang “berjuang bahkan berperang dijalan suci”.
4) Gaya komunikasi Pak JK dalam ceramah tersebut aku melihat: memang berfokus pada pendekatan historis, sebagai pelaku sejarah langsung. Daripada sekadar menyebutkan istilah agama tertentu secara benar dan tepat. Karena memang ini bukan ceramah “akademik” tentang perbandingan agama.
5) Kalau mau tepatnya, kalau di Islam ada “mati syahid", kalau di kita Kristen mungkin lebih kurang disebut “mati sebagai Martir”. Itulah yang mungkin pak JK lihat ada di benak dan dipusaran 2 kelompok yang bertikai saat itu. Sama saja sebenarnya keduanya. Karena iman dan keyakinan-nya, masing-masing pihak rela menantang maut bahkan mati mengorbakan nyawanya untuk konflik ini.
6) Melalui pidatonya ini aku melihat, pak JK malah sedang mengingatkan kita kembali — generasi sekarang — tentang bahayanya radikalisme dan konflik berlatarbelakang agama. Inilah inti pidato pak JK.
7) Jadi menurutku, tidak perlulah kita umat Kristen tersinggung karena pidato pak JK tersebut. Karena pidato tersebut bukan mau menyerang ajaran agama kita. Pidato itu bukan ceramah yang mau membedah ada tidaknya “mati syahid” dalam ajaran Kristen? Bukan itu.
8) Fakta yang tidak bisa dibantah, konflik Ambon itu memang nyata dan benar ada. Poso juga. Dan yang bertikai sama-sama membawa keyakinan Agamanya ke pusaran konflik. Itulah yang membuat 2 kelompok yang bertikai jadi sama-sama teradikalisasi dan “ganas” (kalau istilahku). Berbeda dengan konflik dan kerusuhan umumnya.
9) Dan faktanya juga, yang mendamaikan konflik itu ya pak JK. Logikanya, kalau beliau mau menyerang agama tertentu, tidak mungkin dia dipercaya kedua belah pihak dan akhirnya bisa mendamaikan konflik tersebut.
10) Terakhir: sebagai penutup, mari kita lihat bagian lain dari pidato itu — yang satu kesatuan juga sebenarnya dengan video yang viral — dimana pak JK menegaskan bahwa tidak ada agama, baik itu Islam ataupun Kristen yang mengajarkan membunuh orang masuk surga.
Berikut saya kutip ucapan pak JK:
“Tunjukkan ke saya, agama Islam dan Kristen yang mengatakan membunuh orang tidak bersalah masuk surga? Di Islam tidak ada, di Kristen tidak ada.”
11) Ucapan diataslah sebenarnya inti dari pidato/ceramah pak JK. Mau agama apapun, tidak ada itu masuk surga kalau membunuh. Apalagi membunuh saudara sebangsanya sendiri. Baik di Islam atau Kristen, tidak ada namanya mati syahid kalau membunuh orang tak bersalah!
12) Terkait laporan polisi yang sudah masuk, menurutku tidak perlu dilanjutkan dan diperpanjang. Karena memang dari ucapan pak JK tidak ada “mens rea” nya. Tidak ada kandungan niat jahatnya untuk memojokkan, menjelekkan apalagi menista agama Kristen. Karena pidato itu memang bukan tentang agama atau ajaran agama tertentu. Tapi tentang konflik berlatarbelakang agama yang tidak boleh lagi terulang di bangsa ini.
13) Kedua pelapor aku kenal baik. Sahat dan Gusma, keduanya orang baik, terpelajar, generasi terbaik dan pemimpin muda yang ada di Kristen Protestan & Katholik saat ini. Aku yakin akan ada penyelesaian yang baik terkait masalah ini.
14) Sekali lagi: inti keseluruhan pidato pak JK bukan tentang menyerang ajaran agama, dalam hal ini Kristen. Tapi tentang konflik yang tidak boleh lagi terulang.
Demikian sikapku
Hormatku,
JANSEN SITINDAON
🇺🇲🇮🇷 RINCIAN RENCANA SEPULUH POIN YANG TELAH DISEPAKATI TRUMP UNTUK DIUPAYAKAN
— Amerika Serikat berkomitmen penuh pada prinsip non-agresi
— Iran tetap mengendalikan Selat Hormuz
— Iran menerima pengayaan uranium
— Amerika Serikat mencabut semua sanksi primer dan sekunder
@muchlis_ar Klaim satu orang tidak bisa mewakili negara paling tidak ada pro kontranya ...
Kaya dirimu lebih memeilih membela israel padahal bnyk orang indonesia memebela iran...
https://t.co/eQzyekTtVz
🇮🇷 Iran terlalu kuat untuk dilawan !
Perempuan Iran :
"Setelah perang, kita akan menjadi negara adidaya. Jika saya selamat, saya akan dapat melihatnya. Jika saya tidak ada di antara kalian, kalian akan melihatnya. Saya tidak masalah dengan itu."
Presiden Prabowo Subianto di bawah tekanan Amerika Serikat pernah menolak kapal perang Iran ikut dalam The Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) di Bali pada 2025. Menurut Direktur The National Maritime Institute, Siswanto Rusdi, penolakan itu masih diingat Iran sampai saat ini.
Waktu itu, kata Siswanto, Iran telah mengirimkan dua kapal perang, yang salah satunya belum lama ini ditembak dalam perang melawan Israel-Amerika Serikat. Dua kapal itu hendak masuk ke perairan Indonesia tapi ditolak.
"Itu akan dicatat oleh Iran, sebagai teman kok begitu. Iran sekarang sedang menunggu, kalau lo teman gua, buktikan," kata Siswanto.
Lalu apakah Indonesia perlu memperbaiki hubungan dengan Iran dan bagaimana caranya? Simak analisis Siswanto Rusdi selengkapnya dalam program TO THE POINT AJA. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews, Kamis, 26 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.
#SINDONews #SINDONewscom #SINDNewsbeyondheadlines #SINDONewsTV #iNewsMediaGroup